Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/09/2020, 16:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai, meningkatnya kasus Covid-19 hingga akhir Agustus 2020 bukan disebabkan karena kurang tanggapnya kepala daerah dalam menekan lonjakan kasus.

Namun, menurut Mardani, sejak awal pemerintah salah dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ia mengatakan, PSBB yang sudah diperpanjang berkali-kali tak mampu mencegah penularan Covid-19.

Baca juga: Saatnya Tarik Tuas Rem, Pak Jokowi!

"Sejak awal, Indonesia memang salah dalam menerapkan konsep. PSBB yang sudah diperpanjang berkali-kali terbukti tidak dapat 100 persen menekan kerumunan dan mencegah penularan," kata Mardani dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2020).

"Klasternya bahkan menyebar tidak hanya di kerumunan temporer seperti pasar, tempat ibadah, juga sudah merambah ke perkantoran, perumahan, bahkan klaster libur panjang," tutur dia.

Mardani mengatakan, penanganan yang dilakukan pemerintah dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tidak berjalan optimal karena tidak menjangkau hingga ke level terbawah.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Drastis Akhir Agustus, Satgas Akui Libur Panjang Jadi Pemicunya

"Mestinya optimalkan kementerian yang ada, seperti Kemendagri dengan aparat desa dan kelurahan yang berjumlah lebih dari 250 ribuan, jika dihitung minimal 3 orang kader per desa," ujarnya.

Kemudian, Mardani menyarankan agar Kementerian Kesehatan menggerakkan infrastruktur kesehatan hingga Puskesmas, karena ia menilai penanganan Covid-19 di tengah masyarakat tidak terlihat.

"Tanpa itu, kita bisa kedodoran. Hanya masker yang menjadi proteksi kita saat ini. Semua digerakkan untuk menyadarkan masyarakat karena Covid-19 ini tentang bagaimana kita mengorkestrasi masyarakat dan tatanannya," pungkasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik 32,9 Persen Pekan Terakhir Agustus, Satgas: Ini Mengagetkan

Diberitakan, penambahan kasus baru Covid-19 di Indonesia mencetak rekor tinggi selama tiga hari berturut-turut.

Hal itu terjadi pada 27-29 Agustus 2020. Pertama, pada 27 Agustus 2020 tercatat ada 2.719 kasus baru Covid-19 yang terjadi dalam 24 jam.

Kedua, pada 28 Agustus 2020, ada penambahan 3.003 kasus Covid-19. Terakhir pada 29 Agustus 2020, terdapat 3.308 kasus baru Covid-19.

Angka penambahan kasus baru pada 29 Agustus lalu tercatat merupakan yang tertinggi selama enam bulan pandemi.

Berdasarkan update data terbaru dari pemerintah hingga 1 September 2020, penambahan kasus baru Covid-19 belum ada yang melampauai angka 3.308 kasus dalam sehari.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agus Nurpatria Dituntut 3 Tahun Penjara di Kasus 'Obstruction of Justice'

Agus Nurpatria Dituntut 3 Tahun Penjara di Kasus "Obstruction of Justice"

Nasional
Mahfud MD: Eliezer, Kamu Jantan, Saya Berdoa Divonis Ringan

Mahfud MD: Eliezer, Kamu Jantan, Saya Berdoa Divonis Ringan

Nasional
KPK Undang Menag dan Kepala BPKH, Bahas Biaya Haji

KPK Undang Menag dan Kepala BPKH, Bahas Biaya Haji

Nasional
Tuntut Chuck Putranto 2 Tahun Penjara, Jaksa: Masih Muda Diharapkan Perbaiki Diri

Tuntut Chuck Putranto 2 Tahun Penjara, Jaksa: Masih Muda Diharapkan Perbaiki Diri

Nasional
Jaksa Nilai Chuck Putranto Tahu Pengambilan DVR CCTV Berhubungan dengan Kematian Brigadir J

Jaksa Nilai Chuck Putranto Tahu Pengambilan DVR CCTV Berhubungan dengan Kematian Brigadir J

Nasional
KPK Sebut Pemblokiran Rekening Penjual Burung di Pamekasan Kesalahan Bank

KPK Sebut Pemblokiran Rekening Penjual Burung di Pamekasan Kesalahan Bank

Nasional
Selain Pidana Badan, Chuck Putranto Juga Dituntut Denda Rp 10 Juta

Selain Pidana Badan, Chuck Putranto Juga Dituntut Denda Rp 10 Juta

Nasional
Elite Nasdem Sebut Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi Berlangsung Sejam

Elite Nasdem Sebut Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi Berlangsung Sejam

Nasional
Saat Wapres Bagikan Tas Sekolah ke Murid SD di Banjarbaru

Saat Wapres Bagikan Tas Sekolah ke Murid SD di Banjarbaru

Nasional
Surya Paloh Bertemu Jokowi di Istana Kemarin, Elite Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB

Surya Paloh Bertemu Jokowi di Istana Kemarin, Elite Nasdem ke Sekber Gerindra-PKB

Nasional
Intens Jalin Komunikasi, AHY Dinilai Ingin Dipertimbangkan Jadi Cawapres Anies

Intens Jalin Komunikasi, AHY Dinilai Ingin Dipertimbangkan Jadi Cawapres Anies

Nasional
Jaksa Minta Hakim Abaikan Pembelaan Ricky Rizal dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Jaksa Minta Hakim Abaikan Pembelaan Ricky Rizal dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Jaksa Nilai Kuat Ma'ruf Cuma Curhat dalam Pembelaannya

Jaksa Nilai Kuat Ma'ruf Cuma Curhat dalam Pembelaannya

Nasional
Jalan Terjal Anies Jadi Capres Usai Nasdem Manuver Kunjungi Gerindra-PKB...

Jalan Terjal Anies Jadi Capres Usai Nasdem Manuver Kunjungi Gerindra-PKB...

Nasional
Lukas Enembe Kenakan Sarung Saat Jalani Pemeriksaan KPK

Lukas Enembe Kenakan Sarung Saat Jalani Pemeriksaan KPK

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.