Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UPDATE 2 September: Kasus Baru Covid-19 Tersebar 31 Provinsi, DKI Kembali Tembus 1.000 Kasus Harian

Kompas.com - 02/09/2020, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memperbarui informasi perkembangan kasus harian Covid-19 pada Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan data yang dibagikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 itu, tercatat ada 3.075 kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Data tersebut terhitung sejak pukul 12.00 WIB Selasa (1/9/2020) hingga pukul 12.00 WIB pada Rabu.

Baca juga: UPDATE: Tepat 6 Bulan, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 180.646

Dengan demikian, secara akumulatif, ada 180.646 kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga saat ini.

Adapun jumlah penambahan ini didapatkan dari hasil pemeriksaan terhadap 31.001 spesimen dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data tersebut, kasus baru pasien konfirmasi positif Covid-19 tersebar di 31 provinsi.

Dari data tersebut, tercatat lima provinsi dengan penambahan kasus baru tertinggi.

Kelima provinsi itu yakni DKI Jakarta (1.054 kasus baru), Jawa Timur (385 kasus baru), Jawa Tengah (264 kasus baru), Jawa Barat (203 kasus baru), dan Sumatera Utara (182 kasus baru).

Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 488 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Selain itu, ada tiga provinsi yang tidak terdapat kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Ketiga provinsi itu adalah Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat.

Pemerintah juga mencatat ada penambahan 1.914 pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Dengan demikian, total pasien sembuh dari Covid-19 ada 129.871 orang.

Baca juga: UPDATE: 6 Bulan Pandemi, 129.971 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Selain itu, ada penambahan 111 pasien yang tutup usia setelah sebelumnya dinyatakan positif virus corona.

Dengan demikian, jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 hingga saat ini menjadi 7.616 orang.

Berikut ini data sebaran kasus baru Covid-19 di 31 provinsi hingga 2 September 2020:

1. DKI Jakarta: 1.054 kasus baru

2. Jawa Timur: 385 kasus baru

3. Jawa Tengah: 264 kasus baru

4. Jawa Barat: 203 kasus baru

5. Sumatera Utara: 182 kasus baru

6. Bali: 169 kasus baru

7. Sulawesi Selatan: 137 kasus baru

8. Riau: 107 kasus baru

Baca juga: UPDATE 2 September: Kasus Suspek Covid-19 Tembus 81.757 Orang

9. Sumatera Barat: 88 kasus baru

10. Kalimantan Timur: 72 kasus baru

11. Banten: 68 kasus baru

12. Kalimantan Selatan: 59 kasus baru

13. Aceh: 48 kasus baru

14. Kepulauan Riau: 47 kasus baru

15. Sumatera Selatan: 34 kasus baru

16. DIY: 29 kasus baru

17. Sulawesi Utara: 15 kasus baru

18. Sulawesi Tenggara: 15 kasus baru

19. Gorontalo: 15 kasus baru

20. NTB: 14 kasus baru

21. NTT: 12 kasus baru

22. Lampung: 11 kasus baru

23. Papua: 11 kasus baru

24. Maluku: 10 kasus baru

25. Kalimantan Barat: 6 kasus baru

Baca juga: Menurut Satgas Covid-19, RS Rujukan Bisa Overload karena Hal Ini

26. Maluku Utara: 5 kasus baru

27. Papua Barat: 5 kasus baru

28. Bengkulu: 4 kasus baru

29. Kalimantan Utara: 4 kasus baru

30. Jambi: 1 kasus baru

31. Sulawesi Tengah: 1 kasus baru

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 1 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Sekjen PDI-P: Kalau Anak Bandung Tak Punya Spirit Guncangkan Dunia, Kita Sia-siakan Sejarah

Nasional
KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

KPK Sebut Nilai Manfaat Akan Habis Jika Biaya Haji Tak Dinaikkan

Nasional
PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

PDI-P dan PBB Jajaki Koalisi, Belum Bahas Capres-Cawapres

Nasional
Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Gibran Digadang Nyagub, PDI-P Pilih Fokus Pileg dan Pilpres Terlebih Dulu

Nasional
Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Jaksa Bilang Sambo Ingin Limpahkan Semua Kesalahan Pembunuhan Brigadir J ke Bharada E

Nasional
Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Pesan Ketum PBNU untuk Masyarakat yang Akan Hadiri Resepsi 1 Abad NU

Nasional
Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi 'Online'

Setiap Pekan, Polri Minta Kominfo Blokir 100 Situs Judi "Online"

Nasional
Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Wapres Optimistis Target Angka Kemiskinan Ekstrem Nol Persen Dapat Tercapai

Nasional
Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Wacana Kades 9 Tahun Berpotensi Menyuburkan Praktik Oligarki di Desa

Nasional
Paloh Bertemu Jokowi, Hasto PDI-P: Sebelum Keputusan Penting, Misalnya 'Reshuffle', Ada Pemberitahuan

Paloh Bertemu Jokowi, Hasto PDI-P: Sebelum Keputusan Penting, Misalnya "Reshuffle", Ada Pemberitahuan

Nasional
Wacana Kades 9 Tahun Dinilai Tak Bermanfaat Bagi Warga Desa

Wacana Kades 9 Tahun Dinilai Tak Bermanfaat Bagi Warga Desa

Nasional
Solusi Korupsi Dana Desa Lebih Mendesak Ketimbang Wacana Kades 9 Tahun

Solusi Korupsi Dana Desa Lebih Mendesak Ketimbang Wacana Kades 9 Tahun

Nasional
Timsel KPUD Direkrut Tertutup, KPU Didesak Transparan dan Jaga Independensi

Timsel KPUD Direkrut Tertutup, KPU Didesak Transparan dan Jaga Independensi

Nasional
Usul Mendagri Supaya Kepala Daerah Tak Diselidiki Dinilai Tak Sesuai UU

Usul Mendagri Supaya Kepala Daerah Tak Diselidiki Dinilai Tak Sesuai UU

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.