Kilas Balik 6 Bulan Covid-19: Pernyataan Kontroversial Pejabat soal Virus Corona...

Kompas.com - 02/09/2020, 09:28 WIB
Mural yang dibuat oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU)  bertemakan kewaspadaan virus Corona atau Covid-19 terlihat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020). Mural tersebut memperlihatkan petugas medis membawa sebuah peti yang mengingatkan warga agar selalu waspada dengan Covid-19 dan mencegahnya dengan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMural yang dibuat oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) bertemakan kewaspadaan virus Corona atau Covid-19 terlihat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020). Mural tersebut memperlihatkan petugas medis membawa sebuah peti yang mengingatkan warga agar selalu waspada dengan Covid-19 dan mencegahnya dengan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama enam bulan di Indonesia, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Berbagai prediksi yang semula menunjukkan pandemi Covid-19 akan selesai pada Juli, Agustus, atau September bertumbangan.

Faktanya, hingga kini virus corona terus menginfeksi masyarakat Indonesia dan telah merenggut 7.505 nyawa.

Baca juga: UPDATE 1 September: Tambah 88, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Kini 7.505

Kurva kasus harian Covid-19 yang tak kunjung menurun hingga enam bulan pandemi berlangsung, serta tingginya angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia, dinilai banyak kalangan tak lepas dari kesalahan langkah pemerintah dalam merespons bencana nonalam ini sejak awal.

Di saat semestinya mengambil sikap waspada dan antisipatif, pemerintah justru menganggap virus corona seolah tak terlalu berbahaya.

Pemerintah juga menganggap virus yang awalnya berkembang di China itu tidak akan menulari masyarakat Indonesia.

Hal itu tercermin dalam beberapa pernyataan kontroversial para pejabat di Indonesia yang tak menunjukkan sikap antisipatif bila virus corona menular hingga ke Indonesia.

Kompas.com merangkum sejumlah pernyataan kontroversial para pejabat Indonesia yang mulanya membantah keberadaan virus corona, hingga meremehkan daya tularnya yang kini memporakporandakan kesehatan dan perekonomian.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 177.571 dan Peningkatan dalam Sepekan Terakhir...

Berikut sejumlah pernyataan kontroversial tersebut, mulai dari Presiden Joko Widodo hingga para menterinya.

Tak perlu dipertanyakan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pernah menyampaikan pernyataan kontroversial. Saat itu, ia heran dengan wartawan yang terus-terusan mempertanyakan keberadaan virus corona di Indonesia yang tak kunjung terdeteksi.

Menurut dia, hal itu semestinya disyukuri, bukan terus dipertanyakan.

"Kita semua waspada tinggi, melakukan hal-hal yang paling level kewaspadaannya paling tinggi, dan peralatan yang dipakai juga peralatan internasional," kata Terawan di Kantor TNP2K, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

"Kalau tidak (ada temuan virus corona) ya justru disyukuri, bukan dipertanyakan. Itu yang saya tak habis mengerti, kita justru harus bersyukur Yang Maha Kuasa masih memberkahi kita," kata dia.

Baca juga: Menkes: Belum Ada Virus Corona Terdeteksi Harusnya Bersyukur, Bukan Dipertanyakan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X