Kompas.com - 01/09/2020, 14:20 WIB
Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2020), selepas menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.  Dalam salat Jumat di Masjid Baiturrahim kali ini, Wakil Presiden Maruf Amin bertindak sebagai khatib dan membawakan khotbah dengan tema Rasa Syukur dan Refleksi Kemerdekaan. Biro Pers Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo melaksanakan salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2020), selepas menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Dalam salat Jumat di Masjid Baiturrahim kali ini, Wakil Presiden Maruf Amin bertindak sebagai khatib dan membawakan khotbah dengan tema Rasa Syukur dan Refleksi Kemerdekaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini nama Adly Fairuz tengah menjadi perbincangan. Terutama, setelah aktor itu diketahui publik sebagai cucu Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat akan mencalonkan diri sebagai wakil bupati Karawang pada Pilkada 2020.

Namun, Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan bahwa Adly bukanlah cucu dari Ma'ruf Amin sebagaimana yang diperbincangkan masyarakat dan warganet saat ini.

"Kalau dikatakan cucu itu tidak pas. Ya masih ada hubungan famili, tapi tidak ada hubungan cucu," ujar Masduki kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Ini Alasan PDI-P Usung Cucu Wapres Maruf Amin di Pilkada Karawang 2020

Tak sedikit masyarakat yang menyatakan baru mengetahui bahwa aktor sinetron Cinta Fitri itu adalah cucu Ma'ruf Amin.

Hal tersebut semakin ramai diperbincangkan di media sosial setelah banyak akun-akun berita dan akun gosip membahasnya.

Masduki mengatakan, Wapres Ma'ruf tak ingin mengklarifikasi meluasnya informasi bahwa Adly Fairuz adalah cucunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, kata dia, Wapres Ma'ruf juga enggan mengiyakan ataupun membantah klaim tersebut akibat pelaksanaan Pilkada 2020.

"Beliau bilang, sudahlah biar saja. Tak perlu (klarifikasi)," ujar Masduki.

"Wapres tidak mau membantah terhadap isu atau klaim yang sedang marak di sana karena pilkada. Walaupun itu tidak ada hubungan langsung, Wapres tidak mau membantah secara langsung," kata dia.

Baca juga: PDI-P Resmi Usung Yesi-Adly Fairuz di Pilkada Karawang

Kendati demikian, Masduki mengatakan bahwa Wapres Ma'ruf tidak merasa dirugikan dengan adanya klaim terkait Adly Fairuz itu.

Masduki juga menjelaskan, Adly Fairuz dan Wapres Ma'ruf sama-sama berasal dari Desa Kresek, di Kabupaten Tangerang, Banten.

Wapres Ma'ruf memang pernah tampil dalam vlog milik Adly.

Saat itu, Ma'ruf yang masih merupakan calon wapres menerima kedatangan Adly yang menjadi calon legislatif Partai Nasdem dari Daerah Pemiihan I Jawa Tengah di kediamannya.

Baca juga: Bukan Ponakan Prabowo, PKS Usung Putri Maruf Amin pada Pilkada Tangsel

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Kondisi Dunia Saat Ini Penuh Ketidakpastian, Kita Harus Siaga

Jokowi: Kondisi Dunia Saat Ini Penuh Ketidakpastian, Kita Harus Siaga

Nasional
Empat Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi, Waketum: Tak Ada Kaitan dengan Partai

Empat Kader Golkar Terjerat Kasus Korupsi, Waketum: Tak Ada Kaitan dengan Partai

Nasional
Jokowi Minta Daerah Hasilkan Produk Perdagangan Unggulan Masing-masing

Jokowi Minta Daerah Hasilkan Produk Perdagangan Unggulan Masing-masing

Nasional
Menurut OJK, Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Menurut OJK, Ini Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

Nasional
Pemerintah Susun 'Road Map' Perubahan Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Pemerintah Susun "Road Map" Perubahan Status Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Nasional
Airlangga: Untuk Pemilihan Presiden, Kita Harus Menang

Airlangga: Untuk Pemilihan Presiden, Kita Harus Menang

Nasional
Wapres Ingatkan agar Pesantren Mampu Akomodasi Kemajuan Teknologi

Wapres Ingatkan agar Pesantren Mampu Akomodasi Kemajuan Teknologi

Nasional
Kasus Covid-19 Turun hingga 98 Persen, Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi

Kasus Covid-19 Turun hingga 98 Persen, Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi

Nasional
Jokowi Ingatkan Risiko Lonjakan Kasus Covid-19 karena Pembukaan Sekolah

Jokowi Ingatkan Risiko Lonjakan Kasus Covid-19 karena Pembukaan Sekolah

Nasional
Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Natal dan Tahun Baru

Strategi Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Natal dan Tahun Baru

Nasional
Jokowi Ingatkan Indonesia Tetap Tangguh dan Bertahan Hadapi Krisis akibat Pandemi

Jokowi Ingatkan Indonesia Tetap Tangguh dan Bertahan Hadapi Krisis akibat Pandemi

Nasional
Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Wapres: Kebangkitan Ekonomi Pesantren Harus Dimulai dari Santri

Nasional
Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir Tahun

Jokowi Targetkan Vaksinasi Covid-19 Nasional Capai 70 Persen pada Akhir Tahun

Nasional
Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Jokowi Targetkan Cakupan Vaksinasi Capai 270 Juta Dosis pada Akhir 2021

Nasional
Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Jokowi: Perdagangan, Turisme, dan Investasi Harus Digerakkan, Jangan Terlambat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.