Jokowi: Hanya Ekonomi Papua dan Papua Barat yang Tumbuh Positif

Kompas.com - 01/09/2020, 13:19 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN/POOLPresiden Joko Widodo (kedua kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/7/2020).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebutkan, hampir semua provinsi di Indonesia mencatat kinerja ekonomi negatif akibat pandemi Covid-19.

Pada kuartal II tahun 2020, hanya Papua dan Papua Barat yang terhindar dari kontraksi ekonomi.

“Provinsi yang tertinggi pertumbuhan ekonominya adalah Papua 4,25 persen, Papua Barat 0,25 persen, yang positif hanya Papua dan Papua Barat,” kata Jokowi saat memberi pengarahan kepada para gubernur lewat konferensi video dari Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: Jokowi Sebut Vaksin Merah Putih Siap Diproduksi Pertengahan 2021

Di urutan ketiga terbaik, ada Sulawesi Tengah pada posisi minus 0,06 persen.

Sementara itu, Bali menjadi provinsi yang perekonomiannya terdampak pandemi paling parah. Pada kuartal II, Pulau Dewata mengalami kontraksi 10,98 persen.

“Ini karena memang turis wisata itu betul-betul sangat mendominasi ekonomi di Bali, sehingga kelihatan sekali pertumbuhan ekonomi di Bali berkontraksi begitu sangat tajam,” kata Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, ada dua provinsi lain yang perekonomiannya terkontraksi cukup dalam, yakni DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

Pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota minus 8,22 persen, sedangkan DIY minus 6,74 persen.

Adapun secara nasional, ekonomi RI terkontraksi ke minus 5,32 persen pada kuartal II-2020.

Jokowi mengingatkan, Indonesia bisa masuk ke jurang resesi jika ekonomi pada kuartal III kembali terkontraksi.

Oleh karena itu, Jokowi meminta pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi belanja modal, barang dan jasa, serta bantuan sosial.

Baca juga: Sri Mulyani: di Negara Lain Kontraksi Ekonomi Bisa Puluhan Persen

Kepala Negara merasa yakin bahwa belanja pemerintah dapat membantu Indonesia menghindari resesi ekonomi.

"Terutama yang berkaitan dengan belanja barang, belanja modal, belanja bansos ini betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomi di daerah,” kata Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.