Unicef Indonesia Ingatkan Potensi Merebaknya Penyakit jika Imunisasi Rendah Saat Pandemi

Kompas.com - 31/08/2020, 19:46 WIB
Pemberian imunisasi dasar anak sesuai jadwal tetap perlu diusahakan meski dalam kondisi pandemi. SHUTTERSTOCKPemberian imunisasi dasar anak sesuai jadwal tetap perlu diusahakan meski dalam kondisi pandemi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Spesialis Imunisasi Unicef Indonesia, Kenny Peetosutan mengatakan, ada potensi kembali merebaknya berbagai penyakit jika tingkat cakupan imunisasi untuk anak rendah.

Namun, hal tersebut bisa terjadi jika tingkat cakupan bertahan dalam kondisi rendah dalam waktu yang lama.

"Bila cakupan imunisasi rendah dalam waktu yang cukup lama, ada kemungkinan penyakit-penyakit yang bisa dicegah (oleh imunisasi) itu muncul kembali ke permukaan," ujar Kenny dalam talkshow daring bersama Satgas Penanganan Covid-19 yang ditayangkan di saluran YouTube BNPB, Senin (31/8/2020).

Baca juga: Yuri: Vaksin Covid-19 untuk Memutus Penularan, Bukan untuk Imunisasi

Penyakit yang dimaksud antara lain campak, polio, difteri hingga TBC.

Menurut Kenny, jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi adalah berbagai penyakit yang proses penularannya secara cepat.

Sehingga, dikhawatirkan bila nantinya bisa menjadi wabah di tengah situasi pandemi.

"Menangani wabah di masa pandemi ini sangat sulit. Jadi akan menjadi beban ganda baik buat si anak maupun orangtua," kata Kenny.

Pada Juli 2020, Unicef Indonesia bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalukan survei daring terhadap 12.000 responden di Indonesia.

Survei ini bertujuan mengetahui persepsi para orangtua yang punya anak yang berusia di bawah dua tahun terhadap imunisasi di masa pandemi.

Baca juga: Menkes: Implikasi Vaksinasi Covid-19 Tak Hanya Anggaran, tetapi Juga Politis

Menurut Kenny, dari 12.000 responden tersebut, hanya 7.000 responden yang mengisi poin-poin survei secara lengkap.

"Hasilnya menunjukkan banyak dari responden yang sebenarnya paham tentang manfaat imunisasi," tuturnya.

"Kemudian, sekitar 60 persen dari responden ingin tetap melakukan imunisasi untuk anaknya meski sedang pandemi," kata Kenny.

Merujuk kepada hasil tersebut, Unicef Indonesia menyarankan fasilitas kesehatan dan para orangtua memperhatikan protokol kesehatan untuk imunisasi.

Antara lain, pembatasan jumlah peserta imunisasi, menjaga jarak selama proses imunisasi, menerapkan janji temu sebelum jadwal imunisasi.

"Selain itu, protokol memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan juga perlu diterapkan. Semua layanan kesehatan harus memperhatikan itu," kata Kenny.

Baca juga: WHO dan UNICEF Ingatkan Bahaya Turunnya Imunisasi karena Corona

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan, menjadi sehat adalah hak semua anak Indonesia.

Menurut dia, imunisasi merupakan salah satu cara mencegah penularan penyakit pada anak.

"Kita semua telah sepakat, sudah memahami betul bahwa imunisasi ini penting. Hanya sekarang bagaimana mengatur oprasionalnya dalam kondisi pandemi ini. Tentunya protokol kesehatan harus dipenuhi supaya tetap aman," ujar Yuri.

Dia pun menegaskan, pelaksanaan imunisasi harus memberikan rasa aman bagi ibu/orangtua dan anak.

Namun, dia mengingatkan bahwa rasa aman tidak bisa hanya berasal dari klaim sepihak penyedia layanan kesehatan.

"Pelaksanaan imunisasi harus memberikan rasa aman untuk ibunya dan balitanya. Ini yang harus kita penuhi," tutur Yuri.

"Jadi bukan aman menurut supply kita, tapu harus betul-betul memiliki rasa aman yang bisa dimunculkan dari keluarga itu," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Penanggulangan Bencana, Luhut: Pemerintah Daerah Jangan Berpikir Ini Tugas Pusat

Soal Penanggulangan Bencana, Luhut: Pemerintah Daerah Jangan Berpikir Ini Tugas Pusat

Nasional
Jokowi Persilakan Teknologi Didatangkan dari Perusahaan Luar, Asalkan...

Jokowi Persilakan Teknologi Didatangkan dari Perusahaan Luar, Asalkan...

Nasional
Mahfud Minta Menteri dan Gubernur Tindak Tegas Pembakar Hutan

Mahfud Minta Menteri dan Gubernur Tindak Tegas Pembakar Hutan

Nasional
Ada Lembaga Masih Minta Fotokopi KTP-el, Ini Dugaan Dirjen Dukcapil

Ada Lembaga Masih Minta Fotokopi KTP-el, Ini Dugaan Dirjen Dukcapil

Nasional
BRGM Siap Percepat Penanaman Mangrove di 9 Provinsi

BRGM Siap Percepat Penanaman Mangrove di 9 Provinsi

Nasional
Demokrat Beberkan Syarat KLB yang Sah, Salah Satunya Disetujui SBY

Demokrat Beberkan Syarat KLB yang Sah, Salah Satunya Disetujui SBY

Nasional
Gaungkan Benci Produk Luar Negeri Jadi Polemik, Jokowi: Gitu Aja Rame

Gaungkan Benci Produk Luar Negeri Jadi Polemik, Jokowi: Gitu Aja Rame

Nasional
UPDATE: Tambah 2 di Kuwait, Total 3.705 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 2 di Kuwait, Total 3.705 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Cerita Jokowi Setiap Hari Telpon Kepala BKPM untuk Pantau Investasi

Cerita Jokowi Setiap Hari Telpon Kepala BKPM untuk Pantau Investasi

Nasional
Bapilu: Tak Ada KLB di Demokrat, jika Ada Itu Ilegal

Bapilu: Tak Ada KLB di Demokrat, jika Ada Itu Ilegal

Nasional
[POPULER NASIONAL] TNI Amankan Wanita yang Pamer Mobil Dinas Berplat Bodong | Marzuki Alie Datang ke KLB Demokrat karena Dipecat

[POPULER NASIONAL] TNI Amankan Wanita yang Pamer Mobil Dinas Berplat Bodong | Marzuki Alie Datang ke KLB Demokrat karena Dipecat

Nasional
Demonstrasi di Myanmar Ada Korban Jiwa, Evakuasi WNI Dinilai Belum Perlu

Demonstrasi di Myanmar Ada Korban Jiwa, Evakuasi WNI Dinilai Belum Perlu

Nasional
KBRI Yangon Minta WNI di Myanmar Tetap Tenang dan Berdiam di Rumah

KBRI Yangon Minta WNI di Myanmar Tetap Tenang dan Berdiam di Rumah

Nasional
Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pengadaan Eskalator DPRD Kabupaten Bontang

Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pengadaan Eskalator DPRD Kabupaten Bontang

Nasional
Ketika Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri tetapi Gelar Karpet Merah untuk Investor Asing

Ketika Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri tetapi Gelar Karpet Merah untuk Investor Asing

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X