Kejaksaan Tangkap Buron Kasus Korupsi Pembangunan Dermaga Desa di Lingga, Kepri

Kompas.com - 31/08/2020, 11:42 WIB
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono Saat ditemui di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (24/8/2020) sore. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOKepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono Saat ditemui di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (24/8/2020) sore.
Penulis Devina Halim
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim intelijen gabungan Kejaksaan Agung menangkap seorang buronan kasus korupsi bernama Bertha Romius Yasin alias Romi (46) pada Minggu (30/8/2020) di Batam, Kepulauan Riau.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, Romi yang buron sejak tahun 2011 merupakan terpidana kasus korupsi terkait pembangunan dermaga di Lingga, Kepri.

"Yang bersangkutan (Romi) merupakan terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan dermaga Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2008," kata Hari melalui keterangan tertulis, Senin (31/8/2020).

Romi divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Tanjung Pinang di tahun 2011. Sidangnya digelar secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa.

Baca juga: Komisi Kejaksaan Duga Ada Keterlibatan Pihak Lebih Kuat dari Pinangki

Majelis hakim pada PN Tanjung Pinang memvonis Romi dengan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, Romi juga dijatuhi hukuman tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 634.370.478.

Jaksa dapat menyita dan melelang harta Romi apabila uang pengganti tidak dibayar dalam waktu maksimal satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

Apabila harta benda tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti, Romi dipidana dengan enam bulan kurungan.

Hari mengungkapkan, kerugian negara akibat kasus yang melibatkan Romi tersebut mencapai Rp 2,2 miliar.

"Buronan semenjak tahun 2011 ini telah merugikan keuangan negara Cq. Pemerintah Kabupaten Lingga sebesar Rp 2.222.443.109 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut," tutur dia.

Baca juga: 6 Fakta Olah TKP Kebakaran Kejaksaan Agung, dari Cek Konstruksi Gedung hingga Ambil Sampel Abu

Penangkapan Romi merupakan bagian dari Program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 yang dicetuskan Bidang Intelijen Kejaksaan RI.

Program tersebut memburu buronan pelaku kejahatan, baik dalam daftar pencarian orang (DPO) milik Kejaksaan maupun instansi penegak hukum yang lain.

"Melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X