BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan PT. Bintang Toedjoe

Punya Manfaat sebagai Immunodulator, Jahe Merah Segera Diuji Klinis

Kompas.com - 28/08/2020, 18:46 WIB
Ilustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19 ShutterstockIlustrasi vaksin virus corona, vaksin Covid-19

KOMPAS.com – Beberapa waktu terakhir, media sosial Indonesia dihebohkan dengan kontroversi video di kanal Youtube musisi Anji dengan Hadi Pranoto.

Dalam video berjudul “Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!! (Part 1)” itu, Hadi Pranoto disebut sebagai profesor dan pakar mikrobiologi yang mengklaim sudah menemukan antibodi Covid-19. Obat tersebut bahkan ia sebut mampu mencegah dan menyembuhkan Covid-19 hanya dalam hitungan hari.

Dalam video yang diunggah pada 31 Juli 2020 itu, Hadi menyebutkan, cairan antibodi Covid-19 yang ditemukannya itu telah menyembuhkan banyak orang dari infeksi virus corona.

Sontak, klaim Hadi tersebut menarik perhatian banyak orang dan namanya pun menjadi trending di dunia maya. Pasalnya, banyak orang yang meragukan soal kredibilitas Hadi Pranoto serta klaim obat Covid-19 yang dipertanyakan uji klinisnya.

Merespons klaim Hadi Pranoto tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan, hingga saat ini BPOM tidak pernah memberikan persetujuan untuk obat herbal dengan klaim mengobati Covid-19.

"Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat mengobati segala jenis penyakit, termasuk untuk infeksi Covid-19," kata Penny dikutip dari Kompas.com, Senin (3/8/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Soal Klaim Hadi Pranoto, BPOM Tegaskan hingga Saat Ini Belum Keluarkan Izin Obat Covid-19

Menurut Penny, sebelum produk obat dan makanan mendapatkan nomor izin edar (NIE) dari BPOM. Produk-produk tersebut harus melewati tahap evaluasi terkait aspek keamanan, khasiat, dan mutunya.

"Jika memang memenuhi persyaratan, produk obat dan makanan bisa mendapatkan nomor izin edar Badan POM," imbuhnya.

Harus melewati uji klinis

Selain itu, Penny menegaskan, klaim khasiat suatu obat harus dibuktikan melalui data empiris atau secara ilmiah lewat uji praklinis dan uji klinis sebelum beredar di masyarakat.

Uji praklinis merupakan tahap yang meneliti zat serta kandungan apa saja yang terkandung dalam obat. Pada tahap ini juga akan dilakukan uji coba kepada hewan yang memiliki gen serupa dengan manusia.

Mengutip Kompas.com, Kamis (23/7/2020), pengujian tersebut bisa dilakukan ke berbagai jenis hewan, seperti marmut dan monyet. Tujuannya, melihat apakah khasiat obat tersebut terbukti di hewan dan aman untuk manusia.

Setelah itu, dilakukan uji klinis pada manusia yang meliputi 3 fase, yakni fase I, II, dan III. Uji klinis fase I akan melibatkan 50-100 orang untuk melihat keamanannya. Jika lulus, baru bisa dilanjutkan ke fase II.

Baca juga: Kenapa Vaksin Virus Corona dari China Diuji di Indonesia? Ini Penjelasan Bio Farma

Pada fase II, uji klinis akan melibatkan 100-400 orang untuk melihat efektivitas obat tersebut, seperti dapat menghasilkan kekebalan, efektivitas penyembuhan, hingga melihat efek samping.

Pada uji fase III, obat kembali di ujikan kepada ribuan orang untuk lagi-lagi menguji khasiat, efektivitas, serta reaksi atau efek samping yang muncul.

Tahapan uji praklinis dan uji klinis tersebut tidak hanya berlaku untuk obat kimia dan vaksin, tapi juga berlaku untuk obat dan ramuan herbal.

Jahe merah segera diuji klinis

Contohnya, sejak pandemi virus corona merebak, pamor tanaman herbal jahe merah naik dan banyak diburu masyarakat karena disebut-sebut bisa membantu menjaga daya tahan tubuh terhadap virus corona.

Jahe merah atau Zingiber officinale var. rubrum merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe berwarna merah dengan ukuran yang lebih kecil dari jahe putih.

Mengutip laman biotek.lipi.go.id, jenis jahe ini merupakan varietas unggul karena memiliki kandungan senyawa aktif lebih tinggi dibandingkan varietas jahe lainnya sehingga lazim digunakan sebagai bahan baku obat-obatan tradisional.

Baca juga: Echinacea, Tanaman Herbal Eropa dan Amerika untuk Immunomodulator

Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra mengatakan, jahe merah memiliki manfaat sebagai immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia.

Masih mengutip sumber yang sama, kandungan gingerol dan shogaol merupakan senyawa yang membuat jahe merah memiliki efek immunomodulator.

Menurut Masteria, efek tersebut mungkin bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan penyakit akibat virus corona. Jahe merah juga memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan.

Jahe merah merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe yang memiliki efek immunomodulator Dok. PT Bintang Toedjoe Jahe merah merupakan salah satu jenis tanaman rimpang jahe yang memiliki efek immunomodulator

“Secara umum, corona virus menyebabkan gejala peradangan berlebih pada paru-paru. Aktivitas anti-inflamasi yang dimiliki oleh jahe merah dapat meredakan gejala tersebut,” kata Masteria.

Selain untuk daya tahan tubuh, jahe merah juga diketahui memiliki berbagai manfaat lain, seperti menurunkan tekanan darah, antibakteri, menurunkan asam urat, menurunkan kadar kolesterol, dan afrodisiak.

Jahe merah pun bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis degeneratif, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes pada orang-orang lanjut usia (lansia).

Karena berbagai manfaat tersebut, PT Bintang Toedjoe berinisiatif akan melakukan tahap uji klinis terhadap khasiat tanaman obat asli Indonesia jahe merah sebagai immunomodulator Covid-19.

Dalam melakukan tahap uji klinis itu, PT Bintang Toedjoe akan bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Baca juga: Obat Corona, Ini Update Immunomodulator Herbal LIPI untuk Pasien Covid-19

Selain itu, pada Senin, 31 Agustus 2020 mendatang akan diadakan pula webinar yang membahas penegakkan Hoax atau Fakta Uji klinis Jahe Merah sebagai Immunodulator untuk pasien Covid-19.

Untuk diketahui, PT Bintang Toedjoe adalah perusahaan farmasi yang menghasilkan produk obat-obatan dan jamu yang banyak memanfaatkan tanaman herbal. Contohnya, produk Bejo Jahe Merah dan Bejo Susu Jahe Merah yang memiliki kandungan jahe merah di dalamnya.

Untuk memproduksi kedua produk tersebut, PT Bintang Toedjoe bekerja sama dengan lebih dari 10.000 petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Ekosistem kerja sama itu terbentuk sejak 2015 dengan menggandeng pemerintah dan partner-partner extractor untuk memastikan standar kualitas ekstrak jahe merah.

Bagi Anda yang tertarik mengikuti webinar uji klinis jahe merah yang diselenggarakan PT Bintang Toedjoe tersebut, bisa mendaftarkan diri melalui link ini. Sementara itu, khusus untuk peserta dari kalangan dokter, pendaftaran dilakukan lewat link ini.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Semoga Pelantikan Pengurus Jadi Momentum Energi Baru untuk PKP

Jokowi: Semoga Pelantikan Pengurus Jadi Momentum Energi Baru untuk PKP

Nasional
Atlet Paralimpiade Indonesia Berjaya di Tokyo, Ini Janji Mensos untuk Mereka

Atlet Paralimpiade Indonesia Berjaya di Tokyo, Ini Janji Mensos untuk Mereka

Nasional
Oktober, Fitur PeduliLindungi Ada di Gojek, Tokopedia, hingga Jaki

Oktober, Fitur PeduliLindungi Ada di Gojek, Tokopedia, hingga Jaki

Nasional
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dijemput KPK, MKD: Di Luar Dugaan Kami

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dijemput KPK, MKD: Di Luar Dugaan Kami

Nasional
Wapres Ingatkan Revisi UU ASN Jangan Sampai Lemahkan Reformasi Birokrasi

Wapres Ingatkan Revisi UU ASN Jangan Sampai Lemahkan Reformasi Birokrasi

Nasional
Kuasa Hukum ICW dan Fatia Datangi Komnas HAM, Minta Perlindungan Pekerja HAM

Kuasa Hukum ICW dan Fatia Datangi Komnas HAM, Minta Perlindungan Pekerja HAM

Nasional
Dijemput Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Tiba di Gedung Merah Putih

Dijemput Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Puan: Vaksin Kita Banyak, Jangan Sampai Tidak Disuntikkan

Puan: Vaksin Kita Banyak, Jangan Sampai Tidak Disuntikkan

Nasional
Ketua KPK: Azis Syamsuddin Sudah Dibawa ke Gedung KPK

Ketua KPK: Azis Syamsuddin Sudah Dibawa ke Gedung KPK

Nasional
Kemenkes: Hampir 9.000.000 Orang yang Gunakan PeduliLindungi

Kemenkes: Hampir 9.000.000 Orang yang Gunakan PeduliLindungi

Nasional
Epidemiolog Sebut Masih Banyak Masyarakat di Papua Percaya Covid-19 dari Roh Jahat

Epidemiolog Sebut Masih Banyak Masyarakat di Papua Percaya Covid-19 dari Roh Jahat

Nasional
Beri Apresiasi Atlet Paralimpiade, Mensos Risma Janji Bangun Tempat Latihan

Beri Apresiasi Atlet Paralimpiade, Mensos Risma Janji Bangun Tempat Latihan

Nasional
KTP Dinilai Bisa Jadi Alternatif agar Warga Bisa Beraktivitas meski Tak Punya Aplikasi PeduliLindungi

KTP Dinilai Bisa Jadi Alternatif agar Warga Bisa Beraktivitas meski Tak Punya Aplikasi PeduliLindungi

Nasional
KPK Geledah 3 Lokasi di Probolinggo Terkait Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

KPK Geledah 3 Lokasi di Probolinggo Terkait Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

Nasional
Dilantik Jadi Jubir Kantor Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah: Gedung Merah Putih Dibajak

Dilantik Jadi Jubir Kantor Pemberantasan Korupsi, Febri Diansyah: Gedung Merah Putih Dibajak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.