Wapres Ingatkan Strategi Komunikasi soal Kehalalan Vaksin Covid-19

Kompas.com - 27/08/2020, 17:13 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara 1st International Conference on Islamic Civilization (1st ICIC) yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) secara daring, Kamis (27/8/2020). Dok. KIP/SetwapresWakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara 1st International Conference on Islamic Civilization (1st ICIC) yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) secara daring, Kamis (27/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan PT Bio Farma, yang sedang bekerja sama dengan Sinovac dalam pengembangan vaksin Covid-19, untuk menyiapkan strategi komunikasi kepada masyarakat soal kehalalan vaksin.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf saat melakukan pertemuan dengan pihak Bio Farma secara virtual di rumah dinas, Kamis (27/8/2020).

"Tentu siapkan juga soal startegi komunikasinya untuk sampaikan bahwa persoalan kehalalan produk vaksin Covid-19 ini tidak ada masalah sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya halal atau tidak. Ini jangan jadi masalah," kata dia.

Ma'ruf mengatakan, penjelasan kepada masyarakat terkait vaksin Covid-19 tersebut dibutuhkan agar tidak mengulang kesalahan yang sama seperti yang pernah terjadi pada vaksin Measles-Rubella (MR) beberapa waktu lalu.

Baca juga: Wapres Minta Sertifikasi Halal Vaksin Covid-19 Bio Farma Mulai Diproses

Ia mengatakan, vaksin tersebut sudah beredar tetapi soal kehalalannya belum rampung, padahal hal itu bisa diselesaikan.

"Ada aspek-aspek yang memang normal dan tidak normal. Dalam keadaan darruat, ada solusi sendiri tapi karena tidak diproses jadi terhambat. Ketika terhambat jadi masalah dan opini di masyarakat," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berkaca dari pengalaman itulah, Ma'ruf meminta komunikasi untuk menyosialisasikan vaksin Covid-19 ke masyarakat bisa dilakukan dengan baik.

Hal tersebut supaya tidak menjadi hambatan dalam pemakaian vaksinnya.

Baca juga: Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

"Persoalan Covid-19 ini persoalan kehidpuan bangsa kita baik soal kesehatan, sosial, dan ekonomi. Kuncinya vaksin dan vaksin harus di-back up oleh sertifikat halal," kata dia.

Adapun pemerintah menargetkan vaksin Covid-19 dapat diproduksi sendiri oleh Bio Farma pada tahun depan.

Dalam setahun, Bio Farma ditargetkan mampu memproduksi 250 juta dosis.

Produksi akan dilakukan setelah uji klinis tahap ketiga tuntas dilakukan.

Ditargetkan, uji klinis itu selesai pada Januari 2021, sehingga Bio Farma bisa langsung memproduksi vaksin virus corona pada kuartal I-2021.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.