Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wapres: Akibat Pandemi Covid-19, Tantangan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Semakin Besar

Kompas.com - 27/08/2020, 13:05 WIB
Deti Mega Purnamasari,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, tantangan pembangunan ekonomi berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) semakin besar akibat pandemi Covid-19.

Ia mengatakan, pencapaian SDGs akibat pandemi ini berdampak pada beberapa sektor, antara lain meningkatnya angka kemiskinan, ketimpangan, hingga kualitas pendidikan

"Saat ini adanya pandemi Covid-19 membuat tantangan pembangunan dan ekonomi berkelanjutan semakin besar. Dalam konteks pencapaian SDGs, pandemi ini berdampak pada peningkatan angka kemiskinan dan ketimpangan, mengurangi kemajuan kualitas pendidikan," ujar Ma'ruf saat menjadi keynote speaker di acara 1st International Conference on Islamic Civilization (1st ICIC) yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) secara daring, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Maruf: Ekonomi Berkelanjutan Jadi Jawaban atas Kritik yang Sebut Kegiatan Ekonomi Eksplotatif

Ma'ruf mengatakan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada melebarnya disparitas gender, berkurangnya kesempatan kerja, serta mengurangi pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian, Ma'ruf menilai, pandemi yang tengah terjadi ini dapat dimanfaatkan untuk perbaikan dan percepatan pencapaian SDGs pasca-pandemi.

"Memang benar pandemi ini menyebabkan beban masyarakat bertambah, sementara roda perekonomian menjadi lebih lambat, tetapi justru dalam situasi ini, konsep ekonomi berkelanjutan menjadi jauh lebih penting," kata dia.

Ia mencontohkan, pandemi Covid-19 menjadi kesempatan baik untuk menggunakan sumber daya yang ada dengan lebih efisien.

Kemudian, di bidang kesehatan, pandemi juga dapat menjadi momentum untuk memahami pentingnya menjaga dan memperbaiki kualitas kesehatan, di antaranya menerapkan kebiasaan baru seperti menggunakan masker, menjaga jarak fisik, dan mencuci tangan.

"Hal itu dapat mengajarkan kita mengenai upaya promotif dan preventif kesehatan, sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan mengurangi beban pembiayaan kesehatan," ucap dia.

Baca juga: Wapres Maruf: Capaian Pembangunan Sebelum Covid-19 Membanggakan

Ma'ruf mengatakan, saat ini pemerintah juga sedang berupaya mendorong konsep keberlanjutan untuk diimplementasikan dalam perekonomian di Tanah Air.

Konsep yang digunakan adalah triple bottom line atau 3 P (people, planet, profit) yang secara umum mendorong agar kegiatan ekonomi dapat memperhatikan manusia, lingkungan, dan keuntungan secara seimbang.

"Pelaku ekonomi, termasuk usaha raksasa didorong agar mengadopsi konsep ini dalam setiap kegiatan usahanya," ucap dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Menpan-RB Minta Pemprov Kalbar Optimalkan Potensi Daerah untuk Wujudkan Birokrasi Berdampak

Menpan-RB Minta Pemprov Kalbar Optimalkan Potensi Daerah untuk Wujudkan Birokrasi Berdampak

Nasional
Prabowo Mau Kasih Kejutan Jatah Menteri PAN, Zulhas: Silakan Saja, yang Hebat-hebat Banyak

Prabowo Mau Kasih Kejutan Jatah Menteri PAN, Zulhas: Silakan Saja, yang Hebat-hebat Banyak

Nasional
Selain Bima Arya, PAN Dorong Desy Ratnasari untuk Maju Pilkada Jabar

Selain Bima Arya, PAN Dorong Desy Ratnasari untuk Maju Pilkada Jabar

Nasional
Perkecil Kekurangan Spesialis, Jokowi Bakal Sekolahkan Dokter RSUD Kondosapata Mamasa

Perkecil Kekurangan Spesialis, Jokowi Bakal Sekolahkan Dokter RSUD Kondosapata Mamasa

Nasional
Penetapan Prabowo-Gibran Besok, KPU Undang Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud

Penetapan Prabowo-Gibran Besok, KPU Undang Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud

Nasional
Amanat Majelis Syura Gulirkan Hak Angket di DPR, Presiden PKS Sebut Lihat Realitanya

Amanat Majelis Syura Gulirkan Hak Angket di DPR, Presiden PKS Sebut Lihat Realitanya

Nasional
Zulhas Sebut Tak Ada Tim Transisi, Prabowo Mulai Kerja sebagai Presiden Terpilih

Zulhas Sebut Tak Ada Tim Transisi, Prabowo Mulai Kerja sebagai Presiden Terpilih

Nasional
Menyoal Tindak Lanjut Pelanggaran Pemilu yang Formalistik ala Bawaslu

Menyoal Tindak Lanjut Pelanggaran Pemilu yang Formalistik ala Bawaslu

Nasional
PDI-P Sebut Jokowi dan Gibran Tak Lagi Kader, Zulhas: Sudah Ada Rumahnya, PAN ...

PDI-P Sebut Jokowi dan Gibran Tak Lagi Kader, Zulhas: Sudah Ada Rumahnya, PAN ...

Nasional
Saksi Sebut Pemenang Lelang Proyek Tol MBZ Sudah Diatur

Saksi Sebut Pemenang Lelang Proyek Tol MBZ Sudah Diatur

Nasional
PAN Prioritaskan Kader Sendiri untuk Maju Pilkada 2024

PAN Prioritaskan Kader Sendiri untuk Maju Pilkada 2024

Nasional
Jokowi Tinjau Pasar Tumpah Mamasa, Cek Harga dan Berencana Bangun Pasar Baru

Jokowi Tinjau Pasar Tumpah Mamasa, Cek Harga dan Berencana Bangun Pasar Baru

Nasional
PKS: Selamat Bertugas Prabowo-Gibran

PKS: Selamat Bertugas Prabowo-Gibran

Nasional
Pengamat: Prabowo-Gibran Punya PR Besar karena Kemenangannya Dibayangi Kontroversi

Pengamat: Prabowo-Gibran Punya PR Besar karena Kemenangannya Dibayangi Kontroversi

Nasional
Kementerian KP Gandeng Kejagung Implementasikan Tata Kelola Penangkapan dan Budi Daya LobsterĀ 

Kementerian KP Gandeng Kejagung Implementasikan Tata Kelola Penangkapan dan Budi Daya LobsterĀ 

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com