Pemerintah akan Buka Bioskop, Ahli: Waktunya Belum Pas

Kompas.com - 26/08/2020, 18:53 WIB
Ilustrasi menoton di bioskop, nonton bioskop. SHUTTERSTOCK/Den RozhnovskyIlustrasi menoton di bioskop, nonton bioskop.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menilai, belum saatnya pemerintah membuka bioskop dalam waktu dekat saat pandemi virus corona atau Covid-19 masih terjadi.

Sebab, di beberapa daerah termasuk kawasan Jabodetabek, masih melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penularan Covid-19.

"Saya pikir waktunya belum pas karena PSBB masih diterapkan di DKI maupun di Bodetabek," kata Hermawan kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Rangkuman PSBB Dua Pekan Terakhir: Positivity Rate Tembus 10 Persen, Pemprov DKI Akan Buka Bioskop

Hermawan menilai, pembukaan bioskop berpotensi membuat penularan Covid-19 di Indonesia semakin tinggi.

Ia menjelaskan, bioskop merupakan ruangan tertutup dan memiliki suhu yang cukup dingin.

Kondisi seperti itu, menurut dia, justru bisa meningkatkan potensi penularan Covid-19 di Indonesia.

"Potensi justru semakin meninggi ya," ujar dia.

Baca juga: Satgas Covid-19: Bioskop Tidak Dibuka Serentak

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pembukaan bioskop berkontribusi untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

Pasalnya, masyarakat merasa bahagia ketika menonton film di bioskop. Perasaan bahagia itu berpengaruh pada meningkatnya imunitas tubuh yang bisa memperkecil risiko terpapar Covid-19.

"Bahwa bioskop dan sinema memang memiliki karakteristik dan kontribusi penting, terutama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat karena imunitas masyarakat bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental fisik masyarakat juga ditingkatkan," kata Wiku dalam konferensi pers melalui YouTube BNPB, Rabu (26/8/2020).

Oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 tengah mempersiapkan pembukaan bioskop dalam waktu dekat.

Baca juga: Selama PSBB Transisi Jakarta, Pemprov DKI Terima Rp 1,79 Miliar Denda Pelanggar Masker

Nantinya, para karyawan dan penonton harus menjalankan protokol kesehatan apabila bioskop kembali dibuka.

Protokol kesehatan yang wajib dijalankan adalah menggunakan masker selama berada di area bioskop dan menjaga jarak minimal 1,5 meter antarpenonton.

"Pada saat nanti akan dijalankan dan sudah dijalankan, harus dilakukan monitoring dan evaluasi dengan baik agar semuanya betul aman dan berjalan dengan lancar," ucap Wiku.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X