Partai Demokrat Kembali Bergabung dalam Pembahasan RUU Cipta Kerja

Kompas.com - 26/08/2020, 09:57 WIB
Anggota DPR dari Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di Gedung DPR, Senin (1/7/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DAnggota DPR dari Partai Demokrat Hinca Pandjaitan di Gedung DPR, Senin (1/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan, partainya kembali mengirim anggota untuk membahas omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja di Badan Legislasi DPR.

Sebelumnya, Partai Demokrat menarik anggota fraksinya dari panitia kerja RUU sapu jagat tersebut.

Hinca menjelaskan, saat itu alasan Fraksi Partai Demokrat menarik anggota dari Panja RUU Cipta Kerja karena partainya ingin semua pihak fokus dalam penanganan Covid-19.

"Fraksi Partai Demokrat ingin semua pihak fokus ke penanganan dampak Covid-19, baik oleh pemerintah juga para kader termasuk anggota fraksi di dapil masing-masing," kata Hinca dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Serikat Pekerja Kembali Berunjuk Rasa di DPR, Tolak RUU Cipta Kerja dan PHK Massal

Hinca mengatakan, seiring berjalannya waktu, penanganan Covid-19 terus dilakukan, meski belum efektif baik dari sisi kesehatan dan ekonomi.

"Fraksi Partai Demokrat juga termasuk yang menyetujui pengesahan Perppu Nomor 1/2020 sebagai landasan hukum bagi pemerintah untuk bekerja fokus menangani Covid-19," ujarnya.

Kemudian, Hinca menjelaskan, Partai Demokrat akhirnya kembali mengirimkan anggota dalam Panja RUU Cipta Kerja, karena DPR RI telah menerapkan adaptasi baru atau new normal.

"Untuk itu, menjadi kewajiban politik anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat untuk melaksanakan tupoksinya (tugas, pokok, fungsi) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terkait Covid-19," tuturnya.

Baca juga: 4 Ancaman bagi Pekerja Kantoran jika RUU Cipta Kerja Disahkan...

Selain itu, Hinca mengatakan, dinamika pembahasan RUU Cipta Kerja yang menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat mendorong partainya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Fraksi Partai Demokrat harus siap tempur lagi di Baleg Panja RUU Ciptaker," ucapnya.

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini mengatakan, Fraksi Partai Demokrat mengirim tiga anggota untuk mewakili fraksi dalam pembahasan RUU Cipta Kerja.

"Tiga anggota FPD yg ditugaskan di Baleg RUU Ciptaker adalah Bambang Purwanto, Hinca IP Pandjaitan XIII, dan Benny K Harman," kata dia.

Baca juga: Sidang Gugatan Surpres soal Omnibus Law, Saksi: RUU Cipta Kerja Cacat Prosedur

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Mantan Wakil Ketua DPC Demokrat Ungkap Kejanggalan KLB Sumut, Moeldoko Langsung Terpilih hingga Pertanyakan KTA

Nasional
Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Saksi Ungkap Pembagian Jatah Paket Bansos Tergantung Permintaan Juliari

Nasional
Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Satgas Ingatkan Dampak Libur Panjang saat Pandemi: Dari Kasus Aktif Meningkat hingga Kematian Dokter Tinggi

Nasional
Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Cerita Kader Demokrat Diiming-imingi Rp 100 Juta untuk Ikut KLB, Nyatanya Cuma Terima Rp 5 Juta

Nasional
Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Terungkap Nama Pengusul Vendor Bansos Covid-19, Termasuk Juliari dan 2 Anggota DPR

Nasional
AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

AHY: Saya Tetap Hormati Moeldoko, tetapi...

Nasional
Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Kerumunan dalam KLB Demokrat di Deli Serdang Dilaporkan ke Polisi

Nasional
Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Saksi Sebut Fee Bansos Covid-19 Digunakan untuk Bayar Hotma Sitompul Rp 3 Miliar

Nasional
Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Pengakuan Mantan Kader Demokrat yang Ikut KLB: Moeldoko Jadi Anggota dengan Nomor Khusus

Nasional
Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Jhoni Allen: Moeldoko Tak Pernah Berpikir Jadi Ketum Demokrat, Kami yang Meminang

Nasional
KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

KSP: Saat ini yang Paling Mendesak adalah Pengesahan RUU PKS

Nasional
Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada 'Batch' Pertama

Indonesia Dapat 11.748.000 Vaksin Covid-19 dari Jalur Multilateral pada "Batch" Pertama

Nasional
AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

AHY: Saya Kecewa Moeldoko Terlibat...

Nasional
AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

AHY Sebut KLB Sumut Dihadiri 32 Mantan Ketua DPC yang Sudah Dicopot

Nasional
Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Menkes: Semua Kontak Erat Dua Kasus Covid-19 B.1.1.7 Negatif

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X