Kompas.com - 25/08/2020, 10:58 WIB
Penyanyi Giring Ganesha saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019)., KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi Giring Ganesha saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).,

JAKARTA, KOMPAS.com - Merespons rencana Plt Ketum PSI Giring Ganesha sebagai calon presiden, Wakil Sekertaris Jenderal PPP Achmad Baidowi mengatakan, tiap orang memiliki hak politik untuk dipilih dan memilih.

Namun, ia mengingatkan ada syarat-syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk maju sebagai capres.

"Terkait Giring maju pilpres, itu haknya dia silakan saja. Apakah bisa memenuhi ketentuan perundang-undangan, ya kita lihat nanti," kata Baidowi atau Awi saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).

Berdasarkan UU Pemilu Nomor 7/2017, beberapa syarat calon presiden di antaranya setia pada Pancasila, UUD, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika serta memiliki visi, misi, dan prpgram dalam melaksanakan pemerintahan Indonesia.

Baca juga: Giring Siap Maju Pilpres 2024, Pengamat Nilai Hanya Pemasaran Politik PSI

Kemudian, ada pula Peraturan KPU yang mengatur tiap pasangan capres-cawapres harus diusung partai atau gabungan partai dengan suara akumulatif 20 persen.

"Kalau syaratnya 20 persen kursi, ya bagaimana nanti bisa lolos sebagai capres. Berikutnya kontestasi nanti bisa menang atau tidak. Untuk memenuhi syarat pengusungan parpol saja belum tentu," tutur Awi.

Awi pun menilai tidak ada yang spesial dengan pengakuan Giring yang sudah berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo terkait niatnya maju capres.

Sementara itu, ia mengatakan PPP sendiri memiliki figur yang layak jadi capres atau cawapres pada 2024 nanti.

"Dan PPP banyak figur-figur yang layak jadi capres/cawapres yang pada saatnya akan kami sampaikan," ucap Awi.

Baca juga: Reaksi Rekan Artis Saat Giring Ganesha Bakal Maju di Pilpres 2024

Diberitakan, Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha merespons munculnya foto-foto di media sosial mengenai baliho dirinya sebagai calon presiden 2024.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Istiqlal Siapkan Fasilitas yang Permudah Penyandang Disabilitas Beribadah

Masjid Istiqlal Siapkan Fasilitas yang Permudah Penyandang Disabilitas Beribadah

Nasional
Staf Khusus Presiden: Apapun Isu yang Beredar, soal Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden

Staf Khusus Presiden: Apapun Isu yang Beredar, soal Reshuffle Sepenuhnya Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Kasus Eks Dirut Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, Polri Sudah Periksa 26 Saksi dan 3 Ahli

Kasus Eks Dirut Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, Polri Sudah Periksa 26 Saksi dan 3 Ahli

Nasional
Gubernur: 1.023 KK yang mengungsi akibat Bencana di NTT

Gubernur: 1.023 KK yang mengungsi akibat Bencana di NTT

Nasional
Jokowi Jelaskan Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Jokowi Jelaskan Alasan Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021

Nasional
Jokowi: Saya Paham Kita Rindu Sanak Saudara, tapi Mari Utamakan Keselamatan

Jokowi: Saya Paham Kita Rindu Sanak Saudara, tapi Mari Utamakan Keselamatan

Nasional
Jokowi Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Seluruh Masyarakat

Jokowi Tegaskan Larangan Mudik Berlaku untuk Seluruh Masyarakat

Nasional
Gubernur Viktor Pastikan Desain Kebijakan Pembangunan di NTT Segera Dilakukan

Gubernur Viktor Pastikan Desain Kebijakan Pembangunan di NTT Segera Dilakukan

Nasional
UPDATE 16 April: Sebaran 5.363 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi Jawa Barat

UPDATE 16 April: Sebaran 5.363 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi Jawa Barat

Nasional
UPDATE 16 April: 5,81 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, 10,7 Juta Dosis Pertama

UPDATE 16 April: 5,81 Juta Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Kedua, 10,7 Juta Dosis Pertama

Nasional
LIVE STREAMING: Jokowi Beri Paparan soal Larangan Mudik Lebaran

LIVE STREAMING: Jokowi Beri Paparan soal Larangan Mudik Lebaran

Nasional
Sebut Mispersepsi, Mendikbud: Tak Ada Maksud Ubah Mata Kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia

Sebut Mispersepsi, Mendikbud: Tak Ada Maksud Ubah Mata Kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia

Nasional
UPDATE 16 April: Pemerintah Telah Periksa 13.711.972 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 16 April: Pemerintah Telah Periksa 13.711.972 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 16 April: Ada 107.297 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 April: Ada 107.297 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 16 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.444.229

UPDATE 16 April: Pasien Sembuh Covid-19 Capai 1.444.229

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X