Rencana Giring Maju pada Pilpres 2024 Dinilai Terbentur Syarat Pencalonan oleh PSI

Kompas.com - 25/08/2020, 09:53 WIB
Vokalis band Nidji Giring Ganesha mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hari ini, Giring menjalani seleksi terbuka bakal caleg PSI oleh panelis independen di kantor DPP PSI, Jakarta, Minggu (5/11/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRVokalis band Nidji Giring Ganesha mendaftar sebagai bakal calon anggota legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Hari ini, Giring menjalani seleksi terbuka bakal caleg PSI oleh panelis independen di kantor DPP PSI, Jakarta, Minggu (5/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti dan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies, Arya Fernandes mengatakan, berat bagi Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha untuk bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.

Sebab, kata Arya, PSI akan kesulitan memenuhi syarat pencalonan presiden. Salah satunya standar ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen suara nasional atau 25 persen kursi parlemen.

"Pertama, sangat kesulitan untuk dicalonkan, karena terbentur persyaratan pencalonan, yang 25 persen suara sah. Sementara suara PSI tak sampai 2 persen," kata Arya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Deklarasi Giring Ganesha Nyapres pada 2024: Modal Mimpi, Dukungan Jokowi, dan Cekaknya Suara PSI

Arya menilai, PSI juga akan kesulitan membangun koalisi dengan partai-partai politik.

Sebab, partai-partai politik terutama yang memiliki kursi di parlemen ingin mencalonkan kader terbaik mereka.

"Sangat sulit bagi PSI membentuk koalisi dengan partai-partai, partai-partai yang punya kursi di parlemen tentu ingin mencalonkan kader mereka ketum mereka," ujarnya.

Menurut Arya Fernandes, Giring juga akan bertarung dengan para kandidat yang lebih memiliki pengalaman politik praktis, misalnya kepala daerah.

"Ya (Giring) popularitasnya sebagai musisi, tapi kapabilitas, kemampuan, pengalaman masih rendah sekali, masih baru," kata dia.

"Belum pernah jadi jabatan publik atau kepala daerah atau anggota DPR, langsung ke capres itu kan suatu yang nekat juga," ucap Arya.

Baca juga: Modal Giring Ikut Pilpres 2024: Semangat dan Mimpi Besar

Lebih lanjut, Arya menilai, rencana Giring yang ingin maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024 hanya untuk pemasaran politik PSI.

"Karena dari sisi matematika politik ini sangat sulit bagi giring untuk mencalonkan diri, kalau persyaratannya belum berubah," kata dia.

Sebelumnya, Giring Ganesha merespons munculnya foto-foto di media sosial mengenai baliho dirinya sebagai calon presiden 2024.

Giring pun membenarkan kabar tersebut dan menyebut bahwa ia hendak mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2024.

"Ya, saya memang mencalonkan diri menjadi calon presiden Republik Indonesia di 2024," kata Giring dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Giring Ganesha: Ya, Saya Mencalonkan Diri Jadi Calon Presiden pada Pilpres 2024

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X