Deklarasi Giring Ganesha Nyapres pada 2024: Modal Mimpi, Dukungan Jokowi, dan Cekaknya Suara PSI

Kompas.com - 25/08/2020, 05:37 WIB
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8/2020). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaPelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha dalam konferensi pers virtual, Senin (24/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, media sosial diramaikan oleh foto-foto baliho Giring Ganesha sebagai calon presiden 2024.

Pada baliho itu tertulis "Giring untuk Presiden 2024".

Terpampang pula foto wajah Giring dan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Di PSI Giring menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum yang menggantikan posisi Grace Natalie.

Publik pun dibuat bertanya-tanya pada kebenaran informasi itu.

Baca juga: Modal Giring Ikut Pilpres 2024: Semangat dan Mimpi Besar

Pada Senin (24/8/2020), PSI menggelar konferensi pers dan membenarkan bahwa Giring hendak mencalonkan diri sebagai presiden 2024.

"Ya, saya memang mencalonkan diri menjadi calon presisen Republik Indonesia di 2024," kata Giring dalam konferensi pers virtual, Senin.

Banyak pemilih muda

Rencana pencalonan Giring sebagai presiden 2024 ini berangkat dari keinginan PSI mengisi ruang politik 2024 dengan anak-anak muda.

Setengah dari jumlah pemilih di Pilpres 2024 merupakan anak muda, sehingga anak mudalah yang mengerti kebutuhan mereka sendiri.

Namun demikian, anak muda Indonesia juga mengerti tantangan global, tantangan setiap keluarga Indonesia, tantangan setiap komunitas yang ada, serta tantangan setiap daerah.

"Oleh karena itu bagaimana kalau yang memimpin bukan anak muda, siapa yang lebih mengerti tentang kebutuhan anak muda itu sendiri," ujar Giring.

Menurut Giring, meski Pilpres baru digelar 4 tahun lagi, rencana pencalonan dirinya ini tidak terburu-buru.

Ia menyebut, perjuangan menuju Pilpres 2024 dimulai sejak saat ini. PSI pun telah melakukan komunikasi politik informal dengan partai-partai lain terkait hal ini.

"Perjuangan itu dimulai dari sekarang menuju 2024, karena dari sekarang sampai 2024 tugas kita hanya satu yaitu meyakini masyarakat Indonesia bahwa saatnya calon pemimpin dari anak muda. Selain itu juga tugas kita di partai bagaimana menunjukkan kinerja," kata Giring.

Modal mimpi

Meski PSI tak lolos ke parlemen pada Pileg 2019 lalu, Giring yakin bisa melenggang ke Pilpres dengan modal yang ia miliki.

Giring menyebut, dia dan PSI punya modal berupa semangat dan mimpi besar agar anak muda memimpin Indonesia.

"Modal apa sih wong PSI kemarin juga belum lolos PT (parliamentary threshold)? Yang jelas satu, modal kita adalah anak-anak muda yang terus berjuang bersama kita PSI," kata Giring.

"Modal kita itu semangat. Modal kita adalah mimpi besar bahwa memang sudah saatnya anak muda yang memimpin bangsa ini," ucap dia.

Baca juga: Giring Ganesha Ungkap Titik Balik yang Membuatnya Melek Politik

Giring mengatakan, sejak bergabung bersama PSI dan keluar dari zona nyamannya di bidang musik, ia punya cita-cita besar untuk Indonesia.

Eks vokalis band Nidji itu ingin membawa politik Indonesia keluar dari pola-pola yang salah, untuk selanjutnya membuat gebarakan baru.

Disambut Jokowi dan partai lain

Giring mengaku, rencana pencalonan dirinya sebagai presiden di Pilpres 2024 telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo.

Kabar itu Giring sampaikan bersama Ketua Umum PSI Grace Natalie beberapa waktu lalu. Menurut Giring, Jokowi menyambut dengan sangat baik rencana ini.

"Kita juga memberitahukan cara kita masalah pencapresan ini dan alhamdulillah Pak Jokowi menyambut dengan sangat baik," kata dia.

Baca juga: Giring Klaim Rencana Pencalonannya sebagai Presiden 2024 Disambut Baik Jokowi

Tak hanya itu, menurut Giring, rencana pencalonan ini juga didukung oleh partai politik lain.

Sejak beredar foto-foto di media sosial mengenai baliho dirinya sebagai calon presiden 2024, kata Giring, berbagai parpol telah menyampaikan dukungan dan memberi semangat.

"Saya tidak akan menyebutkan nama, tapi dari beberapa partai politik lain sudah memberikan dukungan dan semangatnya," ujar Giring.

"Ada yang dari partai merah, ada yang dari partai kuning, ada juga yang dari partai biru dan lainnya," kata dia. 

Menambahkan pernyataan Giring, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menyebut bahwa dukungan yang diberikan sejumlah partai politik ke PSI baru melalui komunikasi informal.

Banyak politisi dari berbagai partai serta politisi koalisi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang mengucapkan selamat atas rencana pencalonan Giring tersebut.

"Tapi tentu secara formal kami belum melakukan komunikasi politik yang formal dan intens ke kawan-kawan politik, partai-partai politik lain. Nanti saya kira seiring dengan waktu pada saatnya nanti tentu komunikasi politik itu akan kami lebih intensifkan lagi," kata dia.

Hak tiap warga

Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni menyebut bahwa mencalonkan diri sebagai presiden merupakan hak setiap warga negara, termasuk Giring.

PSI menilai, Giring bisa menjadi teladan bagi para anak muda lantaran berani keluar dari zona nyamannya saat berada di puncak karir untuk bergabung bersama partai politik.

Baca juga: Ini Alasan Giring Ganesha Mantap Maju Pilpres 2024

Raja Juli pun yakin, Giring punya elektabilitas dan popularitas tinggi sehingga patut dicalonkan sebagai presiden mendatang.

"Maju menjadi presiden merupakan hak konstitusional setiap warga negara indonesia. Bro Giring sebagai warga negara tentu memiliki hak yang sama dengan tokoh-tokoh atau anak bangsa yang lain di republik ini," ujar Raja Juli.

"Giring Ganesha juga adalah teladan bagi banyak anak muda," kata dia.

Tak lolos parlemen

Pemilu 2019 lalu menjadi gelaran pemilihan umum pertama yang diikuti oleh PSI.

Hasil rekapitulasi suara Pileg yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Selasa (21/5/2019) menyatakan, PSI berada di urutan ke-12 dari 17 parpol peserta pemilu dengan perolehan suara 2.650.361 juta atau 1,89 persen.

Baca juga: Giring Ganesha Ingin Maju Capres 2024, Waketum Nasdem: Saya Apresiasi Kejujurannya

PSI pun tak bisa lolos ke parlemen lantaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen.

Pada Pemilu 2019, Giring turut mencalonkan diri sebagai calon legislatif dari PSI. Ia maju di daerah pemilihan (dapil) I Jawa Barat yang meliputi Bandung-Cimahi.

Meskipun perolehan suara Giring cukup besar saat itu, ia tak bisa melenggang ke Senayan lantaran PSI gagal mencapai ambang batas parlemen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kisruh Partai Demokrat, Menkuhmam Minta SBY Tak Tuding Pemerintah

Soal Kisruh Partai Demokrat, Menkuhmam Minta SBY Tak Tuding Pemerintah

Nasional
Kemenag Upayakan Guru Agama Honorer Dapat Masuk ke Dalam Usulan PPPK Kemendikbud

Kemenag Upayakan Guru Agama Honorer Dapat Masuk ke Dalam Usulan PPPK Kemendikbud

Nasional
Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Tak Ada Lagi Subsidi Gaji pada 2021, Begini Penjelasan Menko Airlangga

Tak Ada Lagi Subsidi Gaji pada 2021, Begini Penjelasan Menko Airlangga

Nasional
KPK: Pengadaan Tanah di Cipayung yang Sedang Diusut Belum Ada Peruntukannya

KPK: Pengadaan Tanah di Cipayung yang Sedang Diusut Belum Ada Peruntukannya

Nasional
Sebut Penembakan Laskar FPI Bukan Pelanggaran HAM Berat, Ini Penjelasan Mahfud

Sebut Penembakan Laskar FPI Bukan Pelanggaran HAM Berat, Ini Penjelasan Mahfud

Nasional
BPOM: Tak Semua Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Penggunaan Harus Diuji Klinis di Indonesia

BPOM: Tak Semua Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Penggunaan Harus Diuji Klinis di Indonesia

Nasional
Temui Pimpinan LDII, Kapolri Bahas Soal Dai Kamtibmas

Temui Pimpinan LDII, Kapolri Bahas Soal Dai Kamtibmas

Nasional
Baleg DPR Tetapkan 33 RUU Prolegnas Prioritas 2021, RUU Pemilu Dikeluarkan

Baleg DPR Tetapkan 33 RUU Prolegnas Prioritas 2021, RUU Pemilu Dikeluarkan

Nasional
BPOM: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bisa Diberikan kepada Lansia

BPOM: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bisa Diberikan kepada Lansia

Nasional
Penetapan Tersangka 6 Laskar FPI Jadi Tertawaan, Mahfud MD: Itu Konstruksi Hukum

Penetapan Tersangka 6 Laskar FPI Jadi Tertawaan, Mahfud MD: Itu Konstruksi Hukum

Nasional
Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Seksual Dinilai Belum Memadai

Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Seksual Dinilai Belum Memadai

Nasional
Cita Citata hingga Achsanul Qosasi Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Bansos, Ini Kata KPK

Cita Citata hingga Achsanul Qosasi Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Bansos, Ini Kata KPK

Nasional
Mensos Risma Ingin Tangani Pandemi Tanpa Bebani APBN Lebih Banyak Lagi

Mensos Risma Ingin Tangani Pandemi Tanpa Bebani APBN Lebih Banyak Lagi

Nasional
Pemerintah Siapkan Jaminan Keamanan untuk Penyelenggaraan PON dan Peparnas di Papua

Pemerintah Siapkan Jaminan Keamanan untuk Penyelenggaraan PON dan Peparnas di Papua

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X