Terkait Bantuan untuk UMKM, Sandiaga: Kami Tunggu Eksekusi Pemerintah

Kompas.com - 22/08/2020, 09:53 WIB
Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam Forum Dies Natalis 2 KAHMIPreneur di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Sejumlah tokoh antara lain Sandiaga Uno dan Rizal Ramli menjadi pembicara acara ini. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSandiaga Uno menjadi pembicara dalam Forum Dies Natalis 2 KAHMIPreneur di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (13/3/2020). Sejumlah tokoh antara lain Sandiaga Uno dan Rizal Ramli menjadi pembicara acara ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha sekaligus politisi Partai Gerindra Sandiaga Uno meminta pemerintah segera merealisasikan pemberian bantuan untuk usaha mikro, kecil dan menengah ( UMKM) yang terdampak Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam webinar bertajuk Covid-19 dan Resesi di Indonesia, Jumat (21/8/2020).

Baca juga: UMKM Bakal Dapat Bantuan Rp 2,4 Juta hingga Kredit Bunga Rendah

“Krisis kali ini menghantam UMKM duluan, karena krisis kesehatan manusia tidak bisa mobilitas. Tak ada mobilitas (maka) UMKM KO," ungkap Sandiaga.

"Yang pertama dibantu UMKM, (lalu) korporasi dan perbankan menyusul. Pemerintah menyiapkan hampir Rp 700 Triliun. Kami tunggu eksekusi pemerintah,” lanjutnya.

Bantuan untuk UMKM diberikan pemerintah melalui program dana hibah atau bantuan langsung tunai ( BLT).

BLT sebesar Rp 2,4 juta diberikan kepada pelaku usaha kecil dengan mendaftar ke dinas koperasi yang berada di domisilinya.

Bantuan pemerintah ini bertujuan untuk membantu pelaku usaha kecil dari dampak negatif pandemi virus corona. Total ada 12 juta UMKM yang akan menerima bantuan tersebut.

Baca juga: Sandiaga Uno Minta Pemerintah Fokus Selamatkan UMKM yang Terdampak Pandemi

 

Sandiaga pun memprediksi krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 akan segera berlalu. Ia optimistis kondisi ekonomi Indonesia akan mengalami peningkatan pada kuartal ketiga 2020.

Menurut Sandiaga, kondisi ekonomi Indonesia akan berada pada kisaran minus 2 persen hingga plus 1 persen. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu merujuk pada laporan keuangan pada kuartal kedua yang mengalami kontraksi hingga sebesar 5,32 persen.

Pemerintah, kata dia, berhasil melewati fase kritis setelah mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca juga: Batal Hari Ini, Peluncuran Bantuan Rp 2,4 Juta bagi UMKM Diundur

"Kuartal ketiga (diberlakukan) PSBB transisi. Ekonomi akan lebih baik. Konservatif, minus dua sampai plus satu, tergantung penanganan Covid-19,” ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, kunci tumbuhnya ekonomi bangsa berawal dari sikap masyarakat menghadapi wabah Covid-19.

Dia menyebut ekonomi nasional akan membaik apabila masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Pandemi Covid-19, Masyarakat Kembali Hidupkan Jamu Tradisional

Dampak Pandemi Covid-19, Masyarakat Kembali Hidupkan Jamu Tradisional

Nasional
Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

Nasional
Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

Nasional
La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

Nasional
KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

Nasional
Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Nasional
Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Nasional
Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Nasional
Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Nasional
Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Nasional
Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Nasional
Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Nasional
Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Nasional
UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

Nasional
 Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X