Ruhandi, Membangun “Jiwa” Desa melalui Literasi

Kompas.com - 20/08/2020, 22:19 WIB
Ruhandi, Kepala Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak, penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Minggu (30/12/2018). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoRuhandi, Kepala Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak, penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Minggu (30/12/2018).
|
Editor Krisiandi


KOMPAS.com“Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya…”

Sepenggal lirik lagu Indonesia Raya ini jadi inspirasi Ruhandi (35) dalam membangun desa. Ia ingin tanah kelahirannya maju dan masyarakatnya sejahtera.

Namun bagi Ruhandi, konsep membangun desa tidak sekadar pembangunan infrastruktur.

Bukan pembangunan jalan dan gedung-gedung yang ia utamakan, atau menarik investor untuk mendirikan industri di sekitar desa. Seperti lirik lagu Indonesia Raya tadi, Ruhandi ingin membangun jiwa-jiwa masyarakat desa melalui literasi.

“Bagi saya tidak apa-apa orang-orang tidak merasa ada pembangunan fisik, tapi manusianya berubah. Maka sumber daya manusianya yang disentuh,” ujar Ruhandi, Kamis (20/8/2020).

“Berarti kan kalau bangunlah jiwanya, kita harus membangun manusianya dulu. Setelah itu membangun badan (infrastruktur),” ucapnya.

Ruhandi merupakan Kepala Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. Ia terpilih sebagai salah satu dari 75 penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Penghargaan itu ia terima atas kiprahnya dalam gerakan literasi yang dimulai sebelum menjabat sebagai kepala desa pada 2015.

TBM Kuli Maca

Awalnya, Ruhandi tergerak untuk membantu anak-anak di Desa Warungbanten yang tidak bisa sekolah karena kendala biaya.

Gaji dari pekerjaannya di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) ia sisihkan untuk membiayai anak-anak putus sekolah.

Ketika terpillih sebagai kepala desa, Ruhandi mulai mengumpulkan anak-anak muda yang aktif di organisasi kepemudaan. Bersama 25 relawan, ia berkeliling kampung mengumpulkan buku-buku yang sudah tidak terpakai.

Kemudian, ia membuat tempat untuk anak-anak berkumpul, bermain dan belajar.

Baca juga: Lapak Taman Baca Gratis di Stasiun Dibongkar, Pegiat Literasi Ini Dilarikan ke RS

“Dulu saya tidak mengerti yang namanya TBM (Taman Bacaan Masyarakat) dan perpustakaan desa. Saya juga tidak mengerti apa itu literasi,” kata Ruhandi.

“Yang saya tahu itu hanya mengumpulkan buku, kita panggil anak-anak, tiap hari Minggu kita belajar bareng,” tutur dia.

Ruhandi, Kepala Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak, penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Senin (22/6/2020).KOMPAS.com/Kristian Erdianto Ruhandi, Kepala Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak, penerima Apresiasi Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2020 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Senin (22/6/2020).

Kegiatan yang berlangsung tiap akhir pekan itu ia dokumentasikan lalu diunggah di akun media sosialnya. Ruhandi juga menuliskan gagasan-gagasannya dalam membangun desa.

Suatu ketika, unggahan Ruhandi mendapat respons dari sejumlah pegiat literasi di Provinsi Banten. Sejak saat itu Ruhandi banyak bertemu dan bertukar pikiran dengan pegiat literasi lainnnya.

“Mereka bikin kegiatan di sini, kirim buku dan menjelaskan apa itu TBM. Akhirnya, kita sepakati bikin TBM Kuli Maca, sekitar tahun 2015,” ucap Ruhandi.

Gali potensi desa

Menurut Ruhandi, literasi merupakan syarat utama dalam pengembangan masyarakat secara optimal. Dengan pendidikan, warga juga mampu meningkatkan perekonomian dengan tetap berpegang pada kearifan lokal.

Ia meyakini kegiatan literasi tidak sebatas pada membangkitkan minat baca, tapi juga usaha untuk memberdayakan masyarakat.

Baca juga: Kasus Video Hadi Pranoto dan Anji, Literasi Masyarakat Jadi Sorotan

Dalam perkembangannya, TBM Kuli Maca tidak hanya menjadi tempat anak-anak membaca buku, tapi juga sebagai forum warga untuk berdiskusi dan menggali potensi desa.

Buku-buku yang diterima dari donasi berbagai pihak juga bermacam-macam. Dari buku cerita anak, sastra hingga soal pengembangan potensi pertanian.

“Banyak yang bisa dilakukan dengan menggali potensi yang ada, karena selama ini kan potensi desa itu tidak pernah dipikirkan,” kata laki-laki kelahiran 7 Maret 1985 itu.

Melalui kegiatan literasi, Ruhandi selalu mendorong warga untuk melestarikan pangan lokal dan pertanian alami serta menghindari penggunaan pupuk kimia.

Tujuannya, agar warga desa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus menjaga kelestarian alam.

Kemudian ia juga berupaya membangkitkan lagi usaha perternakan warga. Pasalnya, tinggal sedikit warga yang masih menjalankan kebiasaan berternak.

Selain bertani, warga cenderung memilih mencari emas di lubang-lubang bekas perusahaan tambang untuk menambah pendapatan.

Desa Warungbanten memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil emas. Meski, PT Aneka Tambang (Antam), salah satu anak perusahaan BUMN, tidak lagi beroperasi di Warungbanten.

Baca juga: 2 Tantangan OJK dalam Meningkatkan Literasi Keuangan di Indonesia

Hingga kini, Ruhandi terus berupaya membangkitkan kesadaran warganya untuk berdikari dan mandiri. Ia berharap suatu saat pembangunan desa diinisiasi oleh masyarakatnya sendiri.

Pembangunan desa yang selaras dengan tradisi leluhur dan kelestarian lingkungan. Mengutip pernyataan Mohammad Hatta, Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta. Tapi, Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa.

“Target saya itu yang membangun (desa) bukan lagi pemerintah. Suatu hari nanti, kita sudah tidak lagi mengharapkan bantuan dari pemerintah, tapi orang Warungbanten yang sudah memikirkan sendiri, bagaimana cara membangun desanya,” ujar Ruhandi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Kompol IZ Jadi Kurir Narkoba di Riau, Mabes Polri: Ancamannya Hukuman Mati

Nasional
Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Menkes: Terima Kasih atas Pengabdian Tulus Para Dokter...

Nasional
Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Ketum Golkar: Target Menang Pilkada 60 Persen, Langkah Awal Rebut Kejayaan 2024

Nasional
Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Jokowi Ungkap Alasan RUU Cipta Kerja Dikebut di Tengah Pandemi

Nasional
Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Ketum Golkar: UU Cipta Kerja Terobosan Historis Tanpa Paksaan Siapa Pun

Nasional
Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Kasus Red Notice, Djoko Tjandra dan 2 Jenderal Polisi Jalani Sidang Perdana Selasa Pekan Depan

Nasional
Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Nasional
Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Nasional
Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Nasional
Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Nasional
Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Nasional
Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

BrandzView
Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X