Kompas.com - 20/08/2020, 20:27 WIB
Warga menunggu pementasan kesenian Jaranan di plaza atas Alun-Alun Surabaya, Komplek Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/8/2020). Plaza atas Alun-Alun Surabaya tersebut ramai dikunjungi warga yang ingin menghabiskan liburan Tahun Baru Islam 1442 H. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww. ANTARA FOTO/Didik SuhartonoWarga menunggu pementasan kesenian Jaranan di plaza atas Alun-Alun Surabaya, Komplek Balai Pemuda Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/8/2020). Plaza atas Alun-Alun Surabaya tersebut ramai dikunjungi warga yang ingin menghabiskan liburan Tahun Baru Islam 1442 H. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap, terjadi kerumunan di sejumlah tempat wisata akibat libur panjang beberapa hari terakhir.

Ia menyebut, banyak orang yang berlibur bersama teman atau keluarga tetapi tidak memperhatikan jaga jarak.

"Ada beberapa aktivitas publik khususnya yang terkait dengan aktivitas wisata alam atau aktivitas wisata lainnya terjadi kerumunan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/8/2020).

Wiku mengungkap, sebagian kerumunan berkaitan dengan perayaan HUT RI pada Senin 17 Agustus lalu.

Baca juga: Survei Indikator: 56,9 Persen Responden Nilai Rapid Test Tak Efektif Deteksi Covid-19

Dilaporkan, demi memperingati hari kemerdekaan, 6.000 pendaki memadati Bukit Besak, Sumatera Selatan. Kerumunan serupa terjadi di Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Kemudian, di Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, sekitar 6.000 pendaki juga diketahui berkumpul dan tak menerapkan physical distancing.

Wiku pun mewanti-wanti masyarakat supaya hal ini tak terjadi lagi.

"Mohon agar hal-hal seperti ini tidak terulang di dalam liburan kali ini," ujarnya.

Wiku meminta ketika pergi berlibur masyarakat benar-benar memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Terkonfirmasi Positif Covid-19, Wali Kota Lubuk Linggau Dirawat di Jakarta

Pengelola tempat wisata dan hotel juga diminta untuk menerapkan protokol secara ketat, seperti mengurangi kapasitas pengunjung hingga 50 persen, menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun, dan memastikan seluruh pengunjung mengenakan masker dan melakukan jaga jarak.

Jika masyarakat dan pengelola wisata atau hotel tak disiplin saat berlibur, besar kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19.

"Kalau tidak disiplin nanti kitalah yang akan memanen kasusnya di beberapa hari ke depan. Inilah yang harus kita hindari," kata Wiku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 17 Mei: Tambah 1.029, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.890.826

UPDATE 17 Mei: Tambah 1.029, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 5.890.826

Nasional
Update 17 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.481

Update 17 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.481

Nasional
Ridwan Kamil Temui Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Sebut Silaturahmi Lebaran

Ridwan Kamil Temui Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar Sebut Silaturahmi Lebaran

Nasional
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO Minyak Goreng

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO Minyak Goreng

Nasional
Pengadaan Gorden Rp 43,5 Miliar Dibatalkan, BURT DPR: Kami Dengar Aspirasi Publik

Pengadaan Gorden Rp 43,5 Miliar Dibatalkan, BURT DPR: Kami Dengar Aspirasi Publik

Nasional
Polri: Kecelakaan di Tol Sumo Terjadi Setelah Bus Melaju 17 Km dan Diganti Sopir Cadangan

Polri: Kecelakaan di Tol Sumo Terjadi Setelah Bus Melaju 17 Km dan Diganti Sopir Cadangan

Nasional
Golkar Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka bagi Partai Lain

Golkar Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka bagi Partai Lain

Nasional
Kriteria Warga yang Boleh Lepas dan Masih Wajib Pakai Masker

Kriteria Warga yang Boleh Lepas dan Masih Wajib Pakai Masker

Nasional
Cegah Hepatitis Akut, RSCM: Anak Jangan Berbagi Makanan di Sekolah

Cegah Hepatitis Akut, RSCM: Anak Jangan Berbagi Makanan di Sekolah

Nasional
Jokowi: Masyarakat Boleh Tak Pakai Masker Saat Aktivitas di Luar Ruangan yang Tak Padat

Jokowi: Masyarakat Boleh Tak Pakai Masker Saat Aktivitas di Luar Ruangan yang Tak Padat

Nasional
UPDATE 17 Mei: Tambah 247, Total Kasus Covid-19 Capai 6.051.205

UPDATE 17 Mei: Tambah 247, Total Kasus Covid-19 Capai 6.051.205

Nasional
Jokowi: Kegiatan di Ruang Tertutup dan Transportasi Publik Tetap Harus Pakai Masker

Jokowi: Kegiatan di Ruang Tertutup dan Transportasi Publik Tetap Harus Pakai Masker

Nasional
Penjelasan Imigrasi soal Ditolaknya Ustaz Abdul Somad di Singapura

Penjelasan Imigrasi soal Ditolaknya Ustaz Abdul Somad di Singapura

Nasional
40 Petani Ditangkap di Bengkulu, Pengacara Siapkan Praperadilan

40 Petani Ditangkap di Bengkulu, Pengacara Siapkan Praperadilan

Nasional
Proyek Pengadaan Gorden Rumah Dinas Anggota DPR Resmi Tidak Dilanjutkan

Proyek Pengadaan Gorden Rumah Dinas Anggota DPR Resmi Tidak Dilanjutkan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.