Jejak "Bro" Giring di Politik, dari Tolak RUU Permusikan, Gagal Duduk di Senayan, hingga Jadi Plt Ketum PSI

Kompas.com - 18/08/2020, 16:49 WIB
Penyanyi Giring Ganesha saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019)., KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi Giring Ganesha saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).,
Penulis Dani Prabowo
|

"Keapatisan politik saya langsung berubah. Kalau Pak Jokowi bisa, seorang Giring Ganesha harus bisa dong," ucapnya.

3. Jadi caleg karena ingin ganti UN

Tak hanya mendaftar sebagai kader PSI, Giring juga turut mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif dari partai tersebut.

Saat menjalani seleksi terbuka, salah satu persoalan yang menjadi sorotan Giring yaitu ujian nasional (UN).

Ia pun ingin mengubah pelaksanaan ujian yang kerap menjadi momok siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

"UN bikin stress. Anak didik, keluarga, guru di sekolah, semua stres. Selama 12 tahun belajar hancur karena UN pakai kunci jawaban, ini bibit korupsi, aku punya ide ganti UN dengan ujian bakat," kata Giring.

Keinginannya itu bukan tanpa dasar. Giring mengaku, ia dan kakaknya adalah produk orang yang hidup dari bakat.

Ia juga telah membandingkan sistem pendidikan di dalam negeri dan luar negeri.

"Saya dan kakak saya adalah produk bakat. Alangkah bagusnya jika semua anak Indonesia hidup di jalan bakat," ungkap Giring.

Baca juga: Daftar Bakal Caleg PSI, Giring Nidji Ingin Ubah UN Jadi Ujian Bakat

4. Tolak poligami lewat video

Isu poligami menjadi salah satu persoalan yang disorot PSI pada 2018 lalu.

Saat itu, Ketua Umum PSI Grace Natalie berjanji akan memperjuangkan larangan poligami bagi pejabat publik hingga aparatur sipil negara (ASN) bila lolos ke parlemen.

Bahkan, PSI bertekad memecat kadernya yang ketahuan poligami.

Wacana tersebut pun mendapat penolakan yang cukup besar. Salah satunya dari Partai Keadilan Sejahtera.

Di tengah perbincangan isu tersebut, Giring mengunggah sebuah video di akun Instagramnya dengan tajuk 'Giring Ganesha Mau Nikah Lagi?'.

Di dalam video tersebut, Giring mengungkapkan keinginannya untuk menikah lagi atau poligami kepada istrinya, Cynthia Riza.

Belakangan, Giring menjelaskan bahwa video itu hanyalah bagian dari simulasi penolakan poligami.

"Jika poligami bertujuan untuk mewujudkan keadilan, inikah keadilan bagi perempuan Indonesia? Saya Giring Ganesha, berdiri di sini sebagai seorang anak yang mencintai ibu saya, sebagai seorang suami yang mencintai istri saya, sebagai seorang ayah yang mencintai anak-anak saya, sangat menentang dengan perilaku poligami," kata Giring seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Baca juga: PSI Janji Perjuangkan Larangan Poligami bagi Pejabat Publik hingga ASN

5. Tolak RUU Permusikan

Tak hanya menolak poligami yang turut menjadi sikap partainya, Giring juga pernah mengkritisi keberadaan draf Rancangan Undang-Undang Permusikan yang sempat muncul pada awal 2019 lalu.

Menurut Giring, keberadaan RUU tersebut justru hanya akan meregulasi kreativitas pekerja seni.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

“Asia Climate Rally”, Nasib yang Sama dan Tuntutan Anak Muda Asia

Nasional
Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Tak Perlu Cemas, Cek Status BPJS Kesehatan Cukup Via Pandawa

Nasional
Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Ini Dampak yang Akan Terjadi jika Anak Menjadi Korban Cyber Bullying

Nasional
Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Wamenag: Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat Jangan Diartikan Bentuk Intervensi

Nasional
Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Sebaran 5.418 Kasus Baru Covid-19 dari 34 Provinsi, Tertinggi DKI dengan 1.370

Nasional
Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Terus Lakukan Inovasi di Bidang Pendidikan, Gubernur Babel Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Nasional
UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

UPDATE: 46.574 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari, Total 5.612.789

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 69.370 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 November: Ada 68.606 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

UPDATE 28 November: Bertambah 125, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 16.646 Orang

Nasional
UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

UPDATE 28 November: Bertambah 4.527, Kini 441.983 Pasien Covid-19 Telah Sembuh

Nasional
UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

UPDATE: 5.418 Kasus Baru Covid-19 Indonesia dalam Sehari, Total 527.999

Nasional
Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Susun Penyiapan Naskah Khotbah Shalat Jumat, Kemenag Sebut Tak Mengikat Khatib

Nasional
Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Tanggapi Ucapan Luhut, KPK Sebut Tak Ada Istilah Pemeriksaan Berlebihan

Nasional
KPK Prihatin Kepala Daerah Kembali Tersandung Korupsi

KPK Prihatin Kepala Daerah Kembali Tersandung Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X