Sempat Jadi Presiden Inter Milan, Erick Thohir Merasa Pernah Jadi Pekerja Migran

Kompas.com - 18/08/2020, 15:32 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir  (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.
 ANTARA FOTO/ADAM BARIQMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan) dan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin berjalan keluar dari pintu belakang Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Rabu (7/7/2020). Kehadiran Menteri Erick untuk berdiskusi terkait Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). ANTARA FOTO/Adam Bariq/app/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui pernah jadi seorang pekerja migran Indonesia ( PMI).

Hal tersebut diungkapkannya saat menandatangani nota kesepahaman antara Kementerian BUMN dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Jakarta, Selasa (18/8/2020).

"Saya mensuport (PMI) karena saya sendiri pernah jadi PMI," ungkap Erick.

Baca juga: BP2MI Terbitkan Aturan Pembebasan Biaya Penempatan Pekerja Migran

Diketahui, panyandang gelar Master of Business Administration dari Universitas Nasional California ini sempat aktif dalam bisnis di bidang olahraga di luar negeri. Mulai basket hingga sepak bola.

Ia tercatat sempat mengakuisisi saham mayoritas Inter Milan, salah satu klub sepak bola besar di Italia.

Berkat itu, Erick lantas menjadi Presiden Inter Milan pada 2013.

Erick juga tercatat memiliki saham di klub sepak bola Amerika Serikat, DC United dan juga pernah menjadi pemilik klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Erick menyebut, bisnisnya dalam dunia olahraga tersebut tak lantas membuatnya terlepas dari label PMI.

"Jadi kadang-kadang kalau merek PMI itu seakan-akan direndahkan, sebenarnya juga PMI dalam posisi tinggi," kata dia.

Ia juga mengaku heran karena banyak orang menganggap, bahwa PMI kerap dipandang sebelah mata.

Menurutnya, PMI memiliki peran yang besar dalam pembangunan perekonomian bangsa.

Baca juga: Kementerian BUMN Bekerja Sama dengan BP2MI untuk Pengembangan Pekerja Migran

Sebab, PMI merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengajak semua pihak untuk sama-sama memajukan nasib PMI demi kepentingan bangsa.

"Kita BUMN benar-benar harus jalan seiring untuk memastikan pahlwan devisa ini bisa menjadi bagian terpenting dalam pembangunan ekonomi ke depan," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X