Jokowi: Ekosistem Nasional yang Kondusif Harus Dibangun

Kompas.com - 14/08/2020, 10:53 WIB
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat khas NTT dalam Sidang Tahunan MPR 2020 pada Jumat (14/8/2020). DOKUMENTASI ISTANA KEPRESIDENANPresiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat khas NTT dalam Sidang Tahunan MPR 2020 pada Jumat (14/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ekosistem nasional yang kondusif harus dibangun untuk memperluas kesempatan kerja yang berkualitas.

Hal tersebut selaras dengan upaya pemerintah yang saat ini tengah melakukan pengembangan kawasan-kawasan industri untuk memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Ekosistem nasional yang kondusif bagi perluasan kesempatan kerja yang berkualitas harus kita bangun," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca juga: Jokowi: Jangan Biarkan Krisis Membuahkan Kemunduran.

Menurut Jokowi, penataan regulasi juga harus dilakukan agar ekosistem makin kondusif. Dengan demikian, tidak ada lagi regulasi yang tumpang tindih, rumit, bahkan hingga menjebak.

"Penataan regulasi harus kita lakukan, regulasi yang tumpang tindih, merumitkan, menjebak semua pihak dalam risiko, harus kita sudahi," kata dia.

Beberapa kawasan industri yang saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah, antara lain Kawasan Industri Batang serta Subang-Majalengka.

Baca juga: Jokowi: Kita Ingin Semua Harus Bekerja, Kita Ingin Semua Sejahtera

Kawasan tersebut dirancang agar mampu mengundang investasi berkualitas yang bersinergi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pengembangan kawasan industri, kata Jokowi, akan memberikan nilai tambah yang signifikan untuk perekonomian nasional, serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Kawasan industri serupa juga akan dibangun di berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang selalu bersinergi dengan kewirausahaan masyarakat dan UMKM.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah Tak Pernah Main-main dengan Upaya Pemberantasan Korupsi

Tujuannya, untuk menyediakan kesempatan kerja bagi 12 generasi muda yang belum bekerja dan meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri.

"Semua ini kita dedikasikan untuk perekonomian nasional yang adil, untuk kepentingan yang sudah bekerja, yang sedang mencari kerja, untuk mengentaskan kemiskinan dengan menyediakan kesempatan kerja berkualitas seluas-luasnya," kata Jokowi.

"Kami ingin semua harus bekerja. Kami ingin semua sejahtera," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X