Erick Thohir: TNI-Polri Jadi Komando Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 13/08/2020, 12:26 WIB
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020). Dok. Divisi Humas PolriWakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono (kiri) dan Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, TNI- Polri akan menjadi komando pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal.

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (12/8/2020).

"Nanti untuk imunisasi massal akan di bawah TNI-Polri, untuk mengoordinasi daripada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan PMI," kata Erick di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Erick yang juga menjabat Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, TNI-Polri dipilih karena memiliki tenaga medis yang siap menggelar vaksinasi tersebut.

Selain itu, alasan lainnya adalah ketersediaan infrastruktur, misalnya rumah sakit.

"Tidak hanya 53 rumah sakit dan 6.700 tempat tidur yang sudah ada, tetapi tenaga medis yang jumlahnya ratusan ribu, ini yang bisa juga mendukung daripada suksesnya imunisasi massal," ucap dia.

Baca juga: Pakar WHO: Jangan Berharap Vaksinasi Covid-19 Dapat Dilakukan Awal 2021

Dalam konferensi pers ini, Erick sekaligus memperkenalkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono sebagai wakilnya.

Gatot ditunjuk menjadi Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Kunjungan Erick Thohir ke Mabes Polri bertujuan untuk memastikan sinergi dengan aparat kepolisian.

Menurut dia, tim pelaksana tidak akan sukses tanpa kontribusi TNI-Polri.

Baca juga: Oktober 2020, Rusia Jadwalkan Vaksinasi Massal Covid-19

Diberitakan, pemerintah menargetkan vaksin dapat diproduksi sendiri oleh Bio Farma pada tahun depan.

Dalam setahun, Bio Farma ditargetkan mampu memproduksi 250 juta dosis.

Produksi akan dilakukan setelah uji klinis tahap ketiga tuntas dilakukan.

Ditargetkan, uji klinis itu selesai pada Januari 2021, sehingga Bio Farma bisa langsung memproduksi vaksin virus corona pada kuartal I-2021.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X