Pekerja Swasta Bakal Dapat BLT, Aspek Minta Tenaga Alih Daya dan Magang Diperhatikan

Kompas.com - 12/08/2020, 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Asosiasi Pekerja (Aspek) Indonesia Mirah Sumirat mendesak pemerintah untuk memperhatikan tenaga kerja magang yang bekerja di perusahaan swasta.

Desakan itu sehubungan dengan rencana bergulirnya program bantuan langsung tunai (BLT) untuk karyawan atau pekerja swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

"Pemerintah juga harus mencermati dan mengambil tindakan tegas atas praktik eksploitasi kerja berkedok pemagangan," ujar Mirah dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Bantuan Karyawan Rp 600.000, Sebaiknya Dibelanjakan untuk Apa?

Menurut Mirah, tenaga magang di perusahaan swasta cukup banyak. Ia menilai, para tenaga magang seharusnya masuk dalam dalam sasaran BLT.

Selain itu, menurut dia, para tenaga magang berhak mendapatkan kepastian soal hubungan kerja dengan perusahaan. 

Pihaknya juga meminta pemerintah memperhatikan para pekerja kontrak dan tenaga alih daya di lingkungan BUMN maupun yang bekerja di perusahaan anak BUMN.

Menurut dia, mereka juga berhak menerima bantuan tersebut karena masih ada yang upahnya di bawah Rp 5 juta per bulan.

"Jangan ada diskriminasi untuk pekerja di BUMN. Seharusnya pekerja BUMN juga punya hak yang sama untuk bisa mendapatkan BLT ini," kata dia.

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 37,7 triliun untuk jalannya program BLT tersebut.

Baca juga: Wapres: Penyaluran Bantuan Karyawan ke Peserta BPJS Ketenagakerjaan Didahulukan

Program tersebut diperuntukan bagi 15.725.232 pekerja atau buruh dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

BLT ini direncanakan untuk pekerja atau buruh yang merupakan non-PNS dan non-BUMN aktif dengan ketentuan tergabung dalam peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Akumulasi bantuan yang akan diterima sebesar Rp 2,4 juta selama 4 bulan atau Rp 600.000 setiap bulannya.

Rencananya, program tersebut sudah mulai berjalan antara satu hingga dua pekan ke depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.