AHY Bertemu Ketum PPP, Bahas Penanganan Covid-19 hingga Pilkada 2020

Kompas.com - 12/08/2020, 19:16 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat yang baru, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) beradu siku saat mendapat ucapan selamat dari kader pada Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Dalam kongres tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang selanjutnya menjadi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKetua Umum Partai Demokrat yang baru, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) beradu siku saat mendapat ucapan selamat dari kader pada Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3/2020). Dalam kongres tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2020-2025 menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono yang selanjutnya menjadi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), bertemu dengan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Pertemuan keduanya digelar di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Dalam konferensi pers seusai pertemuan, AHY mengatakan dirinya dan Suharso membicarakan sejumlah hal, salah satunya agenda penanganan dampak pandemi Covid-19.

"Saya tadi menyampaikan tentu mengapresiasi segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah (dalam penanganan Covid-19). Namun demikian, tentu ini bukan hanya masalah dan tanggung jawab pemerintah semata. Ini adalah masalah besar bangsa," kata AHY.

Baca juga: AHY Bertemu Puan, Bahas Penanganan Covid-19 hingga Pilkada 2020

Menurut dia, diskusi dengan Suharso yang merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan perspektif segar terkait strategi pemerintah dalam menangani krisis akibat pandemi Covid-19.

Salah satu isu yang AHY soroti dalam pembicaraan tersebut adalah soal pendidikan di masa pandemi.

Keterbatasan infrastruktur turut menyumbang persoalan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.

"Dampak terhadap dunia pendidikan terhadap kulitas anak dan generasi penerus bangsa kita juga akan sangat dipertanyakan, ketika akibat penutupan sekolah sekian bulan," ujarnya.

"Kita tidak tahu sampai kapan pendidikan jarak jauh yang tidak bisa dinikmati oleh semuanya karena memang ada keterbatasan dari sisi infrastuktur yang dimiliki oleh keluarga-keluarga yang tidak mampu. Maka ini semua harus menjadi perhatian kita semuanya," kata AHY.

Baca juga: Zulkifli Hasan: Pertemuan dengan AHY Teguhkan Kehadiran Parpol sebagai Integrator

Berikutnya, AHY mengatakan juga membahas soal agenda Pilkada 2020.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Akui Hasil Penanganan Covid-19 Belum Menggembirakan

Wapres Akui Hasil Penanganan Covid-19 Belum Menggembirakan

Nasional
Survei BPS: Perilaku 3M Belum Diterapkan Konsisten oleh Masyarakat

Survei BPS: Perilaku 3M Belum Diterapkan Konsisten oleh Masyarakat

Nasional
Survei BPS: Masyarakat Tak Taat Protokol Kesehatan Karena Tak Ada Sanksi Tegas

Survei BPS: Masyarakat Tak Taat Protokol Kesehatan Karena Tak Ada Sanksi Tegas

Nasional
BIN Lakukan Swap Test ke Pegawai LAN, Begini Tanggapan Ketua LAN

BIN Lakukan Swap Test ke Pegawai LAN, Begini Tanggapan Ketua LAN

Nasional
11 Tewas, Longsor di Tarakan Terjadi Saat Korban Diduga Tertidur Lelap

11 Tewas, Longsor di Tarakan Terjadi Saat Korban Diduga Tertidur Lelap

Nasional
UPDATE: Sebaran 3.509 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE: Sebaran 3.509 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
Potensi Tsunami Tinggi di Selatan Jawa, Pemda dan Masyarakat Diingatkan Tingkatkan Kewaspadaan

Potensi Tsunami Tinggi di Selatan Jawa, Pemda dan Masyarakat Diingatkan Tingkatkan Kewaspadaan

Nasional
UPDATE 28 September: Pemerintah Telah Periksa 3.239.244 Spesimen Covid-19

UPDATE 28 September: Pemerintah Telah Periksa 3.239.244 Spesimen Covid-19

Nasional
UPDATE 28 September: Ada 61.379 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 September: Ada 61.379 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menko PMK: Dosen dan Guru Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Menko PMK: Dosen dan Guru Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Nasional
UPDATE 28 September: Ada 131.361 Suspek terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 September: Ada 131.361 Suspek terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Satgas: BPKP Usul Harga Standar Tes Usap Rp 797.000

Satgas: BPKP Usul Harga Standar Tes Usap Rp 797.000

Nasional
UPDATE 28 September: 10.473 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

UPDATE 28 September: 10.473 Orang Meninggal akibat Covid-19 di Indonesia

Nasional
SK Kepengurusan Partai Berkarya Digugat, Kubu Muchdi: Itu Hak Tommy Soeharto

SK Kepengurusan Partai Berkarya Digugat, Kubu Muchdi: Itu Hak Tommy Soeharto

Nasional
UPDATE 28 September: Bertambah 3.856, Pasien Covid-19 Sembuh Kini 206.870 Orang

UPDATE 28 September: Bertambah 3.856, Pasien Covid-19 Sembuh Kini 206.870 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X