Kompas.com - 11/08/2020, 12:34 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Bintang Puspayogadalam Peluncuran Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA) dan Publikasi Laporan Pencegahan Perkawinan Anak: Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. Dokumentasi Humas Kementerian PPPAMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Bintang Puspayogadalam Peluncuran Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA) dan Publikasi Laporan Pencegahan Perkawinan Anak: Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Bintang Ayu Puspayoga meminta orangtua dan institusi pendidikan memberikan contoh keteladanan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari kepada anak-anak.

Apalagi, saat ini arus globalisasi sangat kuat. Belum lagi ancaman intoleransi, perpecahan, ideologi militan, serta ketidakadilan menjadi tantangan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak.

"Oleh karenanya dibutuhkan peran orangtua dan institusi pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan contoh keteladanan demi mewujudkan anak Indonesia sebagai generasi Pancasila," kata Bintang dikutip dari siaran pers, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: BPIP: Pilkada Jadi Momentum untuk Perkuat Nilai-nilai Pancasila dengan Persatuan

Ia mengatakan, setiap sila pada Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi hapalan semata, melainkan amalannya harus ditanamkan sejak dini oleh anak-anak.

Apalagi di masa pandemi ini, selain memastikan hak anak tetap terpenuhi, pembekalan nilai-nilai Pancasila juga harus tetap diberikan.

Peranan orangtua menjadi penting untuk dapat mewujudkan hal tersebut.

Baca juga: Kenapa Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Perlu Kita Pertahankan?

"Dalam memberi pemahaman nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak, alangkah baiknya jika kita bisa memberi contoh konkret kepada mereka," kata dia.

Bintang mengatakan, untuk mempraktikkan pemahaman yang sudah dimiliki anak-anak tersebut, maka harus ada kesempatan bagi mereka untuk berperan dalam aksi nyata.

Oleh karena itu, ia pun meminta anak-anak dilibatkan sejajar sebagai mitra yang pendapatnya juga harus bisa didengar dan dipertimbangkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X