Kompas.com - 10/08/2020, 21:31 WIB
Warga beraktivitas di depan mural tentang COVID-19 di Kampung Jogoloyo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/7/2020). Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 per 27 Juli 2020, kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 100.303 kasus, dimana 58.173 orang dinyatakan sembuh dan 4.838 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Moch Asim/pras. ANTARA FOTO/MOCH ASIMWarga beraktivitas di depan mural tentang COVID-19 di Kampung Jogoloyo, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/7/2020). Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 per 27 Juli 2020, kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 100.303 kasus, dimana 58.173 orang dinyatakan sembuh dan 4.838 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Moch Asim/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai, agen perubahan diperlukan di setiap wilayah dalam lingkup kecil mengingat tiap daerah memiliki kekhasan masing-masing.

Agen perubahan ini bertugas mengingatkan masyarakat untuk mengubah perilaku di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, untuk menggunakan masker.

Maka dari itu, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan berpandangan, setiap agen perubahan perlu memiliki tiga hal penting.

“Fokus saja, agen perubahan di kecamatan a, b, c, dan sebagainya. Yang penting sebelum mereka turun, mereka harus kita berikan bekal, paling tidak ada tiga materi yang mereka harus pegang,” kata Lilik dalam siaran langsung di akun Youtube BNPB, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Kepala BNPB: Covid-19, Ancamannya Nyata, Bak Malaikat Pencabut Nyawa

Materi yang dimaksud yaitu bagaimana mengadaptasi kebiasaan baru untuk mengubah perilaku yang didasarkan pada protokol kesehatan.

Lilik menuturkan, materi tersebut perlu disesuaikan dengan objek, misalnya lokasi.

“Misalnya kalau di tempat ibadah itu protokolnya kayak apa sih,” tutur dia.

Lebih lanjut, Lilik menilai materi yang disampaikan kepada masyarakat perlu menyerap kearifan atau budaya lokal.

Kemudian, setiap agen perubahan dinilai perlu dibekali persoalan komunikasi publik. Hal itu bertujuan agar penyampaian informasi dapat disampaikan dan diterima dengan baik.

Baca juga: Menkominfo: Komunikasi Kunci Disiplinkan Masyarakat Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Terakhir, agen perubahan perlu mendokumentasikan kegiatan yang mereka lakukan.

Lilik menuturkan, dokumentasi tersebut kemudian diunggah ke aplikasi InaRISK Personal.

“Satu aktivitas itu satu balon. Jadi kalau nanti banyak aktivitas berarti banyak balon. Kita ingin mewarnai peta Indonesia dengan balon-balon itu,” ucap Lilik.

“Artinya makin banyak balon, makin banyak aktivitas masyarakat yang terkait dengan pencegahan Covid-19 di Indonesia,” sambung dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut: KPK Jangan Jadi Alat Politik dan Kekuasaan

Luhut: KPK Jangan Jadi Alat Politik dan Kekuasaan

Nasional
Polri Ancam Penjarakan Travel Gelap yang Nekat Angkut Penumpang untuk Mudik

Polri Ancam Penjarakan Travel Gelap yang Nekat Angkut Penumpang untuk Mudik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Cerita tentang Menteri yang Menangis agar Masuk Kabinet Jokowi | Latar Belakang Seragam Satpam Serupa Polisi

[POPULER NASIONAL] Cerita tentang Menteri yang Menangis agar Masuk Kabinet Jokowi | Latar Belakang Seragam Satpam Serupa Polisi

Nasional
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Akan Ucapkan Sumpah Setia pada NKRI

34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Akan Ucapkan Sumpah Setia pada NKRI

Nasional
Berpotensi Jadi Game Changer, Ini Rencana Nasional Pencegahan Korupsi 2021-2022

Berpotensi Jadi Game Changer, Ini Rencana Nasional Pencegahan Korupsi 2021-2022

Nasional
Anies Akan Renovasi Ruang Kerja Perangkat Daerah di Balai Kota

Anies Akan Renovasi Ruang Kerja Perangkat Daerah di Balai Kota

Nasional
Dialog dengan Angela Merkel, Jokowi Sebut Kondisi Covid-19 di Indonesia Membaik

Dialog dengan Angela Merkel, Jokowi Sebut Kondisi Covid-19 di Indonesia Membaik

Nasional
Luhut: KPK Ini Super Sakti, tapi...

Luhut: KPK Ini Super Sakti, tapi...

Nasional
Luhut: OTT KPK Tak Seperti yang Diharapkan

Luhut: OTT KPK Tak Seperti yang Diharapkan

Nasional
Komisi VIII DPR Minta Pembelajaran Tatap Muka di Madrasah Disiapkan Matang-matang

Komisi VIII DPR Minta Pembelajaran Tatap Muka di Madrasah Disiapkan Matang-matang

Nasional
AHY Cabut Gugatan terhadap 10 Penggagas KLB Deli Serdang

AHY Cabut Gugatan terhadap 10 Penggagas KLB Deli Serdang

Nasional
BPOM: Vaksin Nusantara Belum Penuhi Syarat, Kemampuan Tingkatkan Antibodinya Belum Meyakinkan

BPOM: Vaksin Nusantara Belum Penuhi Syarat, Kemampuan Tingkatkan Antibodinya Belum Meyakinkan

Nasional
Mengenang Perjalanan Rahmi Hatta Mendampingi Bung Hatta

Mengenang Perjalanan Rahmi Hatta Mendampingi Bung Hatta

Nasional
BPOM Belum Keluarkan Izin Uji Klinis Fase II Vaksin Nusantara, Ini Alasannya

BPOM Belum Keluarkan Izin Uji Klinis Fase II Vaksin Nusantara, Ini Alasannya

Nasional
Indonesia Bantu Upaya Pemulihan Bencana Topan di Zimbabwe dan Mozambik

Indonesia Bantu Upaya Pemulihan Bencana Topan di Zimbabwe dan Mozambik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X