Mendagri: Kita Tak Inginkan Skenario Herd Imunity tetapi Berharap Virus Corona Melemah

Kompas.com - 10/08/2020, 10:07 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat menyampaikan sambutan dalan peluncuran Gerakan 26 Juta Masker di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (7/8/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKMenteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian saat menyampaikan sambutan dalan peluncuran Gerakan 26 Juta Masker di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (7/8/2020).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan, pemerintah sama sekali tak pernah menjadikan herd immunity (kekebalan kelompok) sebagai strategi penanganan Covid-19.

Herd immunity adalah kondisi kekebalan kelompok, di mana kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena vaksin atau pernah terpapar penyakit tersebut.

Kendati demikian, ia tetap berharap virus corona dapat melemah sebagaimana virus yang menjadi pandemi sebelumnya, seperti flu Spanyol.

"Kita melihat herd immunity, tidak kita inginkan skenario itu. Maka skenario yang terakhir adalah virusnya melemah sendiri," kata Tito dalam webinar yang diselenggarakan Taruna Merah Putih, Minggu (9/8/2020) malam.

Baca juga: Satgas: Tidak Lockdown Bukan Berarti Pemerintah Terapkan Herd Immunity

Ia menilai, hal itu terjadi pada wabah flu Spanyol yang menjangkiti penduduk dunia pada 1917-1920.

Menurut Tito wabah flu Spanyol bisa berakhir lantaran tercipta herd immunity dan virusnya melemah sendiri.

Ia mengatakan flu Spanyol atau yang dikenal dengan influenza saat itu merupakan penyakit mematikan.

Kini, kata dia, influenza menjadi penyakit biasa yang menjangkiti hampir seluruh penduduk dunia dan bisa disembuhkan.

Karena itu, selain berupaya menghadapi virus corona dengan menciptakan vaksin, ia juga mengajak masyarakat berdoa agar Covid-19 melemah sehingga pandemi segera berakhir.

"Kita percaya virus ini berasal dari Tuhan dan hanya Tuhan juga yang bisa menyelesaikannya," tutur mantan Kapolri itu.

Baca juga: Sejarawan Paparkan Miripnya Pandemi Covid-19 dengan Flu Spanyol 1918

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X