Satgas Tak Tutup Kemungkinan Munculnya Klaster Terminal di Indonesia

Kompas.com - 07/08/2020, 18:03 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayJuru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tidak tertutup kemungkinan muncul klaster baru penularan virus corona di Indonesia, yakni klaster terminal.

Hal itu, menurut dia, bisa terjadi jika jumlah kasus di Indonesia terus bertambah dan suatu klaster berdampak menyebabkan munculnya klaster baru.

"Mungkin suatu saat nanti kalau ada terminal (jadi potensi munculnya klaster), dan terus banyak kasus, ya mungkin jadi klaster terminal. Karena transportasi," kata Wiku di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Baca juga: Menurut Satgas, Ini Penyebab Munculnya Klaster Covid-19 di Perkantoran

Wiku mengatakan, munculnya klaster kantor juga mungkin bisa disebabkan karena ada salah satu karyawan yang terjangkit Covid-19 saat berada di transportasi umum.

Klaster kantor, lanjut dia, juga bisa disebabkan karena ada karyawan yang terjangkit Covid-19 di rumah atau permukimannya.

"Sebenarnya orang yang berkantor itu kan asalnya dari rumah, dari pemukiman. Jadi pastinya di pemukiman juga pasti ada klaster kalau di kantor ada klaster," ujar dia.

Diketahui, sampai saat ini data Satgas Covid-19 memperlihatkan bahwa penularan virus corona masih terjadi di masyarakat hingga Jumat (7/8/2020). Hal ini menyebabkan jumlah kasus Covid-19 terus bertambah.

Data hingga Jumat pukul 12.00 WIB memperlihatkan ada penambahan 2.473 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Sebaran 2.473 Kasus Baru Covid-19 dari 31 Provinsi, DKI Tertinggi dengan 665

Penambahan itu menyebabkan kini ada 121.226 kasus Covid-19 di Tanah Air, terhitung sejak kasus pertama yang diumumkan pada 2 Maret 2020.

Data yang sama memperlihatkan bahwa ada penambahan 1.912 pasien Covid-19 yang sembuh.

Sehingga, total pasien Covid-19 yang sembuh kini mencapai 77.557 orang.

Pada periode 6 - 7 Agustus 2020, ini pun juga diketahui ada penambahan 72 pasien Covid-19 yang tutup usia.

Dengan demikian, angka kematian akibat Covid-19 mencapai 5.593 pasien sejak awal pandemi terjadi di Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X