Kompas.com - 05/08/2020, 12:59 WIB
Warga melintas di dekat mural bergambar simbol orang berdoa menggunakan masker yang mewakili umat beragama di Indonesia di kawasan Juanda, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker sebagai salah satu  pencegahan dan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaWarga melintas di dekat mural bergambar simbol orang berdoa menggunakan masker yang mewakili umat beragama di Indonesia di kawasan Juanda, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (18/6/2020). Mural yang dibuat oleh warga itu bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker sebagai salah satu pencegahan dan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, menyatakan angka kematian akibat Covid-19 di Tanah Air terus menunjukkan tren penurunan.

Menurut Dewi, berdasarkan kajian Satgas per 4 Agustus 2020, kasus kematian nasional saat ini yaitu 4,68 persen dari total pasien positif Covid-19.

"Per 4 Agustus, sudah 4,68 persen. Ini angka meninggal dibandingkan dengan angka positif," kata Dewi dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Baca juga: Satgas: Jangan Tanya Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir...

Kendati demikian, dia mengatakan Indonesia memiliki pekerjaan rumah (PR) besar untuk menurunkan angka kematian hingga sekecil mungkin.

Dewi menerangkan, persentase kematian 4,68 persen itu masih tinggi jika dibandingkan dengan angka rata-rata dunia.

"Kita masih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata dunia. Sekarang (rata-rata dunia) sudah 3,79 atau 3,89 persen, sudah di bawah 4 persen," ucap Dewi.

"Kita sudah ada tren menurun, tapi tetap punya PR menurunkan angka kematian," tuturnya.

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19: Angka Kematian Pasien Turun 28 Persen

Sementara itu, jika kasus kematian dibandingkan dengan populasi, angkat kematian Indonesia yaitu 19,38 orang per 1 juta penduduk.

Dewi menyebutkan, di Asia, Indonesia berada di peringkat 20 dari 48 negara terdampak Covid-19.

"Total kasus kematian di Asia per 1 juta penduduk, Indonesia ini angkanya adalah 19,38 (orang) per 1 juta penduduk. Atau sekitar peringkat 20 dari 48 negara," tuturnya.

"Kalau dunia, kita peringkat 103 dari 215 negara yang ada di dunia," kata Dewi.

Baca juga: Angka Kesembuhan 14 Daerah Ini di Bawah Rata-rata Nasional, Satgas Covid-19 Minta Peningkatan Layanan Kesehatan

Ia menegaskan angka kematian akibat Covid-19 ini ditangani pemerintah secara serius.

Dewi mengatakan, sebisa mungkin kasus kematian dapat turun bahkan hingga di bawah 1 persen.

"Memang sebaiknya kita mengejar angka kematian terkecil. Tapi sekarang karena sudah ada kasus kematian, bagaimana kita menurunkan angka sekecil-kecilnya. Kalau bisa persentase tadi turun hingga 3 persen, 2 persen, atau bahkan kurang dari 1 persen," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Larang Takbir Keliling, Menag: Berpotensi Akibatkan Kerumunan

Nasional
Deretan 5 Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat

Deretan 5 Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat

Nasional
BW Sebut SK Pembebasan Tugas Pegawai KPK Bertentangan dengan Putusan MK

BW Sebut SK Pembebasan Tugas Pegawai KPK Bertentangan dengan Putusan MK

Nasional
75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Kasus, BW: Akan Terjadi Delay Justice

75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Kasus, BW: Akan Terjadi Delay Justice

Nasional
'Mereka Bahagia Sekali, Ada yang Terima Rp 15 Juta, Rp 20 Juta...'

"Mereka Bahagia Sekali, Ada yang Terima Rp 15 Juta, Rp 20 Juta..."

Nasional
Pimpinan Komisi III DPR Minta 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Tidak Diberhentikan

Pimpinan Komisi III DPR Minta 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Tidak Diberhentikan

Nasional
75 Pegawainya Dibebastugaskan, KPK Koordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB

75 Pegawainya Dibebastugaskan, KPK Koordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB

Nasional
75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Perkara yang Ditanganinya, Hanya Boleh Bekerja Sesuai Arahan Atasan

75 Pegawai KPK Diperintahkan Lepas Perkara yang Ditanganinya, Hanya Boleh Bekerja Sesuai Arahan Atasan

Nasional
Kasus Positif Covid-19 yang Masih Bertambah dan Potensi Lonjakan Usai Libur Lebaran

Kasus Positif Covid-19 yang Masih Bertambah dan Potensi Lonjakan Usai Libur Lebaran

Nasional
NU Imbau Masyarakat Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

NU Imbau Masyarakat Laksanakan Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-masing

Nasional
Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk, Makin Tinggi Jabatan, Makin Mahal Setoran

Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk, Makin Tinggi Jabatan, Makin Mahal Setoran

Nasional
Cegah Covid-19, Satgas: Jangan Silaturahmi secara Fisik Saat Lebaran

Cegah Covid-19, Satgas: Jangan Silaturahmi secara Fisik Saat Lebaran

Nasional
Kakorlantas Minta Masyarakat Urungkan Niat Mudik jika Tak Ingin Diputarbalikkan

Kakorlantas Minta Masyarakat Urungkan Niat Mudik jika Tak Ingin Diputarbalikkan

Nasional
Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Sewenang-wenang Nonaktifkan 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Sewenang-wenang Nonaktifkan 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Nasional
KPK Persilakan Pengamat Militer Connie Rahakundini Buat Laporan soal Mafia Alutsista

KPK Persilakan Pengamat Militer Connie Rahakundini Buat Laporan soal Mafia Alutsista

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X