Kompas.com - 01/08/2020, 08:32 WIB
Hype Kompas.com Editor, Kurniasari Aziza. Instagram/@kurniasariazizaHype Kompas.com Editor, Kurniasari Aziza.

JAKARTA, KOMPAS.com - Membuat obituari untuk seorang sahabat baik, bukan hal yang pernah saya bayangkan, apalagi menuliskan artikel obituari soal sahabat baik yang usil satu itu, Kurniasari Aziza.

Pertama kali mengenal Kur (begitu biasanya saya memanggil dia), di kantor Kompas.com tentunya.

Saya mulanya hanya tahu nama, sesama reporter Kompas.com saat itu. Kebetulan nama panggilannya sama dengan nama panggilan saya, "Icha".

Kadang ada saja narasumber yang salah menghubungi saya, menganggap saya itu si Kur, padahal sebenarnya dia ingin bicara dengan Kur. Ya, mungkin karena nama panggilan kami sama ya. 

Selama di lapangan, saya belum pernah meliput bersama Kur. Namun, nama Icha Kur begitu dikenal di dunia wartawan, terutama wartawan yang biasa bertugas di Balai Kota DKI.

"Orang dekat Ahok", begitu salah satu julukan dia.

Kur memang pandai menjalin hubungan baik dengan narasumber, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang ketika itu menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Narsum yang dikenal sulit ditembus pun, pasti bisa tembus kalau Kur yang coba kontak. Begitulah kira-kira sekilas yang saya dengar dari bos-bos di kantor soal Kur di lapangan. 

Hingga saat kami sama-sama bertugas di kantor sebagai editor, kami ditempatkan dalam tim yang sama. Tim rubrik megapolitan Kompas.com.

Saat itu, kantor kami masih di gedung lama, "Kantor Palsel", begitu kami menyebutnya. 

Di Kantor Palsel, kami duduk berhadap-hadapan. Kesan pertama bertemu Kur di kantor sebagai satu tim, dia kelihatan jutek, galak, tidak menyenangkan.

Lebih banyak diam, tidak ada bercanda, tampak serius, dan jarang mengajak bicara. Sepertinya sulit didekati (pikir saya saat itu). 

Namun, lama kelamaan, entah dari mana mulanya, kami menjadi akrab.

Baca juga: Obituari Icha Kur Kurnia Sari Aziza: Orang Baik Pergi di Hari Baik...

Ternyata Kur tak seperti kesan pertama melihatnya. Dia ternyata anak yang begitu ceria, rendah hati, tetapi juga usil banget di kantor. 

Kami semakin akrab setelah Kur membantu saya sebagai asisten editor. Kebetulan, saat itu saya menjadi editor. 

Dia begitu banyak membantu saya, sangat bisa diandalkan, apalagi untuk ngomel-ngomel negur reporter (hehe bercanda Kur). 

Hype Kompas.com Editor, Kurniasari Aziza.Instagram/@kurniasariaziza Hype Kompas.com Editor, Kurniasari Aziza.
Dia orang yang hampir selalu saya mintai masukannya, terutama saat membuat keputusan. 

Dia bisa memberikan pandangan-pandangan yang berbeda, bahkan ketegasannya kerap kali melebihi saya. Ibarat kata, tanpa Kur, saya gamang.

Masih terbayang jelas di benak saya. Sosok kur yang duduk tenang di bangku kerjanya dengan headset kuning gambar pisang di kepala. 

Kalau sudah asyik pakai si "headset" kuning itu, susah deh manggil si Kur. Kadang suka gemas, tapi juga bikin rindu.

Hingga kami pindah ke Menara Kompas, kami semakin akrab lagi. Makan bersama, berbagi link YouTube bersama, membahas isu peliputan bersama, dan bergosip bersama tentunya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

Nasional
 Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Nasional
Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Nasional
Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Nasional
Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Nasional
Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Nasional
Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Nasional
Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Nasional
Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Nasional
Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

Nasional
Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

Nasional
Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

Nasional
Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

Nasional
PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

Nasional
Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X