Embraer-135 PK-RJP, Pesawat yang Membawa Djoko Tjandra dari Malaysia

Kompas.com - 31/07/2020, 20:09 WIB
Pesawat Embraer ERJ-135 di pabriknya di Sao Jose dos Campos, 100 km dari Sao Paulo. AFP/MARIE HIPPENMEYERPesawat Embraer ERJ-135 di pabriknya di Sao Jose dos Campos, 100 km dari Sao Paulo.

POLISI telah berhasil menangkap Djoko Tjandra, buron dalam kasus skandal suap Bank Bali.

Diberitakan oleh Kompas.com, "Penangkapan Djoko Tjandra dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, yang menjemput Djoko di Malaysia pada Kamis (30/7/2020). Usai ditangkap, buron yang melarikan diri dari Indonesia sejak 11 tahun lalu itu mendarat di Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 22.40 WIB setelah diterbangkan dari Malaysia."

Dari beberapa sumber, diketahui bahwa pesawat terbang yang membawa Djoko Tjandra dari Malaysia ke Jakarta adalah pesawat Embraer 135–650, populer disebut Legacy, dengan nomor registrasi PK-RJP.

Pesawat tersebut merupakan pesawat terbang yang dioperasikan oleh Premiair, maskapai penerbangan charter milik dari PT Ekspres Transportasi Antarbenua.

Pesawat Embraer 135-650 Legacy adalah jenis dari commuter-regional jet aircraft buatan pabrik pesawat terbang Embraer Brazilian Aerospace Company.

Pesawat jet eksekutif ini adalah sebuah pesawat terbang bermesin 2 jet turbo fans engine.

Terbang untuk kali pertama pada Agustus 1995, sampai dengan tahun 2017 sudah diproduksi sebanyak lebih dari 1.200 pesawat.

Pengguna yang terbanyak adalah ExpressJet, maskapai penerbangan di Amerika Serikat yang merupakan anak perusahaan dari United Airlines.

Jenis Embraer-135 ada yang menggunakan mesin jet buatan Allison. Ada pula yang menggunakan General Electric (GE) dan ada juga yang menggunakan mesin Rolls Royce.

Embraer-135 pada basic design-nya dapat mengangkut sebanyak lebih kurang 35 orang, tergantung pada desain interior yang diinginkan oleh operator atau maskapai penerbangan sesuai kebutuhan dengan maksimum berat untuk take off sampai dengan 18.500 kg.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Luhut: KPK Jangan Jadi Alat Politik dan Kekuasaan

Luhut: KPK Jangan Jadi Alat Politik dan Kekuasaan

Nasional
Polri Ancam Penjarakan Travel Gelap yang Nekat Angkut Penumpang untuk Mudik

Polri Ancam Penjarakan Travel Gelap yang Nekat Angkut Penumpang untuk Mudik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Cerita tentang Menteri yang Menangis agar Masuk Kabinet Jokowi | Latar Belakang Seragam Satpam Serupa Polisi

[POPULER NASIONAL] Cerita tentang Menteri yang Menangis agar Masuk Kabinet Jokowi | Latar Belakang Seragam Satpam Serupa Polisi

Nasional
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Akan Ucapkan Sumpah Setia pada NKRI

34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Akan Ucapkan Sumpah Setia pada NKRI

Nasional
Berpotensi Jadi Game Changer, Ini Rencana Nasional Pencegahan Korupsi 2021-2022

Berpotensi Jadi Game Changer, Ini Rencana Nasional Pencegahan Korupsi 2021-2022

Nasional
Anies Akan Renovasi Ruang Kerja Perangkat Daerah di Balai Kota

Anies Akan Renovasi Ruang Kerja Perangkat Daerah di Balai Kota

Nasional
Dialog dengan Angela Merkel, Jokowi Sebut Kondisi Covid-19 di Indonesia Membaik

Dialog dengan Angela Merkel, Jokowi Sebut Kondisi Covid-19 di Indonesia Membaik

Nasional
Luhut: KPK Ini Super Sakti, tapi...

Luhut: KPK Ini Super Sakti, tapi...

Nasional
Luhut: OTT KPK Tak Seperti yang Diharapkan

Luhut: OTT KPK Tak Seperti yang Diharapkan

Nasional
Komisi VIII DPR Minta Pembelajaran Tatap Muka di Madrasah Disiapkan Matang-matang

Komisi VIII DPR Minta Pembelajaran Tatap Muka di Madrasah Disiapkan Matang-matang

Nasional
AHY Cabut Gugatan terhadap 10 Penggagas KLB Deli Serdang

AHY Cabut Gugatan terhadap 10 Penggagas KLB Deli Serdang

Nasional
BPOM: Vaksin Nusantara Belum Penuhi Syarat, Kemampuan Tingkatkan Antibodinya Belum Meyakinkan

BPOM: Vaksin Nusantara Belum Penuhi Syarat, Kemampuan Tingkatkan Antibodinya Belum Meyakinkan

Nasional
Mengenang Perjalanan Rahmi Hatta Mendampingi Bung Hatta

Mengenang Perjalanan Rahmi Hatta Mendampingi Bung Hatta

Nasional
BPOM Belum Keluarkan Izin Uji Klinis Fase II Vaksin Nusantara, Ini Alasannya

BPOM Belum Keluarkan Izin Uji Klinis Fase II Vaksin Nusantara, Ini Alasannya

Nasional
Indonesia Bantu Upaya Pemulihan Bencana Topan di Zimbabwe dan Mozambik

Indonesia Bantu Upaya Pemulihan Bencana Topan di Zimbabwe dan Mozambik

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X