Pemerintah Didorong Investasi Besar-besaran di Sektor Kesehatan

Kompas.com - 30/07/2020, 06:52 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) memberikan sambutan saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu-isu kebangsaan. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYKetua MPR Bambang Soesatyo (tengah) memberikan sambutan saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu-isu kebangsaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah investasi besar-besaran di bidang kesehatan.

Hal itu diperlukan agar Indonesia siap menghadapi pandemi selain Covid-19 ke depannya yang berpotensi memunculkan krisis kesehatan sekaligus ekonomi.

"Tak menutup kemungkinan di tahun mendatang dunia akan dilanda pandemi penyakit lain, yang menuntut vaksin sebagai jalan keluarnya," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2020).

Baca juga: LIPI Targetkan Buat Vaksin Berbentuk Spray, Kapan Selesainya?

"Indonesia harus bersiap diri mengembangkan dunia kefarmasian sejak dini," lanjut dia.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang dinilai sudah memiliki orientasi masa depan terkait ancaman pandemi.

AS disebut telah berinvestasi senilai 2,2 miliar dollar AS untuk mendukung penelitian program vaksin yang dikembangkan perusahaan farmasi Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Dukungan finansial tersebut membuat Negeri Paman Sam mendapatkan 300 juta dosis vaksin dari AstraZeneca pada akhir 2020.

Adapun, Indonesia saat ini melalui perusahaan pelat merah Bio Farma menjalin kerja sama dengan perusahaan China, Sinovac, untuk mengembangkan vaksin Covid-19.

Baca juga: 4 Puskesmas di Bandung Terlibat Uji Klinis Calon Vaksin Covid-19

Ia memperkirakan, melalui kerja sama tersebut, pada 2021 Indonesia sudah bisa memproduksi sendiri vaksin dan menjadi salah satu negara yang paling awal menyuntikan vaksin penangkal Covid-19 kepada warganya.

Bahkan, tak menutup kemungkinan Indonesia juga bisa membantu negara-negara dunia lainnya dalam menyiapkan vaksin.

"Perebutan mendapatkan vaksin Covid-19 menjadi penanda baru betapa dunia tak hanya dihantui persaingan militer, ekonomi dan teknologi informasi, melainkan juga persaingan di dunia farmasi kesehatan," lanjut politisi Golkar itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X