Menag Sebut Potensi Ekonomi Kurban Tahun Ini Turun Akibat Covid-19

Kompas.com - 29/07/2020, 16:54 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Rapat itu membahas mekanisme pembatalan keberangkatan jemaah haji dan evaluasi kinerja dan anggaran program penanggulangan COVID-19 di madrasah dan pesantren. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMenteri Agama Fachrul Razi mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2020). Rapat itu membahas mekanisme pembatalan keberangkatan jemaah haji dan evaluasi kinerja dan anggaran program penanggulangan COVID-19 di madrasah dan pesantren. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan, pandemi Covid-19 berpotensi menurunkan dampak ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan kurban yang dilakukan setiap Idul Adha.

Berdasarkan survei Indonesia Development and Islamic Studies, potensi ekonomi kurban pada tahun lalu mencapai Rp 28,4 triliun atau setara dengan 181.000 ton daging.

Potensi tersebut dihasilkan dari 3,5 juta orang yang ikut berkurban pada tahun lalu.

Sementara, pada tahun ini jumlah masyarakat yang ikut berkurban diprediksi berkurang menjadi 2,3 juta orang. Penurunan tersebut mengakibatkan potensi ekonomi turun dan diperkirakan mencapai Rp 20,5 triliun.

"Potensi kurban yang relatif tinggi memerlukan pengelolaan yang secara terencana, terpola, amanah dan profesional agar melahirkan nilai tambah untuk kesejahteraan masyarakat serta sangat membantu pemberdayaan peternak lokal, swasembada daging halal dan mengurangi impor ternak di Tanah Air," kata Fachrul seperti dilansir dari laman resmi Kemenag, Rabu (29/7/2020).

Baca juga: Digelar Jumat Besok, Simak Panduan Shalat Idul Adha Aman Covid-19

Meski demikian, ia mengatakan, kurban memiliki pesan penting bagi umat islam dan bangsa Indonesia. Salah satunya untuk mendorong tingkat konsumsi daging masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, tingkat konsumsi daging masyarakat Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

"Konsumsi daging masyarakat Indonesia rata-rata berkisar 2,6 kilogram perkapita, sementara negara lain sudah mencapai 4,5 kilogram per kapita," ujarnya.

Selain itu, manfaat lain dari pelaksanaan kurban yaitu untuk memperhatikan sektor peternakan agar menghasilkan hewan kurban yang berkualitas.

Fachrul menambahkan, sebagian besar masyarakat yang melaksanakan kurban, tinggal di wilayah perkotaan. Hal itu disebabkan mayoritas masyarakat muslim kelas menengah tinggal di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, menurut dia, proses distribusi dan suplai hewan kurban dapat ditangani dengan baik.

"Saya tahu beberapa lembaga telah melakukan program penyediaan daging kurban dalam kemasan. Hal ini bagus sekali sehingga semakin luas distribusinya dan jangkauanya serta tidak mengurangi hak fakir miskin," kata Fachrul.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Soroti Tingginya Kasus Covid-19 di Jateng, Minta Ganjar Tekan dari Hulu

Wapres Soroti Tingginya Kasus Covid-19 di Jateng, Minta Ganjar Tekan dari Hulu

Nasional
UPDATE: Bertambah Satu Kasus di Qatar, 5.436 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19

UPDATE: Bertambah Satu Kasus di Qatar, 5.436 WNI di Luar Negeri Positif Covid-19

Nasional
Menkominfo: Penanganan Covid-19 Butuh Waktu karena Jumlah Penduduk yang Besar

Menkominfo: Penanganan Covid-19 Butuh Waktu karena Jumlah Penduduk yang Besar

Nasional
Mahfud Minta Masyarakat Sampaikan Aspirasi Tertulis atau via Telepon agar Situasi Kondusif

Mahfud Minta Masyarakat Sampaikan Aspirasi Tertulis atau via Telepon agar Situasi Kondusif

Nasional
Anggota DPR: Vaksinasi Tidak Boleh Birokratis, apalagi Dipersulit

Anggota DPR: Vaksinasi Tidak Boleh Birokratis, apalagi Dipersulit

Nasional
Tingginya Angka Kematian dan Kegagalan Deteksi Dini Kasus Covid-19

Tingginya Angka Kematian dan Kegagalan Deteksi Dini Kasus Covid-19

Nasional
Mahfud Sebut Pemerintah Hadapi Dilema Penanganan Pandemi Covid-19

Mahfud Sebut Pemerintah Hadapi Dilema Penanganan Pandemi Covid-19

Nasional
Ketika Presiden Jokowi Tahu Stok Obat untuk Pasien Covid-19 Kosong...

Ketika Presiden Jokowi Tahu Stok Obat untuk Pasien Covid-19 Kosong...

Nasional
[POPULER NASIONAL] Dugaan ICW dan Bantahan Moeldoko Terkait Ivermectin | Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Kematian

[POPULER NASIONAL] Dugaan ICW dan Bantahan Moeldoko Terkait Ivermectin | Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Kematian

Nasional
Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Nasional
Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Nasional
Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Nasional
Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Nasional
Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X