Mayoritas Pendidikan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia Tak Tamat SD

Kompas.com - 29/07/2020, 11:51 WIB
Ilustrasi anak shutterstockIlustrasi anak

JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten Deputi Pelindungan Anak Berkebutuhan Khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Usman Basuni mengatakan, pendidikan orangtua menjadi salah satu kendala besar dalam melindungi anak- anak berkebutuhan khusus.

Ia mengatakan, di Indonesia mayoritas pendidikan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus adalah tidak tamat SD.

Sementara di negara-negara maju, kata dia, orangtua dengan anak berkebutuhan khusus pendidikannya rata-rata tamatan SMA.

"Di negara maju, ibu dari anak berkebutuhan khusus rata-rata pendidikannya SMA, kalau di kita mayoritas pendidikan tidak tamat SD," ujar Usman dalam webinar koordinasi perlindungan anak penyandang disabilitas pada masa pandemi Covid-19, Rabu (29/7/2020).

Baca juga: Orangtua yang Malu Jadi Kendala Utama Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh karena itu, kata dia, pendidikan pun menjadi kendala besar untuk dapat melindungi anak-anak berkebutuhan khusus.

Terlebih, saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19 yang serba sulit.

Ia mengakui, dalam melakukan perlindungan kepada anak berkebutuhan khusus, pemerintah mengalami kendala.

Namun, kendala lainnya juga datang dari para orangtua anak itu sendiri, salah satunya adalah mereka yang merasa malu.

Ia pun berharap para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus tidak merasa malu agar mereka bisa diakses dan dilindungi.

Baca juga: Pemprov DKI Buka Jalur Inklusi PPDB 2020 untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Ini Ketentuan Lengkapnya...

Rasa malu dari para orangtua ini merupakan kendala lainnya yang sudah berlangsung cukup lama dan tidak menunjukkan tanda kemajuan.

Meskipun, beberapa provinsi di Jawa, Bali, dan Lampung mulai menunjukkan adanya penurunan jumlah orangtua yang malu memiliki anak berkebutuhan khusus.

"Tapi belum berarti habis. Di negara-negara maju tidak ada rasa malu. Anak berkebutuhan khusus bisa diakses sehingga kebutuhan-kebutuhan anak itu bisa terpenuhi," kata dia.

Baca juga: Orangtua, Berikut 5 Kunci Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X