Soal Demo Tolak Rapid Test, Anggota Komisi IX: Jangan Ada Provokasi, Pemerintah Harus Tegas

Kompas.com - 28/07/2020, 12:25 WIB
Ilustrasi rapid test Covid-19. SHUTTERSTOCKIlustrasi rapid test Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen meminta pemerintah tegas provokator yang menolak tes cepat (rapid test) dan tes usap (swab test) Covid-19, seperti demo yang dilakukan sekelompok orang di Bali.

"Jangan ada provokasi untuk tolak tes 'rapid' dan 'swab'. Pemerintah harus tegas, agar tidak ada provokasi menolak 'rapid' atau 'swab test'," kata pria yang biasa dipanggil Gus Nabil ini dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Menurut dia, provokasi tersebut berbahaya karena bisa mengganggu masyarakat yang selama ini benar-benar terdampak Covid-19, terutama mereka yang sedang sakit dan membutuhkan perawatan.

Baca juga: Tanpa Masker, Jerinx SID Ikut Demo Tolak Rapid Test, Satpol PP: Tak Ada Sanksi

Gus Nabil juga mengingatkan,pemerintah harus memaksimalkan tes terkait corona, agar benar-benar optimal prosedur dan hasilnya.

Jangan sampai, kata politikus PDI Perjuangan itu, ada mafia kesehatan yang memanfaatkan tes terkait corona untuk mengambil keuntungan sepihak.

"Saya pribadi mendapatkan beberapa masukan dari warga, bahwa dalam pelaksanaannya, tes terkait corona harus ditertibkan lagi prosedurnya," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gus Nabil menyatakan, pemerintah harus menindak tegas jika ada pihak yang ingin ambil untung sepihak dalam penyelenggaraan tes-tes itu.

Selain itu, kata dia, pemerintah harus mewaspadai bahaya teori konspirasi karena ada gelombang hembusan teori konspirasi dengan bermacam varian dan isu yang beredar.

"Pendapat-pendapat yang merujuk teori konspirasi itu memenuhi jagad digital, baik di YouTube, Instagram, maupun laman-laman media," kata dia.

Baca juga: Warga Sekitar Secapa AD Tolak Rapid Test, Gugus Tugas: yang Datang hanya 28 Orang

Semua itu, menurut dia, harus dilawan pemerintah dengan strategi komunikasi yang transparan dan tepat sasaran, serta dengan menggandeng masyarakat.

"Ini penting, agar hoaks dan teori konspirasi yang beredar tidak membingungkan warga dan melemahkan semangat kita melawan virus corona," ucap Gus Nabil.

Seperti diketahui, Jerinx SID bersama Masyarakat Nusantara Sehat (Manusa) menggelar demo tolak tes cepat/usap COVID-19 di Lapangan Renon, Kota Denpasar, Minggu (26/7/2020), yang dilakukan tanpa masker dan tidak menjaga jarak.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

KSAL: Mahasiswa Pegang Peran Penting sebagai Pelopor Pembangunan Karakter Bangsa

Nasional
Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Ini Upaya Pemerintah Hindari Gelombang Baru Penularan Covid-19

Nasional
Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Airlangga: Presiden Jokowi Minta Serapan Dana DAU/DAK untuk Penanganan Covid-19 Terus Dipantau

Nasional
Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Soal Judicial Review AD/ART, Waketum Demokrat: Teror di Siang Bolong

Nasional
Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Saksi Sebut Azis Syamsuddin Bertemu dengan Stepanus Robin di Tegal

Nasional
Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Deteksi Covid-19 Terkait Belajar Tatap Muka Terbatas Akan Dilakukan secara Aktif

Nasional
Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Sebut Varian Corona R.1 Belum Ada di Indonesia

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 11 Saksi

Nasional
Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Hasil Survei Sebut Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Turun, Ini Respons Istana

Nasional
Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nadiem Khawatir Anak-anak Makin Lama Lakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Nasional
Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Luhut: Mobilitas Warga di Sektor Ritel dan Wisata Naik Meski Dilakukan Ganjil-Genap

Nasional
Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Pemerintah Usulkan Pileg dan Pilpres 2024 Digelar 15 Mei, Ini Alasan Mahfud MD

Nasional
Luhut: Sekarang Tes Covid-19 Itu 170.000 Per Hari, Sudah Cukup Oke

Luhut: Sekarang Tes Covid-19 Itu 170.000 Per Hari, Sudah Cukup Oke

Nasional
Sekjen PAN Akui Perlu Ada Perbaikan Kinerja Anggota Parpol dan DPR

Sekjen PAN Akui Perlu Ada Perbaikan Kinerja Anggota Parpol dan DPR

Nasional
Menkes Sebut Hoaks Kabar Ribuan Lebih Sekolah PTM Jadi Klaster Covid-19

Menkes Sebut Hoaks Kabar Ribuan Lebih Sekolah PTM Jadi Klaster Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.