Sebelum ke Luar Negeri, Publik Diminta Pahami Protokol Kesehatan Negara Tujuan

Kompas.com - 27/07/2020, 16:13 WIB
Calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta,Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi
Penulis Irfan Kamil
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma’ruf mengatakan, terdapat sejumlah prosedur yang mesti ditempuh calon penumpang yang menuju luar negeri saat pandemi Covid-19

Menurut Anas setiap negara memiliki perbedaan peraturan yang diterapkan. Oleh karena itu, bagi yang hendak keluar negeri perlu memenuhi syarat dan ketentuan dari negara tujuan.

“Untuk keberangkatan internasional, tergantung peraturan negara tujuan, karena protokolnya beda-beda. Misalnya ada memerlukan sertifikat PCR, ada yang cukup health alert card, atau juga tidak memerlukan apa-apa, tetapi mengikuti aturan di sana,” kata Anas dalam diskusi di Graha BNPB, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Begini Protokol Kesehatan bagi Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Anas menyebut, Korea Selatan tidak memberlakukan syarat khusus bagi penumpang pesawat yang akan menuju negara tersebut.

Namun, kata dia, ketika sampai di negara itu, pengunjung harus mengikuti protokol kesehatan yang ada, seperti melakukan karantina selama 14 hari.

“Korea Selatan itu tidak perlu apa-apa, tetapi begitu sampai di sana selain persyaratan imigrasi yang harus dipenuhi, kemudian akan dicek petugas dan dikarantina selama 14 hari,” kata Anas.

Oleh karena itu, kata dia, orang yang akan mengunjungi Korea Selatan harus memahami persyaratan protokol kesehatan disana.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Rendah, tetapi Pelanggaran Protokol Kesehatan Semakin Tinggi

Sebab, selain harus melakukan PCR, juga membayar hotel sendiri untuk karantina mandiri selama 14 hari.

“Siap membayar hotel 14 hari dan juga siap PCR di sana. Kalau tidak siap membayar hotel, itu ngga bisa ke sana,” lanjut dia.

Sementara, mereka yang berniat terbang ke Hongkong wajib memiliki sertifikat PCR negative dari laboraturium rekomendasi negara asal.

Adapun masa berlaku sertifikat PCR di hongkong hanya 72 jam atau hanya berlaku selama 3 hari.

Disisi lain, Bandara Soekarno Hatta memberlakukan sejumlah protokol kesehatan seperti pengecekan suhu.

Setelah itu, akan ada pengecekan lagi terkait dokumen kelengkapan.

“Sebelum berangkat, nanti di security check point 2 itu ada petugas KKP yang melakukan pengamatan kembali suhu dan gejala," ujar Anas

Baca juga: Polisi Akan Berjaga di Lokasi Penyembelihan Hewan Kurban untuk Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gugatan Busyro Muqoddas dkk Terkait Pilkada Disidangkan 10 Desember 2020

Gugatan Busyro Muqoddas dkk Terkait Pilkada Disidangkan 10 Desember 2020

Nasional
Papua Catat 1.755 Kasus Baru Covid-19, Satgas: Itu Akumulasi

Papua Catat 1.755 Kasus Baru Covid-19, Satgas: Itu Akumulasi

Nasional
Satgas: 24 Orang Positif Covid-19 Setelah Kontak dengan Anies dan Riza Patria

Satgas: 24 Orang Positif Covid-19 Setelah Kontak dengan Anies dan Riza Patria

Nasional
Soal 8 Sepeda yang Diamankan KPK, Edhy Prabowo: Saya Beli di Amerika, Tidak Terkait Kasus

Soal 8 Sepeda yang Diamankan KPK, Edhy Prabowo: Saya Beli di Amerika, Tidak Terkait Kasus

Nasional
Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Catatan Penerimaan Suap Wali Kota Cimahi

Geledah 4 Lokasi, KPK Amankan Catatan Penerimaan Suap Wali Kota Cimahi

Nasional
Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Nasional
Ditahan KPK, Rizal Djalil: Tak Perlu Disesalkan, Mengalir Saja seperti Sungai Musi-Batanghari

Ditahan KPK, Rizal Djalil: Tak Perlu Disesalkan, Mengalir Saja seperti Sungai Musi-Batanghari

Nasional
Anggota DPRD DKI Minta Naik Gaji, PKB: Pertimbangkan Suasana Kebatinan Masyarakat

Anggota DPRD DKI Minta Naik Gaji, PKB: Pertimbangkan Suasana Kebatinan Masyarakat

Nasional
Tanggapi Kuasa Hukum Ustaz Maaher, Polri Klaim Telah Bekerja Sesuai Prosedur

Tanggapi Kuasa Hukum Ustaz Maaher, Polri Klaim Telah Bekerja Sesuai Prosedur

Nasional
Wakapolri: Siapa Pun yang Ikut Benny Wenda Kami Tindak Tegas

Wakapolri: Siapa Pun yang Ikut Benny Wenda Kami Tindak Tegas

Nasional
Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Satgas Sebut Masyarakat Kian Abai Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Satgas Sebut Masyarakat Kian Abai Protokol Kesehatan

Nasional
Eks Anggota BPK Rizal Djalil Ditahan KPK Terkait Kasus Suap Proyek SPAM

Eks Anggota BPK Rizal Djalil Ditahan KPK Terkait Kasus Suap Proyek SPAM

Nasional
Pesan Penyintas: Terpapar Covid-19 Sungguh Menyakitkan

Pesan Penyintas: Terpapar Covid-19 Sungguh Menyakitkan

Nasional
Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Sayangkan Rekor Kasus Covid-19, Satgas: Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Mendes PDTT Tegaskan UU Cipta Kerja Adalah Jawaban Kesulitan BUMDes

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X