Kompas.com - 27/07/2020, 15:28 WIB
Penulis Irfan Kamil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta Anas Ma’ruf memaparkan prosedur penerbangan dari dan menuju luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Anas, perlu dibedakan protokol kesehatan untuk kedatangan dan keberangkatan internasional maupun kedatangan dan keberangkatan domestik.

Ia mengatakan, warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang tiba di Indonesia wajib membawa hasil tes polymerase chain reaction (PCR) yang menunjukkan negatif Covid-19. 

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah di Jayawijaya, Bandara Wamena Kembali Ditutup

Ini mengacu pada SE Menteri Kesehatan No. HK.02.01/MENKES/338/2020 tentang Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Bandara Udara Soekamo Hatta dan Bandar Udara Juanda.

“Pada prinsipnya negara kita mewajibkan yang akan kembali ke Tanah Air, harus mempunyai sertifikat tes PCR negatif,” kata Anas dalam diskusi di Graha BNPB, Senin (27/7/2020).

“Kalau yang sudah mempunyai tes PCR akan lebih mudah karena di Bandara Soekarno-Hatta di terminal 3 ada jalur khusus PCR,” ujar dia.

Selanjutnya, kata dia, penumpang akan diberikan health alert card, mengisi formulir, pemeriksaan kesehatan suhu, saturasi oksigen, dan wawancara.

Sebab, menurut Anas, bisa saja penumpang membawa hasil tes PCR negatif tetapi suhu badannya panas dan dadanya sesak.

Jika ada penumpang yang demikian, kata dia, ia akan dipisahkan dari penumpang lain.

"Kalau suhu normal, oksigen normal, kemudian tes wawancara sudah validasi dinyatakan valid clearance oleh KKP, boleh pulang ke rumah atau melanjutkan perjalanan domestik,” ujar dia.

Kemudian, apabila ditemukan indikasi suspek Covid-19, penumpang akan diperiksa lebih lanjut dan dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Baca juga: Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Berangsur Meningkat

Namun, bagi penumpang yang tidak memiliki sertifikat PCR, ia akan dites di bandara.

“Kalau reaktif akan dirujuk ke rumah sakit darurat corona di Kemayoran. Kalau tidak reaktif, akan diberikan pengantar karantina oleh petugas kesehatan dan ini harus dilakukan swab di Wisma Karantina Pademangan," kata dia.

Anas menyarankan kepada semua penumpang yang tiba di Indonesia untuk karanita mandiri selama 14 hari setibanya di tujuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres Nilai Tak Masalah Menteri Ikut Urus Pernikahan Kaesang, tapi…

Wapres Nilai Tak Masalah Menteri Ikut Urus Pernikahan Kaesang, tapi…

Nasional
Tabur Bunga, Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan RKUHP di Depan Gedung DPR

Tabur Bunga, Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengesahan RKUHP di Depan Gedung DPR

Nasional
9 Kapal Perang Tua TNI AL Bakal Diremajakan

9 Kapal Perang Tua TNI AL Bakal Diremajakan

Nasional
Wapres Bakal Hadiri Pernikahan Kaesang-Erina, Sudah Anggap sebagai Keluarga Sendiri

Wapres Bakal Hadiri Pernikahan Kaesang-Erina, Sudah Anggap sebagai Keluarga Sendiri

Nasional
Sambo Bilang Brigadir J Lecehkan Putri, Ricky Rizal Tak Percaya

Sambo Bilang Brigadir J Lecehkan Putri, Ricky Rizal Tak Percaya

Nasional
Soal Lelang Kepulauan Widi, Mendagri Sebut PT LII Tidak Jual tapi Cari Investor Asing

Soal Lelang Kepulauan Widi, Mendagri Sebut PT LII Tidak Jual tapi Cari Investor Asing

Nasional
Oknum Paspampres Diduga Perkosa Prajurit Wanita Kostrad Dijerat Pasal 285 KUHP

Oknum Paspampres Diduga Perkosa Prajurit Wanita Kostrad Dijerat Pasal 285 KUHP

Nasional
Markas Koarmada I Resmi Pindah ke Tanjungpinang Hari Ini

Markas Koarmada I Resmi Pindah ke Tanjungpinang Hari Ini

Nasional
Jaring Aspirasi Berbagai Kalangan, Komisi IX Ingin Omnibus Law Kesehatan Dibahas secara Matang

Jaring Aspirasi Berbagai Kalangan, Komisi IX Ingin Omnibus Law Kesehatan Dibahas secara Matang

Nasional
Jaksa Kembali Panggil Eks KSAU Agus Supriatna untuk Bersaksi, KPK: Atas Perintah Pengadilan

Jaksa Kembali Panggil Eks KSAU Agus Supriatna untuk Bersaksi, KPK: Atas Perintah Pengadilan

Nasional
Yudo Margono Janji Lanjutkan Kebijkan Andika soal Penegakkan HAM dan Hukum di Papua

Yudo Margono Janji Lanjutkan Kebijkan Andika soal Penegakkan HAM dan Hukum di Papua

Nasional
Dikabarkan Bakal Rujuk dengan PKS, Gerindra: Kita Enggak Pernah Cerai

Dikabarkan Bakal Rujuk dengan PKS, Gerindra: Kita Enggak Pernah Cerai

Nasional
Kejagung Sebut Usul Keringanan Hukuman Bharada E Tergantung Kesaksian

Kejagung Sebut Usul Keringanan Hukuman Bharada E Tergantung Kesaksian

Nasional
Jokowi Pastikan Rehabilitasi Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur Segera Dimulai

Jokowi Pastikan Rehabilitasi Sekolah Terdampak Gempa di Cianjur Segera Dimulai

Nasional
Tinjau Lokasi Relokasi Korban Gempa Cianjur, Jokowi: Segera Dibangun 200 Rumah

Tinjau Lokasi Relokasi Korban Gempa Cianjur, Jokowi: Segera Dibangun 200 Rumah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.