KPK Minta Inspektorat Pemerintah Daerah Berperan Berantas Korupsi

Kompas.com - 27/07/2020, 14:24 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron. ANTARA FOTO/AKBARr NUGROHO GUMAYWakil Ketua KPK Alexander Marwata mengikuti upacara pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019). Presiden Joko Widodo melantik lima pimpinan KPK periode 2019-2023 yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango dan Nurul Ghufron.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta inspektorat atau unsur pengawas dalam pemerintahan ikut berperan memberantas tindak pidana korupsi di daerah. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata berharap unsur inspektorat dapat menjadi perpanjangan tangan KPK.

"Kami tentu saja mengharapkan juga dari seluruh elemen pemerintahan, inspektorat dalam hal ini ya, sebagai kepanjangan tangan KPK di daerah, tentu saja kami harapkan seperti itu," kata Alex dalam acara Talk Show Online: Merangkai Simfoni Melawan Korupsi yang disiarkan melalui akun Youtube KPK, Senin (27/7/2020).

Baca juga: KPK Setor Rp 319 Miliar ke Kas Negara Sepanjang 2019

Alex mengatakan, pemberantasan korupsi tidak bisa dikerjakan oleh KPK sendiri karena adanya keterbatasan. Misalnya, KPK tidak dapat mendirikan kantor di daerah serta keterbatasan sumber daya manusia.

"Wilayah kerja KPK itu dari Sabang sampai Merauke dan KPK mendapatkan laporan masyarakat itu juga dari Sabang sampai Merauke tentang kejahatan tindak pidana korupsi. Nah ini tentu saja tidak mungkin itu kalau semuanya itu ditangani oleh KPK," ujar Alex.

Baca juga: Firli Ungkap Capaian KPK Enam Bulan Terakhir: 160 Kasus, 85 Tersangka

Oleh karena itu, KPK berupaya memperkuat kedudukan inspektorat karena menyadari tanggung jawab pemberantasan korupsi di daerah yang tidak mudah.

"Terlebih dengan kepala-kepala daerah yang tidak memiliki komitmen. Ini inspektorat ini kita perkuat, supaya apa, supaya berani dalam melakukan pengawasan itu secara profesional dan independen," ucap Alex.

Alex juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pemberantasan korupsi baik dari sisi pencegahan, penindakan, maupun pendidikan.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X