Pilkada 2020, Antara Dinasti dan Kontestasi

Kompas.com - 27/07/2020, 08:57 WIB
Bakal calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan bakal calon wakil wali kota Solo, Teguh Prakosa (kanan) memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020).  Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang. ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHABakal calon wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan bakal calon wakil wali kota Solo, Teguh Prakosa (kanan) memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang.

"SAYA kan ikut kontestasi. Bisa menang, bisa kalah. Tidak diwajibkan memilih saya. Bisa dipilih, bisa tidak."

Kalimat itu disampaikan Gibran Rakabuming Raka dalam konferensi pers yang digelar PDI-P secara daring, Jumat (24/7/2020). Bakal calon Wali Kota Solo ini merespons isu dinasti politik terhadap dirinya setelah resmi mengantongi rekomendasi PDI-P maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mengatakan, keikutsertaanya di Pilkada Solo merupakan sebuah kontestasi.

Gibran maju sebagai bakal calon Wali Kota Solo yang diusung PDI-P. Gibran maju dalam Pilkada 2020 bersama Teguh Prakosa.

Baca juga: Gibran: Tidak Diwajibkan Memilih Saya, Bisa Menang Bisa Kalah...

Keputusan mengusung Gibran-Teguh di Pilkada Kota Solo diumumkan oleh Ketua DPP PDI-P Puan Maharani dalam Pengumuman Tahapan II 45 Pasangan Calon Kepala Daerah Pilkada Serentak pada Jumat (17/7/2020).

Tak sendiri

Gibran tak sendiri. Selain dia setidaknya ada sekitar 9 keluarga pejabat dan elite politik yang akan berlaga dalam Pilkada 2020. Sebut saja Bobby Nasution.

Menantu Jokowi ini akan mengadu peruntungan di Pilkada Medan, Sumatera Utara. Suami Kahiyang Ayu ini maju sebagai bakal calon Wali Kota Medan.

Kemudian ada nama Siti Nur Azizah. Meski tak memiliki rekam jejak di dunia politik, putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin ini akan berlaga dalam Pilkada di Tangerang Selatan.

Tak mau ketinggalan, Hanindhito Himawan Pramono juga akan maju dalam Pilkada tahun ini. Anak Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung ini akan maju pada Pilkada Kediri 2020.

Baca juga: Hanindhito Sempat Tak Direstui Pramono Anung Maju Pilkada Kediri

Berikutnya ada Ipuk Fiestandani. Istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ini akan maju dalam Pilkada Banyuwangi.

Pilkada Tangerang Selatan juga akan diramaikan dengan munculnya Rahayu Saraswati. Keponakan Prabowo Subianto ini akan mendampingi Muhammad yang saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah Tangsel.

Kemudian ada nama Doly Sinomba Siregar. Paman Bobby Nasution ini akan mengikuti Pilkada Tapanuli Selatan.

Adik bungsu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Irman Yasin Limpo, juga ikut meramaikan kontestasi politik di Sulawesi Selatan. Pria yang akrab disapa None itu menyatakan diri maju sebagai calon Wali Kota Makassar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X