Kompas.com - 25/07/2020, 06:00 WIB
Presiden Joko Widodo berolahraga bersama KSAD, KSAL, dan KSAU di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/6/2020) Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo berolahraga bersama KSAD, KSAL, dan KSAU di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/6/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono memastikan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah masuknya virus corona ke dalam lingkungan Istana Kepresidenan.

Hal itu disampaikan Heru menyusul diberitakannya Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang dinyatakan positif Covid-19 usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2020).

Ia mengatakan, Presiden serta keluarga melakukan pemeriksaan rutin kesehatan seminggu sekali.

"Iya, Ibu Negara dengan Bapak Presiden dan keluarga sama perlakuannya. Kami lakukan tes kesehatan dengan rutin," kata Heru sebagaimana dikutip dari tribunnews.com, Jumat (24/7/2020)

Baca juga: 2 Hari Setelah Bertemu Jokowi, Wakil Wali Kota Solo Dinyatakan Positif Covid-19

Selain Presiden serta keluarga, para perangkat atau orang-orang yang sering berinteraksi dengan Presiden juga melakukan tes kesehatan secara rutin.

Hal itu juga berlaku bagi Heru dan seluruh staf Sekretariat Presiden.

Bahkan, juru masak hingga Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) juga melakukan hal yang sama.

Untuk juru masak dan Paspampres, tes kesehatan yang di dalamnya termasuk tes swab dilakukan per dua bulan sekali.

Selama dua bulan, mereka yang dinyatakan sehat tidak dibolehkan berinteraksi sembarangan.

Baca juga: Istana: Belum Tentu Achmad Purnomo Sudah Terjangkit Covid-19 Saat Bertemu Presiden

Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono. KOMPAS.com/Ihsanuddin Kepala Staf Kepresidenan Heru Budi Hartono.
"Misalnya, besok ada jadwal pergantian dua bulan. Berarti malam ini yang baru sudah kami lakukan swab. Masuk dan dia bekerja tidak boleh berinteraksi dengan yang lainnya sampai dengan dua bulan berikutnya," kata dia.

Tidak hanya itu, ruangan yang akan digunakan presiden untuk bekerja, rapat, atau pertemuan lainnya juga dilakukan sterilisasi terlebih dahulu.
Sterilisasi dilakukan dengan sinar ultra violet tiga jam sebelum ruangan digunakan.

"Jadi, misalnya Bapak Presiden akan bekerja di Istana Negara, berarti ya jam 06.00 WIB pagi kami lakukan sterilisasi dan orang tidak boleh masuk," kata dia.

Heru mengatakan bahwa protokol kesehatan di lingkungan presiden sudah sangat ketat. Antisipasi penularan dari orang-orang yang bertemu Presiden juga sudah dilakukan semaksimal mungkin.

Baca juga: Achmad Purnomo Positif Covid-19, Jokowi Jalani Tes Swab

"Saya rasa sudah ketat, sudah maksimum dan tentunya kami berdoa semoga semuanya tidak tertular dan untuk Pak Wakil Wali Kota solo kami berdoa semoga semuanya tetap sehat dan bisa melalui ini dengan baik," ujar Heru.

Heru mengatakan, intensitas kegiatan kerja Presiden tidak akan dikurangi, meski terdapat kasus positif orang yang sempat bertemu Kepala Negara tersebut.

Presiden tetap berkativitas dan bekerja dengan pembatasan jumlah perserta.

"Contohnya setiap bertemu dengan warga. Tadi sore misalnya pukul 15.00 WIB di Bogor ada 30 (orang), mungkin akan kami pikirkan kami kurangkan jadi 20, dengan jarak yang mungkin agak lebih jauh lagi," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapabilitas Distributif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Distributif dalam Sistem Politik

Nasional
Karakteristik Peraturan Pemerintah

Karakteristik Peraturan Pemerintah

Nasional
Kapabilitas Ekstraktif dalam Sistem Politik

Kapabilitas Ekstraktif dalam Sistem Politik

Nasional
Peraturan Pemerintah: Pengertian, Fungsi dan Materi Muatannya

Peraturan Pemerintah: Pengertian, Fungsi dan Materi Muatannya

Nasional
Bareskrim Akan Limpahkan Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Sunmod Alkes ke Kejaksaan Pekan Depan

Bareskrim Akan Limpahkan Berkas Perkara dan Tersangka Kasus Sunmod Alkes ke Kejaksaan Pekan Depan

Nasional
Setelah Longgarkan Penggunaan Masker, Pemerintah Akan Hapus Travel Bubble

Setelah Longgarkan Penggunaan Masker, Pemerintah Akan Hapus Travel Bubble

Nasional
Jokowi Klaim Harga Minyak Goreng Turun dan Stok Melimpah Imbas Larangan Ekspor CPO

Jokowi Klaim Harga Minyak Goreng Turun dan Stok Melimpah Imbas Larangan Ekspor CPO

Nasional
Modus Investasi Bodong Sunmod Alkes: Mengaku Dapat Tender Pemerintah dan Janjikan Untung Besar

Modus Investasi Bodong Sunmod Alkes: Mengaku Dapat Tender Pemerintah dan Janjikan Untung Besar

Nasional
Survei Indo Riset: Selera Publik Terhadap Presiden Berubah, dari Merakyat Jadi Antikorupsi

Survei Indo Riset: Selera Publik Terhadap Presiden Berubah, dari Merakyat Jadi Antikorupsi

Nasional
Jokowi: Saya Perintahkan Aparat Hukum Terus Selidiki Dugaan Penyelewengan Minyak Goreng

Jokowi: Saya Perintahkan Aparat Hukum Terus Selidiki Dugaan Penyelewengan Minyak Goreng

Nasional
Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Suntikan Moadal Alkes

Polri Tetapkan 4 Tersangka Kasus Investasi Bodong Suntikan Moadal Alkes

Nasional
M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

M Kece Mengaku Dapat Tekanan Teken Surat Permintaan Maaf kepada Irjen Napoleon

Nasional
Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

Gubernur Lemhannas Sebut Transformasi Militer Tidak Cukup Hanya Sampai 2045

Nasional
Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

Langkah Kemenkes Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut di Sekolah

Nasional
Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

Jokowi: Dulu Pasokan Minyak Goreng 64.500 Ton Per Bulan, Setelah Ekspor Dilarang Jadi 211.000 Ton

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.