Survei Indikator: 56,8 Persen Responden Pelaku Usaha Puas dengan Kinerja Jokowi

Kompas.com - 23/07/2020, 16:32 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan  sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APresiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 56,8 persen pelaku usaha puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo pada masa pandemi virus corona atau Covid-19. Survei tersebut dilakukan dalam periode 29 Juni hingga 11 Juli 2020.

Sementara, sebanyak 8 persen responden menyatakan sangat puas. Kemudian 28,2 persen menjawab kurang puas, 1,9 persen merasa tidak puas sama sekali dan 5,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

"Mayoritas responden di setiap kelompok sektor ekonomi dan skala usaha merasa puas dengan kinerja Joko Widodo sebagai presiden," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, dalam webinar bertajuk Evaluasi Pelaku Usaha Terhadap Kinerja Kabinet dan Ekonomi di Masa Pandemi, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: Survei Indikator: Pelaku Usaha Nilai Kinerja Menkeu Paling Baik

Tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap Jokowi juga terbilang tinggi dengan 62,6 persen. Sedangkan responden yang menyatakan tidak percaya sebesar 8,6 persen.

Populasi survei merupakan pelaku usaha pada tujuh sektor ekonomi di sembilan provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Baca juga: Survei Indikator: 57 Persen Responden Nilai Ekonomi Nasional dalam Kondisi Buruk

Tujuh sektor tersebut adalah pertanian non perikanan dan kelautan (sektor A1), perikanan dan kelautan (sektor A2), pertambangan dan penggalian (sektor 8).

Kemudian industri pengolahan (sektor C), kostruksi (sektor F), perdagangan dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor (sektor G), pengangkutan dan terakhir pergudangan (sektor H).

Sampel di tiap sektor dipilih secara acak. Total responden sebanyak 1.176 dan survei dilakukan dengan metode wawancara melalui telepon. Tingkat kesalahan atau margin of error survei sebesar kurang lebih 3,2 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X