Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/07/2020, 12:47 WIB

KOMPAS.comLabuan Bajo merupakan salah satu sasaran major projects dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, sekaligus destinasi pariwisata prioritas dalam rangka pemulihan ekonomi dan sosial.

Oleh karena itu, Laboan Bajo berusaha untuk terus melakukan pembangunan pada berbagai sektor.

Adapun, yang saat ini sedang berjalan adalah pembangunan Puncak Waringin dan Creative Hub Labuan Bajo. Keduanya digadang sebagai pusat cendera mata dan perputaran kegiatan ekonomi kreatif.

Kemudian mulai Rabu (1/7/2020), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Labuan Bajo juga sudah dibuka kembali dengan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa pun melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Labuan Bajo, Kamis-Senin (16-20 Juli 2020).

Kunker itu ia lakukan untuk memastikan kesiapan upaya pemulihan ekonomi dan sosial di Labuan Bajo, 

Baca juga: Pariwisata Labuan Bajo Akan Dibuka Kembali, Ikuti Protokol Kesehatan

Suharso ingin memastikan kemudahan akses wisatawan dengan meninjau pelebaran ruas Jalan Soekarno Hatta bawah sepanjang 10,05 kilometer (km), dan Soekarno Hatta atas sepanjang 9,97 km, serta kemajuan pengembangan Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo.

“Tujuan pengembangannya agar bandara mampu bmenampung target 4 juta penumpang dan mengangkut 3.500 ton kargo di 2024,” kata Suharso, dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, bandara itu juga diharapkan mampu memperluas konektivitas, serta merealisasikan Nawacita 7 tentang realisasi ekonomi mandiri dengan mengaktifkan sektor ekonomi domestik strategis.

Kemudian, Suharso juga mengunjungi Tana Mori yang dibidik menjadi lokasi pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit 2023.

“Selain di Tana Mori, saya melihat peluang di Wae Cicu. Kalau mau disiapkan untuk G-20, mungkin persiapannya bisa lebih cepat. Kami sedang menyiapkan rancangan terintegrasi untuk satu kesatuan di Pulau Flores,” sambung dia.

Baca juga: Wisata Flores, Senja di Pantai Borong dan Nangalanang Manggarai Timur

Adapun rancangan terintegrasi yang dimaksud Suharso adalah membuat Labuan Bajo dan Pulau Flores menjadi destinasi yang mengutamakan pengalaman wisata berkualitas (quality tourism) serta berkelanjutan.

“Kekayaan kita akan komodo itu tidak hanya untuk Labuan Bajo, tetapi juga untuk Pulau Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk itu, kami susun master plan pariwisata secara terintegrasi,” kata Suharso.

Di tengah pembukaan kembali wisata Labuan bajo, ia berpesan agar fasilitas kesehatan harus tetap siaga, meski NTT tergolong dalam daerah tingkat risiko sedang.

“NTT tidak boleh lengah dan harus tetap menyiapkan segala kebutuhan penanganan Covid-19,” kata Suharso.

Baca juga: Wisata Saat Pandemi, Bakal Banyak Potensi Wisata Lokal yang Terekspos

Menteri PPN kemudian mengunjungi kantor pos, puskesmas dan rumah sakit, serta perlelangan ikan di Kampung Ujung untuk membahas potensi meningkatnya permintaan ikan dan pentingnya menjadikan Labuan Bajo sebagai produsen ikan lokal berkualitas.

Itu karena Bappenas juga mengampu hampir semua sektor termasuk percepatan pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan sumber daya manusia,

“Kami ke kantor pos untuk mendengarkan proses penyerahan bantuan sosial dan mendatangi puskesmas serta rumah sakit untuk melihat persiapan menghadapi pandemi ini,” kata Suharso.

Pada kunjungan tersebut, Kementerian PPN atau Bappenas, menyalurkan bantuan alat pelindung diri kepada tenaga kesehatan di seluruh puskesmas di wilayah Kabupaten Manggarai Barat, RS Siloam Labuan Bajo, dan RSUD Komodo Labuan Bajo.

Terkait program bantuan sosial, Suharso mengatakan bahwa masih memerlukan pemutakhiran data yang baik.

Baca juga: NIK dari Disdukcapil Bakal Jadi Acuan Sinkronisasi Data Bansos dan BLT Dana Desa

“Dari 514 kabupaten dan kota, baru 113 yang melakukan pemutakhiran data. Itu menjadi pekerjaan rumah kita semua. Di Bappenas, kami hitung tingkat akurasinya memang masih rendah. Oleh karena itu, ke depannya akan kami perbaiki,” kata Suharso.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Mentan 'Digoyang' Isu Reshuffle | Nasib Anies Usai Surya Paloh dan Jokowi 'Salaman'

[POPULER NASIONAL] Mentan "Digoyang" Isu Reshuffle | Nasib Anies Usai Surya Paloh dan Jokowi "Salaman"

Nasional
Apa itu PPATK?

Apa itu PPATK?

Nasional
Cara Mengurus Akta Kematian yang Rusak

Cara Mengurus Akta Kematian yang Rusak

Nasional
Gempa M 4,3 Guncang Garut, Pusat Gempa di Kedalaman 3 Km

Gempa M 4,3 Guncang Garut, Pusat Gempa di Kedalaman 3 Km

Nasional
Tanggal 8 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 8 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
IPK Turun, Upaya Pemberantasan Korupsi Indonesia Dianggap Terpuruk

IPK Turun, Upaya Pemberantasan Korupsi Indonesia Dianggap Terpuruk

Nasional
Nilai Kepala BRIN Tak Buat Kemajuan, Anggota DPR: Yang Ada Malah Kontroversi

Nilai Kepala BRIN Tak Buat Kemajuan, Anggota DPR: Yang Ada Malah Kontroversi

Nasional
Eks Penyidik KPK Sebut Janji Jokowi Perkuat Pemberantasan Korupsi Hanya Basa-basi

Eks Penyidik KPK Sebut Janji Jokowi Perkuat Pemberantasan Korupsi Hanya Basa-basi

Nasional
IPK Indonesia Turun, Janji Jokowi Lawan Korupsi Dinilai Tak Bermakna

IPK Indonesia Turun, Janji Jokowi Lawan Korupsi Dinilai Tak Bermakna

Nasional
Kasus Omicron XBB.1.5 atau Kraken di Pamulang Baru Pulang Umrah

Kasus Omicron XBB.1.5 atau Kraken di Pamulang Baru Pulang Umrah

Nasional
ICW Sebut Pernyataan Pemberantasan Korupsi Jokowi Hanya Pemanis Pidato

ICW Sebut Pernyataan Pemberantasan Korupsi Jokowi Hanya Pemanis Pidato

Nasional
IPK 2022 Sama dengan 2014, Pengamat Sebut Jokowi Belum Berkontribusi dalam Pemberantasan Korupsi

IPK 2022 Sama dengan 2014, Pengamat Sebut Jokowi Belum Berkontribusi dalam Pemberantasan Korupsi

Nasional
Perkuat Koalisi Perubahan, Demokrat Buka Kemungkinan Komunikasi dengan Partai Lain

Perkuat Koalisi Perubahan, Demokrat Buka Kemungkinan Komunikasi dengan Partai Lain

Nasional
UPDATE 1 Februari 2023: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 74,62 Persen, Ketiga 29,60 Persen

UPDATE 1 Februari 2023: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 74,62 Persen, Ketiga 29,60 Persen

Nasional
Demokrat: Kalau Ada yang Masih Galau, Koalisi Perubahan Terbuka Menerima

Demokrat: Kalau Ada yang Masih Galau, Koalisi Perubahan Terbuka Menerima

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.