Angka Kasus Baru Naik Diduga Akibat Penerapan Kebiasaan Baru, Dokter Paru: Protokol Kesehatan Mutlak DIjalankan!

Kompas.com - 22/07/2020, 10:26 WIB
Umat katolik mengikuti ibadah di Gereja Katedral Bogor, Minggu (12/7/2020). Mulai Sabtu (11/7/2020), Gereja Katedral Bogor mulai menggelar misa percobaan di masa transisi kenormalan baru dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan antara lain mewajibkan penggunaan masker, hand sanitizer, serta membatasi kuota jumlah umat yang datang ke gereja sebanyak 200 orang setiap misa. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOUmat katolik mengikuti ibadah di Gereja Katedral Bogor, Minggu (12/7/2020). Mulai Sabtu (11/7/2020), Gereja Katedral Bogor mulai menggelar misa percobaan di masa transisi kenormalan baru dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan antara lain mewajibkan penggunaan masker, hand sanitizer, serta membatasi kuota jumlah umat yang datang ke gereja sebanyak 200 orang setiap misa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Erlina Burhan meminta pemerintah untuk bisa mendorong masyarakat agar bisa menjalankan protokol kesehatan.

"Bahwa protokol kesehatan itu mutlak betul-betul dilaksanakan dan pelaksanannya jangan dibiarkan, tapi ada pemantauannya," ujar Erlina dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/7/2020).

Erlina mengatakan, sejak diterapkannya kebiasaan baru, justru angka kasus baru rata-rata meningkat.

Baca juga: Gugus Tugas: Angka Kepatuhan Masyarakat Tangsel Terhadap Protokol Kesehatan 85,8 Persen

Menurutnya, hal itu menunjukan belum bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Maka dari itu, protokol kesehatan pun mutlak harus dijalankan masyarakat.

Ia menegaskan, petugas juga perlu mengawasi penggunaan masker setiap saat. Begitu juga dengan anjuran protokol kesehatan lainnya.

Erlina menegaskan, ketika ada upaya untuk kembali menggulirkan roda perekonomian, maka masyarakat perlu memahami mengenai penyebaran virus corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satunya pemahaman mengenai penyebaran virus corona yang terjadi di area keramaian.

Baca juga: Komisi VIII DPR: Jangan Anggap Enteng Covid-19, Patuhi Protokol Saat Idul Adha

"Ini memang jadi masalah bahwa masyarakat tidak berperan aktif menjadi agen edukasi. Edukasi hanya dilakukan media massa, yang bahayanya adalah medsos berseliweran disinformasi," kata dia.

Menurutnya, saat ini masih sedikit masyarakat yang memahami mengenai penyebaran virus corona. Maka dari itu, diharapkan setiap individu bisa menjadi agen edukasi.

"Ini terlalu sedikt yang terlibat, masyarakat semua jadi agen edukasi agar mengerti bahwa penularan terjadi di keramaian," tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Selamat dari Kecelakaan Saat Reli, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya

Nasional
UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

UPDATE 27 November: Indonesia Baru Capai Vaksinasi 44,97 Persen dari Target Herd Immunity

Nasional
Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Update 27 November: Positivity Rate Kasus Harian Covid-19 Sebesar 0,21 Persen

Nasional
Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: Ada 5.397 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Menpan RB Larang ASN Cuti pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022

Nasional
Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Update 27 November: Bertambah 11, Total 143.807 Orang Meninggal Dunia akibat Covid-19

Nasional
Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Jokowi: Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan WHO Sulit Tercapai di Akhir 2021

Nasional
Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Kapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Serentak Indonesia di Bogor

Nasional
Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Cerita Guru Honorer di Ende yang 7 Bulan Belum Terima Gaji ...

Nasional
Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 27 November: 8.226 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Bamsoet Jadi Navigator Sean Gelael Saat Kecelakaan Reli di Meikarta

Nasional
Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Update 27 November: Kasus Baru Covid-19 Tercatat di 26 Provinsi, DIY Catat Penambahan Tertinggi

Nasional
Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Update 27 November: Bertambah 260, Total Kasus Covid-19 yang Sembuh Mencapai 4.103.639

Nasional
Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

Bamsoet Kecelakaan Saat Reli di Meikarta, Kondisinya Tidak Luka-luka

Nasional
Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

Update 27 November: 404 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total Jadi 4.255.672

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.