Kompas.com - 21/07/2020, 16:39 WIB
Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberi keterangan kepada pers saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSekretaris Kabinet Pramono Anung memberi keterangan kepada pers saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengklaim pemerintah telah berada di jalur yang benar dibandingkan negara lain dalam penanganan virus corona Covid-19.

"Persoalan ekonomi dan kesehatan ini melanda lebih dari 215 negara, sekarang mengalami yang sama. Dan Indonesia dibandingkan negara-negara lain penanganan kita sebenarnya sudah on the right track," kata Pramono dalam jumpa pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2020).

Pramono mengatakan, penanganan yang telah sesuai jalur dapat dilihat dari sejumlah indikator.

Baca juga: Beda dari Indonesia, Ini Tahap Uji Coba Calon Vaksin Corona Sinovac di Brasil

Misalnya, ia mengklaim jumlah orang yang meninggal terus menurun. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 juga terus meningkat.

Selain itu, proses pengembangan vaksin terus mengalami kemajuan. Vaksin yang didatangkan dari China saat ini tengah diuji klinis dan ditargetkan dapat diproduksi massal pada awal 2021.

"Artinya penanganan menjadi lebih baik," kata Pramono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pramono menyebut, penanganan pandemi dari sisi ekonomi juga berjalan lumayan baik.

Menurut dia, langkah pemerintah yang tidak menutup berbagai sektor kegiatan membuat ekonomi Indonesia bisa bertahan.

"Belajar dari banyak negara yg terlalu heavy penanganan kesehatan, persoalan ekonominya menjadi persoalan tersendiri," kata dia.

Baca juga: Sebaran Kasus Covid-19 21 Juli di 28 Provinsi: DKI Jakarta Tertinggi

Pramono mengatakan, penanganan pandemi dari sisi kesehatan dan ekonomi memang harus dilakukan seimbang.

Oleh karena itu lah Presiden Jokowi memutuskan membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Sesuai namanya, komite ini membawahi dua satgas, yakni Satgas Penanganan Covid-19 dan Satgas Pemulihan Ekonomi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendikbud Ristek: 222 Guru dan 156 Siswa Positif Covid-19

Kemendikbud Ristek: 222 Guru dan 156 Siswa Positif Covid-19

Nasional
Jelang PON XX, Vaksinasi Dosis Kedua di Papua Baru 13,9 Persen, Laporcovid-19: Masih Sangat Rendah

Jelang PON XX, Vaksinasi Dosis Kedua di Papua Baru 13,9 Persen, Laporcovid-19: Masih Sangat Rendah

Nasional
Azis Syamsuddin Dikabarkan Minta KPK Tunda Pemeriksan karena Jalani Isoman

Azis Syamsuddin Dikabarkan Minta KPK Tunda Pemeriksan karena Jalani Isoman

Nasional
Ini Dua Kasus yang Menjerat Irjen Napoleon Bonaparte

Ini Dua Kasus yang Menjerat Irjen Napoleon Bonaparte

Nasional
Epidemiolog Sebut Klaster Sekolah Menunjukan Data Sebaran Covid-19 Mesti Dievaluasi

Epidemiolog Sebut Klaster Sekolah Menunjukan Data Sebaran Covid-19 Mesti Dievaluasi

Nasional
Azis Syamsuddin Dikabarkan Tersangka, Pimpinan DPR Tetap Utamakan Asas Praduga Tak Bersalah

Azis Syamsuddin Dikabarkan Tersangka, Pimpinan DPR Tetap Utamakan Asas Praduga Tak Bersalah

Nasional
Syarat Penerbangan Dikeluhkan Masyarakat, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Harga dan Masa Berlaku Tes Covid-19

Syarat Penerbangan Dikeluhkan Masyarakat, Pemerintah Diminta Kaji Ulang Harga dan Masa Berlaku Tes Covid-19

Nasional
Satgas: Tak Menutup Kemungkinan Kegiatan Besar Diizinkan Selama Kasus Covid-19 Terkendali

Satgas: Tak Menutup Kemungkinan Kegiatan Besar Diizinkan Selama Kasus Covid-19 Terkendali

Nasional
Menlu: Kesenjangan Akses Vaksin Masih Jadi Perhatian Dunia, Termasuk Indonesia

Menlu: Kesenjangan Akses Vaksin Masih Jadi Perhatian Dunia, Termasuk Indonesia

Nasional
Tumpak Panggabean Dirawat di Rumah Sakit, Anggota Dewas Lain Membesuk

Tumpak Panggabean Dirawat di Rumah Sakit, Anggota Dewas Lain Membesuk

Nasional
RS PON Tegaskan Pendarahan Otak Tukul Arwana Tak Berkaitan dengan Vaksin Covid-19

RS PON Tegaskan Pendarahan Otak Tukul Arwana Tak Berkaitan dengan Vaksin Covid-19

Nasional
Sesama Pimpinan DPR, Dasco Berkomunikasi Terakhir dengan Azis Syamsuddin Sebelum Paripurna

Sesama Pimpinan DPR, Dasco Berkomunikasi Terakhir dengan Azis Syamsuddin Sebelum Paripurna

Nasional
Kivlan Zen Divonis Penjara 4 Bulan 15 Hari karena Miliki Senjata Api

Kivlan Zen Divonis Penjara 4 Bulan 15 Hari karena Miliki Senjata Api

Nasional
Pembelajaran Tatap Muka Timbulkan Klaster Covid-19, Pimpinan DPR Prihatin

Pembelajaran Tatap Muka Timbulkan Klaster Covid-19, Pimpinan DPR Prihatin

Nasional
Kemendagri Dorong Demokrasi Berbasis 'E-voting' di Tingkat Desa

Kemendagri Dorong Demokrasi Berbasis "E-voting" di Tingkat Desa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.