Kompas.com - 20/07/2020, 19:32 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers, Sabtu (30/5/2020). Gugus Tugas NasionalJuru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers, Sabtu (30/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tugas Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan informasi terbaru seputar Covid-19 di Indonesia pada 23 Juli 2020 mendatang, akan digantikan sementara oleh anak-anak.

Hal itu merupakan bagian dari acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal tersebut.

"Jadi, nanti peran dari Juru Bicara Gugus Tugas akan diambil alih sama anak- anak," ujar Deputi Bidang Perlindungan Anak pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Nahar dalam diskusi di Graha BNPB, Jakarta, Senin (20/7/2020).

"Jadi, nanti pokoknya akan seru mereka bisa mengambil alih peran peran orang dewasa yang tentu dengan gaya anak-anak," lanjut dia.

Baca juga: Dari Kampung Petani nan Sepi, 6 Siswa SD Buat Video Klip Lagu, Ajak Anak-anak Semangat di Masa Pandemi

Siapa anak Indonesia yang berkesempatan menggantikan tugas Yuri itu, panitia akan melakukan seleksi.

Tak hanya menyampaikan perkembangan seputar wabah virus corona di Indonesia, anak-anak itu juga akan menyampaikan protokol kesehatan khusus bagi anak di masa pandemi ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kementerian dan lembaga bersama bersama Gugus Tugas mendeteksi ada beberapa persoalan yang memang harus disuarakan langsung oleh anak," ujar Nahar.

"Oleh karena itu, bersama Gugus Tugas, (akan disampaikan) minimal ada lima protokol khusus untuk anak terkait perlindungan anak," lanjut dia.

Staf Perlindungan Anak Unicef Derry Fahrizal Ulum menambahkan bahwa acara itu diharapkan menjadi panggung bagi anak-anak Indonesia untuk menyampaikan kekhawatirannya selama pandemi.

Baca juga: Positif Covid-19, Wagub Kaltim: Jemur Tiap Pagi, Anak-anak Rapid Test Semua Non-reaktif

Bahkan, secara spesifik, anak-anak akan menyampaikan apa saja kendala yang dihadapi selama beraktivitas di rumah.

"Jadi, akan menyampaikan situasi anak. Tidak hanya Covid-19, sekaligus kita akan refleksi kekhawatiran apa yang terjadi pada anak selama diam di rumah dan harapan apa ke depannya," kata Derry.

Oleh sebab itu, Unicef berharap agar keluarga Indonesia dapat terlibat dalam HAN 2020 ini.

"Jadi ya sama-sama merayakan Hari Anak Nasional. Ini momentum yang tepat, biar mereka yang memandu kita jalani acara Hari Anak Nasional," tutup Derry.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

UPDATE: 41,02 Persen Sasaran Vaksinasi Covid-19 Telah Terima Suntikan Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 25 September: Ada 44.071 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.