Sempat Enggan Terjun Politik, Kini Gibran Resmi Diusung PDI-P di Pilwalkot Solo

Kompas.com - 17/07/2020, 17:50 WIB
Gibran Rakabuming Raka saat sowan ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Semarang, Jumat (17/7/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGibran Rakabuming Raka saat sowan ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Semarang, Jumat (17/7/2020).
Penulis Dani Prabowo
|

"Nanti bisa ditanyakan ke Pak Rudy (Ketua DPC PDIP). Yang jelas saya mengikuti arahan dan keputusan dari partai," terang dia.

Manuver politik

Peluang Gibran untuk maju sebagai calon wali kota Solo pun sempat terganjal.

Menurut Ketua Tim Seleksi dan Rekrutmen Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta, Putut Gunawan, tidak ada sistem pendaftaran yang dibuka PDI Perjuangan di dalam pencalonan seseorang.

Mekanisme pencalonan itu dilakukan tertutup sesuai dengan amanat Pasal 9, 10, dan 11 Peraturan Partai Nomor 24 Tahun 2017. Di dalam aturan itu disebutkan bahwa DPC yang memperoleh suara pileg mencapai di atas 25 persen, maka menggunakan sistem atau mekanisme rekrutmen dan seleksi penjaringan tertutup.

Dari hasil penjaringan tertutup tersebut muncul nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada 2020.

"Kenapa lalu Pak Pur yang datang. Itu karena Pak Pur diundang. Karena lolos seleksi tertutup kemudian diundang untuk menerima formulir penugasan," kata Putut, 25 September 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, bukan Gibran namanya bila tidak bermanuver. Sejumlah elit partai pun ditemuinya, mulai dari Puan hingga Megawati.

Baca juga: Sebelum Ambil Rekomendasi di PDI-P Jateng, Gibran Sowan ke Rumah Dinas Ganjar

Sebulan kemudian, Gibran menemui Megawati di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, 24 Oktober 2019.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup selama kurang lebih satu jam, Gibran menyampaikan keinginannya untuk maju pada Pilwakot Solo.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut Gibran juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju melalui jalur independen, melainkan jalur partai politik.

"Saya sampaikan juga ke Bu Mega, saya sudah punya KTA PDI-P (kartu tanda anggota PDI-P) dan saya tidak akan maju lewat independen seperti yang dikatakan di Solo kemarin. Itu tidak benar," kata Gibran.

Sinyal dukungan pun juga diberikan Puan kepada Gibran. Sekali pun, bapak dua anak itu sebelumnya telah dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.

"Ada mekanisme yang harus diikuti dan juga DPP partai mempunyai hak prerogatif memilih siapa calon yang akan diputuskan (maju Pilkada)," kata Puan, saat menghadiri acara Konsolidasi Tiga Pilar Partai Bersama Mbak Puan DPC PDI-P Sukoharjo, 18 Desember 2019.

Pernyataan Puan itu disampaikan sepekan setelah akhirnya Gibran mendaftarkan diri melalui DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah.

Selanjutnya, pada Februari 2020, Puan kembali menegaskan bahwa rekomendasi pencalonan Wali Kota Solo akan diputuskan oleh Megawati langsung.

"Mekanisme penjaringan di PDI-P itu kan berjenjang, jadi setelah DPC, DPD kemudian DPP dan hasilnya yang akan memutuskan adalah masukan yang tadi secara berjenjang disampaikan kepada ketua umum dan kemudian akan diputuskan oleh ketua umum melalui partai," tegas Puan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, 10 Februari 2020.

Rekomendasi partai

Setelah melaksanakan fit and proper test serta sowan dengan sejumlah petinggi partai, Gibran akhirnya mendapatkan rekomendasi dari partai berlambang banteng tersebut.

Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Baca juga: Termasuk Gibran-Teguh, Ini 45 Calon Kepala Daerah yang Diusung PDI-P pada Pilkada 2020

Keputusan PDI Perjuangan memberikan rekomendasi pencalonan kepada Gibran disampaikan secara eksplisit oleh Rudy.

"Yang diundang saya, sekretaris, wakil ketua bidang pemenangan Pemilu, Teguh Prakoso dan Gibran," kata Rudy kepada wartawan di Solo, Kamis (16/7/2020).

"Pak Purnomo tidak diundang. Yang diundang berarti yang kira-kira dapat rekomendasi itu," imbuh Rudy.

Mereka yang diundang pun diminta untuk mendatangi Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah hari ini untuk mendengarkan pengumuman pemberian rekomendasi tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Nonaktif KPK Konsolidasikan Rencana Perekrutan Jadi ASN Polri

Pegawai Nonaktif KPK Konsolidasikan Rencana Perekrutan Jadi ASN Polri

Nasional
Jelang Diberhentikan, 14 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Jelang Diberhentikan, 14 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

Nasional
Panglima TNI Berharap PON XX Papua Berjalan Lancar

Panglima TNI Berharap PON XX Papua Berjalan Lancar

Nasional
Bakal Rekrut 56 Pegawai Nonaktif KPK, Kapolri Sebut untuk Tangani Tipikor

Bakal Rekrut 56 Pegawai Nonaktif KPK, Kapolri Sebut untuk Tangani Tipikor

Nasional
Satgas: Penyelenggaraan Konser Bergantung pada Kebijakan Pemda

Satgas: Penyelenggaraan Konser Bergantung pada Kebijakan Pemda

Nasional
Komnas HAM Belum Terima Konfirmasi Istana soal Pertemuan dengan Jokowi Terkait Polemik TWK

Komnas HAM Belum Terima Konfirmasi Istana soal Pertemuan dengan Jokowi Terkait Polemik TWK

Nasional
Kapolri Sebut Presiden Jokowi Setuju 56 Pegawai Nonaktif KPK Direkrut Jadi ASN Polri

Kapolri Sebut Presiden Jokowi Setuju 56 Pegawai Nonaktif KPK Direkrut Jadi ASN Polri

Nasional
BKKBN Tunggu Proses Hukum Kasus Dugaan Penipuan Terkait Jabatan yang Dialami Mantan Kolonel TNI AU

BKKBN Tunggu Proses Hukum Kasus Dugaan Penipuan Terkait Jabatan yang Dialami Mantan Kolonel TNI AU

Nasional
Kapolri Bakal Rekrut 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri

Kapolri Bakal Rekrut 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Jadi ASN Polri

Nasional
Pilih Nyemplung Menanam Mangrove, Jokowi: Masak Saya Sendiri di Darat, Kan Nggak Lucu...

Pilih Nyemplung Menanam Mangrove, Jokowi: Masak Saya Sendiri di Darat, Kan Nggak Lucu...

Nasional
Jokowi: Indonesia Punya Hutan Mangrove Terluas di Dunia, Wajib Kita Pelihara

Jokowi: Indonesia Punya Hutan Mangrove Terluas di Dunia, Wajib Kita Pelihara

Nasional
Temui Menkopolhukam, Nasdem Usulkan Ulama Syaikhoni Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Temui Menkopolhukam, Nasdem Usulkan Ulama Syaikhoni Kholil Jadi Pahlawan Nasional

Nasional
Deputi KSP Khawatir Revisi UU ASN Buka Celah Jual Beli Jabatan

Deputi KSP Khawatir Revisi UU ASN Buka Celah Jual Beli Jabatan

Nasional
Ini 10 Desa Terbaik di Indonesia dalam Keterbukaan Informasi Publik

Ini 10 Desa Terbaik di Indonesia dalam Keterbukaan Informasi Publik

Nasional
Azyumardi Azra: Jokowi Tak Minat dengan KPK, Pidato Kenegaraannya Tak Singgung soal Korupsi

Azyumardi Azra: Jokowi Tak Minat dengan KPK, Pidato Kenegaraannya Tak Singgung soal Korupsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.