Gugus Tugas Klaim Pasien Covid-19 Sembuh Makin Banyak, Berkat Penerapan 3T

Kompas.com - 16/07/2020, 07:15 WIB
Pasien positif COVID-19 terakhir yang dirawat di RSUD Arifin Achmad (tengah) melambaikan tangan untuk berterima kasih kepada tenaga kesehatan saat proses pemulangan di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (31/5/2020). Pemerintah Indonesia menyatakan jumlah pasien sembuh dari COVID-19 hingga 31 Mei 2020 terus bertambah jadi 7.308 orang dari total kasus terkonfirmasi positif yang mencapai 26.473 orang, dan yang meninggal dunia 1.613 orang. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww. ANTARA FOTO/FB AnggoroPasien positif COVID-19 terakhir yang dirawat di RSUD Arifin Achmad (tengah) melambaikan tangan untuk berterima kasih kepada tenaga kesehatan saat proses pemulangan di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (31/5/2020). Pemerintah Indonesia menyatakan jumlah pasien sembuh dari COVID-19 hingga 31 Mei 2020 terus bertambah jadi 7.308 orang dari total kasus terkonfirmasi positif yang mencapai 26.473 orang, dan yang meninggal dunia 1.613 orang. ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesembuhan Covid-19 di Indonesia saat ini tercatat lebih banyak.

Berdasarkan data pada Rabu (15/7/2020), total jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 mencapai 39.050 orang setelah terdapat penambahan sebanyak 1.414 orang dalam 24 jam terakhir.

Anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, total pasien sembuh dari Covid-19 di Indonesia tersebut merupakan setengah dari jumlah kasus terkonfirmasi.

Jumlah kasus Covid-19 per Rabu (15/7/2020) telah mencapai 80.094.

"Jumlah pasien sembuh semakin banyak. Hampir setengah kasus terkonfirmasi di Indonesia, sembuh," ujar Reisa dalam konferensi pers di BNPB, Rabu (15/7/2020).

Reisa mengatakan, banyaknya pasien sembuh juga dikarenakan pemerintah menerapkan 3T, yakni testing (tes spesimen), tracing (penelusuran), dan treatment (perawatan).

Baca juga: Penanganan Covid-19, Gugus Tugas: Arahan Presiden Konsentrasi Masifkan 3T

Lebih lanjut, Reisa mengatakan, perawatan di Indonesia sudah mengalami kemajuan.

Hal tersebut tampak dari menurunnya rasio kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang hanya berada di kisaran 50 persen.

"Ini berarti menunjukkan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, terutama di rumah sakit rujukan masih sangat tersedia," kata dia.

Penyebab menurunnya rasio kapasitas tempat tidur di rumah sakit karena banyak masyarakat yang melakukan isolasi mandiri.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD: Siapa yang Bunuh 6 Laskar FPI, Kita Buka di Pengadilan

Mahfud MD: Siapa yang Bunuh 6 Laskar FPI, Kita Buka di Pengadilan

Nasional
Besok, Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Unlawful Killing terhadap Laskar FPI

Besok, Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Unlawful Killing terhadap Laskar FPI

Nasional
Soal Kisruh Partai Demokrat, Menkumham Minta SBY Tak Tuding Pemerintah

Soal Kisruh Partai Demokrat, Menkumham Minta SBY Tak Tuding Pemerintah

Nasional
Kemenag Upayakan Guru Agama Honorer Dapat Masuk ke Dalam Usulan PPPK Kemendikbud

Kemenag Upayakan Guru Agama Honorer Dapat Masuk ke Dalam Usulan PPPK Kemendikbud

Nasional
Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Revisi UU ITE Tak Masuk Prolegnas Prioritas 2021

Nasional
Tak Ada Lagi Subsidi Gaji pada 2021, Begini Penjelasan Menko Airlangga

Tak Ada Lagi Subsidi Gaji pada 2021, Begini Penjelasan Menko Airlangga

Nasional
KPK: Pengadaan Tanah di Cipayung yang Sedang Diusut Belum Ada Peruntukannya

KPK: Pengadaan Tanah di Cipayung yang Sedang Diusut Belum Ada Peruntukannya

Nasional
TP3 Yakin Penembakan FPI Pelanggaran HAM Berat, Mahfud: Ada 3 Syaratnya

TP3 Yakin Penembakan FPI Pelanggaran HAM Berat, Mahfud: Ada 3 Syaratnya

Nasional
BPOM: Tak Semua Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Penggunaan Harus Diuji Klinis di Indonesia

BPOM: Tak Semua Vaksin Covid-19 yang Dapat Izin Penggunaan Harus Diuji Klinis di Indonesia

Nasional
Temui Pimpinan LDII, Kapolri Bahas Soal Dai Kamtibmas

Temui Pimpinan LDII, Kapolri Bahas Soal Dai Kamtibmas

Nasional
Baleg DPR Tetapkan 33 RUU Prolegnas Prioritas 2021, RUU Pemilu Dikeluarkan

Baleg DPR Tetapkan 33 RUU Prolegnas Prioritas 2021, RUU Pemilu Dikeluarkan

Nasional
BPOM: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bisa Diberikan kepada Lansia

BPOM: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Bisa Diberikan kepada Lansia

Nasional
Penetapan Tersangka 6 Laskar FPI Jadi Tertawaan, Mahfud MD: Itu Konstruksi Hukum

Penetapan Tersangka 6 Laskar FPI Jadi Tertawaan, Mahfud MD: Itu Konstruksi Hukum

Nasional
Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Seksual Dinilai Belum Memadai

Perlindungan terhadap Korban Kekerasan Seksual Dinilai Belum Memadai

Nasional
Cita Citata hingga Achsanul Qosasi Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Bansos, Ini Kata KPK

Cita Citata hingga Achsanul Qosasi Disebut dalam Sidang Kasus Dugaan Bansos, Ini Kata KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X