Kesederhanaan Jenderal Hoegeng: Jadi Pelayanan Resto hingga Tinggal di Rumah Sempit

Kompas.com - 15/07/2020, 09:54 WIB
Hoegeng Iman Santoso bersama istri tercinta, Merry Roeslani ReproHoegeng Iman Santoso bersama istri tercinta, Merry Roeslani

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Jenderal Hoegeng Imam Santoso begitu lekat dengan anekdot polisi jujur.

Kata Gus Dur, hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Kepolisian kelima RI selama tahun 1968-1971, Hoegeng ternyata memiliki cerita panjang mengenai perjalanan hidupnya.

Dari polisi pangkat rendahan yang tak bergaji hingga menjadi orang nomor satu Polri.

Pelayan resto tak digaji

Seperti yang diceritakan dalam buku "Hoegeng: Polisi Idaman dan Kenyataan" karya Abrar Yusra dan Ramadhan KH, pada 31 Oktober 1946 Hoegeng menikah dengan Merry Roeslani.

Pertemuan keduanya berawal dari sebuah drama radio berjudul "Saija dan Adinda" yang diangkat dari buku "Max Havelar" karya Douwes Dekker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cerita Jenderal Hoegeng Disantet Polisi Korup

Kisah asmara di tengah konflik yang ada dalam cerita itu akhirnya benar-benar menjadi kisah nyata bagi Hoegeng dan Merry.

Namun, berbeda dengan akhir tragis yang ada dalam buku "Max Havelar", Hoegeng dan Merry memilih menikah.

Hoegeng saat itu masih berstatus mahasiswa di Akademi Kepolisian di Yogyakarta. Namun, agresi Belanda menyebabkan akademi itu tidak jelas nasibnya.

Pada suatu hari, Hoegeng mendapat tugas dari Kapolri Soekanto Tjokrodiatmodjo untuk menyusun jaringan sel subversi, menghimpun informasi, hingga membujuk pasukan NICA untuk membela Indonesia.

Saat itu Hoegeng tak digaji. Namun, ia tetap menjalankan tugas dengan rasa nasionalisme yang tinggi.

Hoegeng juga pernah bekerja menjadi pelayan restoran yang biasa didatangi orang Indonesia dan orang Belanda bernama "Pinokio".

Baca juga: Cerita Hoegeng Saat Dituduh Anti-China...

Di restoran itu lagi-lagi tak ada gaji untuknya. Sebagai ganti, pemilik resto memberikan makanan gratis tiap hari untuk pegawainya, termasuk Hoegeng.

Di tempat yang sama, Merry, istri Hoegeng, berjualan sate untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak ada seorang pun yang tahu Hoegeng dan Merry adalah pasangan suami istri saat itu.

Rumah sempit dan garasi

Pada tahun 1952, Hoegeng mendapat tugas ke Surabaya untuk menjadi Wakil Kepala Direktorat Dinas Pengawasan Keamanan Negara (DPKN).

Di sana, Hoegeng mendapat informasi dari bawahannya bahwa hanya ada satu rumah dinas yang tersisa. Rumah itu hanya memiliki dua kamar, 1 kamar mandi dan dapur.

Tapi, Hoegeng tak menyoal hal itu.

"Keadaannya bagaimana?" tanya Hoegeng.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Nasional
Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Nasional
Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Nasional
Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Nasional
BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

Nasional
Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

Nasional
BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

Nasional
UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

Nasional
Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

Nasional
UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

Nasional
UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

Nasional
BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.