Kompas.com - 13/07/2020, 15:32 WIB
Mendagri Tito Karnavian Dok Puspen KemendagriMendagri Tito Karnavian

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong para kepala daerah membagi-bagikan masker ke warga yang tinggal di wilayah mereka.

Sebab, menurut Tito, hingga saat ini masih ada masyarakat yang tidak tahu kegunaan masker atau malah tidak mampu membelinya.

Ia berharap, pembagian masker dapat membantu warga yang tidak mampu dan mengedukasi masyarakat tentang kegunaan masker di saat pandemi.

"Saya sudah sampaikan kepada kepala-kepala daerah untuk bagi masker secara masif kepada masyarakat masing-masing," kata Tito saat rapat kerja bersama Komisi II DPR, dipantau melalui siaran langsung DPR RI, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Pemerintah Minta Masyarakat Gunakan Masker yang Nyaman, Cukup Ruang untuk Bernapas

"Karena masyarakat mugkin ada yang tidak tahu gunanya masker atau tidak mampu. Nah ini perlu diberi tahu dan yang tidak mampu dibantu," ucap dia.

Tito mengaku telah turun langsung ke sejumlah daerah untuk mengevaluasi dan sosialisasi penanganan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa waktu lalu Tito juga hadir dalam acara peluncuran 1,2 juta masker di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

"Ini enggak ada kaitannya dengan kampaye, tapi kaitannya dengan kita melihat ada kepala daerah yang mau menangkap imbauan, ajakan dari Kemendagri untuk program bagi masker," ujar Tito.

Tito berharap, daerah-daerah lain dapat melakukan program bagi-bagi masker dilengkapi dengan pembagian hand sanitizer.

Baca juga: 5 dari 68 Warga Kalbar yang Dites Swab karena Tak Pakai Masker Positif Corona

Pemerintah daerah juga diminta untuk mendorong warga mereka agar memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengonsumsi makanan sehat.

Tito mengatakan, dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, pihaknya juga membantu Kementerian Sosial dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mengeksekusi bantuan sosial ke masyarakat.

Dalam hal ini, Kemendagri telah membentuk satuan tugas khusus.

Menurut Tito, untuk menanggulangi pandemi Covid-19, tidak cukup hanya memprioritaskan kesehatan publik. Persoalan dampak ekonomi juga penting untuk diperhatikan.

"Kita tahu bahwa kita harus menyelamatkan dua-duanya. Menyelematkan kesehatan publik sebagai hal yang utama, tapi juga tidak meninggalkan enomi," kata Tito.

"Jangan sampai jatuh terlalu dalam karena akan berpengaruh terhadap kekuatan negara dan pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas penanganan kesehatan publik," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Statuta UI Dinilai Cacat, Anggota Parpol Bisa Masuk MWA hingga Kewenangan Dewan Guru Besar Dikerdilkan

Nasional
Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Pimpinan DPR: Jangan Sampai Ada Penimbunan Obat Terapi Covid-19

Nasional
Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Wapres: 14.385 Insan Pers Telah Divaksinasi Dosis Kedua

Nasional
Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Ribuan Orang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Tanggung Jawab Negara Dinanti

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

UPDATE 24 Juli: Sebaran 45.416 Kasus Baru Covid-19, Paling Tinggi DKI Jakarta

Nasional
UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 24 Juli: 17.475.996 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

UPDATE 24 Juli: Sebanyak 252.696 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Harian 25,24 Persen

Nasional
Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Sebanyak 39.767 Pasien Covid-19 Sembuh dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 24 Juli: Ada 264.578 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 24 Juli: Ada 574.135 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

UPDATE 24 Juli: Bertambah 39.767, Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Mencapai 2.471.678

Nasional
UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

UPDATE 24 Juli: Tambah 1.415, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Kini 82.013

Nasional
UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

UPDATE 24 Juli: Bertambah 45.416, Kasus Covid-19 di Indonesia Kini Capai 3.127.826 Orang

Nasional
BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

BEM UI: PP 75/2021 tentang Statuta UI Harus Dicabut, Banyak Pasal Bermasalah

Nasional
Ular Sanca 2 Meter Ditemukan di Ventilasi Kamar Mandi Rumah Warga di Pamulang

Ular Sanca 2 Meter Ditemukan di Ventilasi Kamar Mandi Rumah Warga di Pamulang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X