Epidemiolog: Kita Belum Mencapai Gelombang Pertama Covid-19

Kompas.com - 11/07/2020, 12:43 WIB
Tangkapan layar twit dari akun Twitter Pandu Riono yang menyebutkan bahwa penggunaan masker dinilai lebih efektif daripada social distancing. Twitter: @drprionoTangkapan layar twit dari akun Twitter Pandu Riono yang menyebutkan bahwa penggunaan masker dinilai lebih efektif daripada social distancing.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono menyatakan, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia akan terus meningkat karena belum mencapai masa puncak.

"Kita belum mencapai gelombang pertama, sekarang lagunya masih naik-naik ke puncak gunung, gunung ini yang harus kita sadari. Sampai akhir tahun pun kalau kita tidak berubah cepat ya belum selesai," kata Pandu dalam sebuah diskusi, Sabtu (11/7/2020).

Menurut Pandu, ada dua hal yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan pandemi. Pertama, penduduk harus melakukan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Baca juga: Covid-19 Dapat Menular Lewat Udara, Epidemiolog: Gunakan Masker di Luar dan Dalam Gedung

Dalam hal ini, Pandu mendorong pemerintah untuk lebih giat mengedukasi masyarakat terkait pentingnya 3M guna mencegah penularan Covid-19.

"Kita lupa, waktu pembatasan sosial berskala besar, masyarakat hanya disuruh-suruh dan sebagainya, diregulasi-diregulasi, padahal masyarakat kita itu yang bisa menata," ujar dia.

Kedua, pemerintah harus melakukan surveillance dengan melakukan tes secara akurat, pelacakan, dan mengisolasi.

"'Hanya cara itulah kita bisa mengendalikan pandemi dengan cepat sekaligus membuka kegiatan-kegaitan masyarakat supaya pulih ekonominya," kata Pandu.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi gelombang kedua, pemerintah mesti mengidentifikasi klaster-klaster yang berpotensi menjadi sumber penularan.

Beberapa klaster yang dimaksud Pandu adalah pasar tradisional, pondok pesantren, serta sekolah kedinasan di mana para peserta didiknya tinggal di asrama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wapres: Regulasi KASN Perlu Dikuatkan untuk Wujudkan 'Merit System'

Wapres: Regulasi KASN Perlu Dikuatkan untuk Wujudkan "Merit System"

Nasional
Eks KSAD Wismoyo Arismunandar Dimakamkan Satu Komplek dengan Soeharto di Astana Giribangun

Eks KSAD Wismoyo Arismunandar Dimakamkan Satu Komplek dengan Soeharto di Astana Giribangun

Nasional
Kemenkes Izinkan Seluruh RS Buka Pelayanan untuk Pasien Covid-19

Kemenkes Izinkan Seluruh RS Buka Pelayanan untuk Pasien Covid-19

Nasional
Jokowi Minta BKKBN Sosialisasikan Pentingnya Ketahahanan Keluarga

Jokowi Minta BKKBN Sosialisasikan Pentingnya Ketahahanan Keluarga

Nasional
Mendagri Harap Kerja Sama Indonesia-UNICEF Jadi Daya Ungkit Capai RPJMN

Mendagri Harap Kerja Sama Indonesia-UNICEF Jadi Daya Ungkit Capai RPJMN

Nasional
KPK Lelang Dua Bidang Tanah di Siak Hasil Rampasan Terpidana Korupsi

KPK Lelang Dua Bidang Tanah di Siak Hasil Rampasan Terpidana Korupsi

Nasional
Senandungkan Lagu Indonesia Pusaka, Sutopo Menunggu Peminjam Buku di Becak Pustakanya...

Senandungkan Lagu Indonesia Pusaka, Sutopo Menunggu Peminjam Buku di Becak Pustakanya...

Nasional
KPK Panggil Tersangka Kasus E-KTP Husni Fahmi

KPK Panggil Tersangka Kasus E-KTP Husni Fahmi

Nasional
Jokowi Minta BKKBN Sampaikan Informasi dengan Metode Kekinian

Jokowi Minta BKKBN Sampaikan Informasi dengan Metode Kekinian

Nasional
Wapres: 524 Instansi Pemerintah Perlu Tingkatkan Kemampuan Sistem Merit ASN

Wapres: 524 Instansi Pemerintah Perlu Tingkatkan Kemampuan Sistem Merit ASN

Nasional
KPK Dalami Aliran Dana ke Kemensesneg dari PT DI Terkait Pengadaan Pesawat

KPK Dalami Aliran Dana ke Kemensesneg dari PT DI Terkait Pengadaan Pesawat

Nasional
Seorang Pegawai KPK Meninggal Dunia akibat Covid-19

Seorang Pegawai KPK Meninggal Dunia akibat Covid-19

Nasional
Pimpinan LPSK: Tindakan dan Ujaran Rasialisme Ingkari Sejarah Bangsa Indonesia

Pimpinan LPSK: Tindakan dan Ujaran Rasialisme Ingkari Sejarah Bangsa Indonesia

Nasional
Jokowi Optimistis Angka Stunting Bisa Turun Jadi 14 Persen Tahun 2024

Jokowi Optimistis Angka Stunting Bisa Turun Jadi 14 Persen Tahun 2024

Nasional
Berkas Perkara 3 Kasus Rizieq Shihab Dikembalikan, Penyidik Bareskrim Lengkapi Petunjuk Jaksa

Berkas Perkara 3 Kasus Rizieq Shihab Dikembalikan, Penyidik Bareskrim Lengkapi Petunjuk Jaksa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X